📑 Daftar Isi

Ilustrasi render Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan desain tipis dan layar lebar

Rumor Galaxy Z Fold 8 Ultra: Baterai 5.000 mAh dan Pengisian 45W

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Galaxy Z Fold 8 Ultra dirumorkan hadir dengan baterai 5.000 mAh, naik 14% dari Z Fold 7
  • Mendukung pengisian daya 45W, lompatan signifikan dari 25W pada pendahulunya
  • Bobot tetap 215 gram dengan ketebalan berkurang dari 4,2mm menjadi 4,1mm
  • Masih kalah dari kompetitor seperti Honor Magic V6 (6.660 mAh, 80W) dan Oppo Find N6 (6.000 mAh, 80W)
  • Kekhawatiran utama adalah harga jual yang ikut "ultra" dan bisa menghambat adopsi pasar
  • Nama "Ultra" dipertanyakan jika tidak ada peningkatan signifikan lain seperti S Pen atau Privacy Display

Telset.id – Samsung dipastikan akan menghadirkan varian baru di jajaran ponsel lipat flagship mereka pada tahun ini. Alih-alih meneruskan penamaan Galaxy Z Fold 8 biasa, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu disebut akan meluncurkan Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan peningkatan signifikan pada sektor baterai dan kecepatan pengisian daya.

Informasi ini diungkap oleh pembocor ternama Ice Universe melalui platform X. Menurutnya, perangkat yang sebelumnya diperkirakan bernama Galaxy Z Fold 8 ini akan mendapatkan baterai berkapasitas 5.000 mAh, naik sekitar 14 persen dari pendahulunya, Galaxy Z Fold 7 yang hanya memiliki baterai 4.400 mAh. Peningkatan ini cukup besar di atas kertas, dan dalam penggunaan nyata, daya tahan baterai bisa terasa lebih impresif berkat dukungan prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 5 serta optimasi perangkat lunak yang menjadi andalan Samsung.

Tak hanya baterai yang lebih besar, Galaxy Z Fold 8 Ultra juga dirumorkan mendukung teknologi pengisian daya 45W. Meskipun angka ini mungkin tidak terlalu mengejutkan jika dibandingkan dengan ponsel Android terbaru dari Oppo, Vivo, OnePlus, Huawei, Honor, Xiaomi, atau Realme yang sudah menawarkan pengisian 80W atau lebih, namun lompatan dari 25W pada Galaxy Z Fold 7 ke 45W tetaplah peningkatan besar yang akan memangkas waktu pengisian secara signifikan.

Dari segi desain, Galaxy Z Fold 8 Ultra diperkirakan tidak akan banyak berubah dari pendahulunya. Bocoran terbaru menyebutkan perangkat ini akan mempertahankan bobot 215 gram yang sama dengan Galaxy Z Fold 7, namun berhasil mengurangi ketebalan saat terbuka dari 4,2 mm menjadi 4,1 mm. Ini adalah pencapaian teknis yang patut diapresiasi, mengingat penambahan kapasitas baterai biasanya akan menambah bobot dan dimensi perangkat. Samsung sepertinya menerapkan semacam “keajaiban teknik” untuk mencegah hal tersebut, yang setidaknya bisa menjadi justifikasi atas nama “Ultra” yang disematkan.

Perbandingan dengan Kompetitor

Meskipun peningkatan pada Galaxy Z Fold 8 Ultra terdengar menjanjikan, kapasitas baterai 5.000 mAh dan pengisian 45W masih kalah saing jika dibandingkan dengan kompetitor utamanya. Google Pixel 10 Pro Fold misalnya, memiliki baterai 5.015 mAh, sementara Motorola Razr Fold hadir dengan baterai 6.000 mAh dan pengisian 80W. Honor Magic V6 bahkan lebih gila dengan baterai 6.660 mAh dan pengisian 80W dalam ketebalan hanya 4 mm. Oppo Find N6 dan Vivo X Fold 5 juga sama-sama membawa baterai 6.000 mAh dengan pengisian 80W. Apple yang disebut akan merilis iPhone Ultra juga dikabarkan membawa baterai 5.500 mAh.

Di sisi dimensi, ketebalan 4,1 mm dan bobot 215 gram Galaxy Z Fold 8 Ultra memang terbilang kompetitif. Honor Magic V6 misalnya, memiliki bobot 219 gram dengan ketebalan 4 mm, sementara Oppo Find N6 berbobot 225 gram dengan ketebalan 4,2 mm. Namun, keberhasilan Galaxy Z Fold 8 Ultra tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi di atas kertas. Faktor lain seperti dukungan S Pen, fitur Privacy Display, dan tentu saja harga akan menjadi penentu utama.

Pertanyaan besarnya adalah: apakah nama “Ultra” ini benar-benar pantas? Jika hanya mengandalkan peningkatan baterai dan pengisian daya, rasanya masih kurang. Apalagi jika rumor tentang tidak hadirnya dukungan S Pen dan Privacy Display dari Galaxy S26 Ultra ke Galaxy Z Fold 8 Ultra ternyata benar. Kekhawatiran terbesar adalah harga jual yang ikut “ultra”. Jika Galaxy Z Fold 8 Ultra dibanderol beberapa ratus dolar lebih mahal dari Galaxy Z Fold 7 atau bahkan iPhone Ultra, maka hal itu bisa menghancurkan peluang perangkat ini untuk menjadi produk mainstream.

Sebagai informasi tambahan, Samsung juga tengah menghadapi persaingan ketat di pasar ponsel lipat. Xiaomi 17 Ultra yang dirumorkan rilis akhir tahun ini juga menjadi salah satu pesaing berat. Sementara itu, Vivo X200 Ultra yang batal rilis di India dan tetap eksklusif untuk China menunjukkan betapa sengitnya persaingan di segmen ini. Bahkan iPhone 17 Air yang dirumorkan memiliki layar besar 6,7 inci juga menjadi ancaman tersendiri.

Pada akhirnya, semua akan terjawab saat Samsung resmi meluncurkan Galaxy Z Fold 8 Ultra. Namun satu hal yang pasti: dengan segala peningkatan yang ada, harga yang kompetitif akan menjadi kunci utama agar perangkat ini bisa diterima pasar dan mencegah Apple untuk langsung menguasai pasar ponsel lipat.

Komentar

Belum ada komentar.