Dalam langkah yang dinilai sebagai terobosan besar di dunia teknologi wearables, Samsung dikabarkan akan segera mengadopsi baterai solid-state untuk produk-produk wearable-nya. Kabar ini muncul dari laporan terbaru yang berasal dari Korea Selatan, yang menyebutkan bahwa perusahaan raksasa teknologi tersebut sedang bersiap untuk menghadirkan inovasi baterai yang lebih aman dan efisien.
Mengenal Baterai Solid-State: Keunggulan dan Tantangannya
Baterai solid-state berbeda dari baterai lithium-ion konvensional karena menggunakan elektrolit padat, bukan cair. Perubahan ini membawa beberapa keunggulan signifikan:
- Kepadatan energi lebih tinggi: Memungkinkan kapasitas lebih besar dalam ukuran yang sama atau lebih kecil.
- Desain lebih fleksibel: Bisa dibentuk sesuai kebutuhan produk, termasuk bentuk-bentuk unik.
- Risiko kebakaran minimal: Tidak mengandung elektrolit cair yang mudah terbakar.
Bagi Samsung, aspek keamanan ini tentu menjadi pertimbangan utama, mengingat pengalaman mereka dengan kasus baterai Galaxy Note 7 yang meledak beberapa tahun lalu.
Roadmap Peluncuran: Dari Galaxy Ring hingga Smartwatch
Menurut laporan tersebut, Samsung akan menerapkan teknologi baru ini secara bertahap:
- Galaxy Ring: Produk pertama yang akan menggunakan baterai solid-state, diperkirakan meluncur di kuartal keempat 2025 (mungkin Galaxy Ring 2 atau 3).
- Earbuds: Akan menyusul di kuartal keempat 2026.
- Smartwatch: Baru akan menggunakan teknologi ini di kuartal keempat 2027.
Sayangnya, untuk smartphone, belum ada kabar kapan Samsung akan mengadopsi teknologi ini.
Tantangan Harga: Apakah Layak untuk Dibayar?
Salah satu tantangan utama baterai solid-state adalah biaya produksinya yang masih tinggi. Hal ini kemungkinan akan berdampak pada harga jual produk-produk Samsung yang menggunakannya. Galaxy Ring yang sudah tergolong premium sebelumnya, bisa menjadi semakin mahal dengan hadirnya teknologi baru ini.
Pertanyaannya: Seberapa besar konsumen bersedia membayar lebih untuk keunggulan yang ditawarkan? Apakah keamanan dan efisiensi yang lebih baik cukup menjadi alasan untuk merogoh kocek lebih dalam?
Meski demikian, jika Samsung berhasil memproduksi massal baterai solid-state untuk perangkat kecil seperti wearables, langkah selanjutnya ke perangkat yang lebih besar seperti smartphone mungkin hanya soal waktu.