📑 Daftar Isi

Ilustrasi Samsung Galaxy Z Fold 8 dengan desain terbaru

Samsung Bakal Ubah Nama Galaxy Z Fold 8, Ini Alasannya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung dikabarkan akan mengubah nama Galaxy Z Fold 8 menjadi Galaxy Z Fold 8 Ultra
  • Galaxy Z Fold Wide justru akan menyandang nama Galaxy Z Fold 8
  • Perubahan nama ini didorong oleh kehadiran iPhone Fold dari Apple
  • Kekhawatiran akan kenaikan harga menyertai perubahan nomenklatur ini
  • Galaxy Z Fold 8 Ultra dikabarkan akan memiliki baterai lebih besar dan pengisian daya lebih cepat
  • Galaxy Z Fold Wide hanya akan memiliki dua kamera belakang dengan kamera utama 50MP
  • Samsung diharapkan tidak hanya mengandalkan trik pemasaran, tetapi juga inovasi nyata

Telset.id – Samsung dikabarkan akan mengubah skema penamaan ponsel lipat terbarunya tahun ini. Alih-alih menyebut penerus Galaxy Z Fold 7 sebagai Galaxy Z Fold 8, bocoran terbaru justru menyebutkan nama Galaxy Z Fold 8 Ultra untuk model tersebut. Perubahan ini disebut-sebut terjadi karena kehadiran iPhone Fold yang akan segera dirilis Apple.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh pembocor ternama Ice Universe. Menurut laporan dari Tom’s Guide, ponsel lipat dengan layar lebih lebar yang selama ini dirumorkan sebagai Galaxy Z Fold Wide justru akan menyandang nama Galaxy Z Fold 8. Sementara itu, model yang seharusnya menjadi Galaxy Z Fold 8—suksesor langsung Z Fold 7—kini disebut akan hadir sebagai Galaxy Z Fold 8 Ultra.

Perubahan nomenklatur ini tentu membingungkan. Lebih dari itu, dampaknya bisa langsung terasa pada harga jual kedua perangkat. Kekhawatiran akan kenaikan harga menjadi salah satu konsekuensi paling realistis dari perubahan nama ini.

Keputusan Samsung menambahkan embel-embel “Ultra” pada ponsel lipatnya bukan tanpa alasan. Selama lebih dari enam tahun, Samsung konsisten menggunakan merek Ultra pada lini Galaxy S-series. Namun, keputusan mendadak untuk menerapkannya pada ponsel lipat tepat sebelum Apple melakukan hal serupa terasa mencurigakan.

Persaingan di pasar ponsel lipat tahun ini diprediksi menjadi yang paling sengit sejak peluncuran Galaxy Fold perdana pada 2019. Apple disebut-sebut akan merilis ponsel lipat pertamanya yang diberi nama iPhone Fold atau iPhone Ultra. Kehadiran Apple ini menjadi ancaman serius bagi dominasi Samsung yang selama ini hanya bersaing dengan Google dan Motorola di luar China.

Galaxy Z Fold 7 sendiri sudah membawa peningkatan signifikan dibanding pendahulunya. Kamera 200MP akhirnya hadir, dan kamera under-display 4MP digantikan dengan kamera hole-punch 10MP yang lebih mumpuni. Untuk Z Fold 8—atau Fold 8 Ultra—bocoran menyebutkan akan ada peningkatan baterai dan pengisian daya yang lebih cepat, dua hal yang memang sangat dibutuhkan ponsel lipat Samsung.

Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah peningkatan ini cukup untuk bersaing dengan ponsel lipat Apple? Berbagai bocoran menunjukkan bahwa Samsung memang khawatir Apple bisa mengalahkannya di permainannya sendiri.

Keberadaan Galaxy Z Fold Wide menjadi bukti paling nyata. Bocoran desain menunjukkan Apple memilih bentuk paspor yang lebih lebar untuk iPhone Fold, berbeda dengan desain Z Fold yang lebih tinggi dan sempit. Kemiripan desain Z Fold Wide dengan iPhone Fold sulit diabaikan. Sama seperti peluncuran Galaxy Z TriFold, Samsung sepertinya akhirnya menyadari bahwa desain yang berbeda mungkin lebih baik.

Masalah di Balik Perubahan Nama

Mengubah aturan penamaan seperti ini memiliki masalah tersendiri. Samsung tiba-tiba menyematkan label premium pada apa yang sebenarnya adalah model standar. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa Samsung akan menaikkan harga Galaxy Z Fold 8 dengan dalih perangkat tersebut adalah perangkat Ultra yang membutuhkan harga Ultra.

Kenaikan harga sebenarnya sudah tidak terhindarkan dalam waktu dekat, terutama karena RAMageddon dan meningkatnya biaya produksi ponsel. Namun, menaikkan harga bersamaan dengan perubahan nama adalah cara yang sangat sinis untuk melakukannya.

Jika Galaxy Z Fold 8 benar-benar mendapatkan peningkatan hardware yang layak menyandang nama Ultra, seperti kembalinya S Pen, maka perubahan nama tersebut bisa diterima. Namun, jika hanya peningkatan inkremental, maka perubahan nama itu hanya untuk gimmick pemasaran belaka.

Adapun Galaxy Z Fold Wide, perubahan nama menjadi Galaxy Z Fold 8 akan membuat ponsel tersebut terlihat seperti sekuel dari Z Fold 7, bukan sebagai ponsel mandiri. Berbagai bocoran desain menunjukkan bahwa Wide hanya akan memiliki dua kamera belakang. Penurunan dari kamera utama 200MP menjadi 50MP juga bukan langkah yang baik, meskipun lensa keduanya juga 50MP dan merupakan peningkatan dari 12MP.

Idealnya, Samsung seharusnya merilis Z Fold Wide sebagai ponsel terpisah, seperti Galaxy Z Fold Special Edition atau Galaxy Z TriFold. Ini akan menjadi eksperimen untuk mengukur popularitas ponsel lipat bergaya paspor. Jika berhasil, pelajaran yang didapat bisa diterapkan pada ponsel lipat masa depan. Jika gagal, Samsung tidak perlu menanggung risiko peluncuran lini baru tahunan yang tidak diminati.

Rumor tetaplah rumor, dan belum ada jaminan bahwa Samsung benar-benar akan mencampuradukkan nama ponsel lipatnya. Jangan lupa bahwa rumor sebelumnya menyebut Galaxy S26 akan bernama Galaxy S26 Pro, tetapi itu tidak terjadi. Hal yang sama mungkin berlaku untuk Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold Wide, dan kita tidak akan tahu pasti hingga Galaxy Unpacked pada Juli mendatang.

Namun, perubahan nama yang dirumorkan ini terasa bukan kebetulan, mengingat iPhone Fold akan segera hadir. Apple menjadi ancaman terbesar bagi dominasi ponsel lipat Samsung, dan Samsung akan mengerahkan segala cara untuk mempertahankan posisi teratasnya. Bahkan jika itu berarti meniru desain iPhone Fold dan menggunakan taktik pemasaran yang licik.

Persaingan di pasar ponsel lipat seharusnya mendorong inovasi, bukan trik pemasaran. Samsung telah membiarkan ponsel lipatnya stagnan dalam waktu yang lama, terutama lini Z Flip. Kehadiran iPhone Fold diharapkan menjadi cambuk bagi Samsung untuk benar-benar berinovasi dan meningkatkan model-model masa depannya. Asalkan, Samsung tidak mencoba mengelabui konsumen dengan memberi kesan bahwa ponselnya adalah sesuatu yang bukan.

Untuk informasi lebih lanjut seputar perkembangan teknologi Samsung, Anda dapat membaca artikel terkait Bonus Chip Samsung yang baru saja disetujui.

Komentar

Belum ada komentar.