Telset.id – Keputusan Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat untuk melarang robot vacuum buatan asing berdampak langsung pada masa depan pasar perangkat rumah pintar. Meski efektif mulai berlaku, aturan ini tidak akan menarik produk yang sudah beredar dari pasaran. Larangan tersebut hanya menghentikan persetujuan model baru untuk dijual di Amerika Serikat.
Keputusan ini memicu kekhawatiran karena banyak merek robot vacuum terkemuka tidak berbasis di AS. Pelanggan yang berencana membeli model terbaru mungkin akan menghadapi pilihan yang jauh lebih terbatas.
Apa yang Sebenarnya Dilarang?
FCC baru saja memperbarui Covered List-nya dengan memasukkan robot bergerak canggih buatan asing, yang mencakup robot vacuum. Daftar ini berasal dari Section 2 Undang-Undang Secure and Trusted Communications Networks Act of 2019. Daftar tersebut merupakan “daftar peralatan dan layanan komunikasi yang dianggap menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima terhadap keamanan nasional Amerika Serikat atau keamanan dan keselamatan warga negara Amerika Serikat.”
Definisi perangkat robotik canggih ini mencakup beberapa poin penting:
- Robot bergerak otonom yang mampu melakukan lokomosi, menghindari rintangan, navigasi, atau bergerak di darat.
- Beroperasi dari jarak jauh dari operator atau pengawas manusia.
- Berat gabungan perangkat dan stasiun pengisian daya di atas 4,4 pon.
- Mengandung sensor yang mampu memahami lingkungan sekitarnya.
- Mengandung komponen yang menyediakan konektivitas jaringan, termasuk Bluetooth dan Wi-Fi.
- Mengandung perangkat lunak yang berjalan secara lokal atau jarak jauh, termasuk firmware dan AI atau bobot model machine-learning yang mengontrol navigasi dan persepsi gerakan robot.
Penentuan Keamanan Nasional menyatakan bahwa kendaraan terhubung, kendaraan di jalur rel, pesawat terbang, dan kendaraan bawah air tak berawak tidak termasuk dalam larangan ini, begitu pula robot stasioner. Namun, robot vacuum buatan asing, bersama dengan robot serupa seperti pembersih kolam renang robotik dan mesin pemotong rumput otomatis, tampaknya menjadi sasaran.
Mengapa Robot Vacuum Dianggap Berisiko?
Pengumuman ini muncul setelah FCC menandai semua perangkat ini sebagai risiko keamanan. Menurut Penentuan Keamanan Nasional, “kemampuan jaringan dari sistem robotik canggih menciptakan kerentanan dan vektor serangan yang luas yang dapat memanipulasi data dan operasi fisik dari sistem robotik canggih.”
Kekhawatiran utama terletak pada kamera dan sensor yang terpasang di perangkat ini. Beberapa bahkan memiliki mikrofon bawaan di stasiun pangkal untuk perintah suara. Memang, membawa perangkat dengan kamera dan konektivitas internet ke dalam rumah adalah risiko keamanan, terutama jika Wi-Fi Anda tidak aman.
Namun, menarik untuk melihat larangan ini berhenti pada robot vacuum dan tidak mencakup speaker pintar atau perangkat dengan kamera yang selalu menyala. Dokumentasi FCC sebenarnya mencantumkan kamera langsung sebagai contoh, serta contoh robot humanoid yang diretas, tetapi tidak ada contoh untuk robot vacuum.
Sebagian besar, tampaknya robot vacuum kurang beruntung. Mereka menggunakan sensor yang sama dengan robot lain tetapi tidak melakukan streaming langsung lingkungan sekitarnya. Mereka memang memetakan rumah Anda, tetapi peta itu tidak berguna untuk apa pun selain mengetahui di mana letak sofa dan ruangan mana yang memiliki karpet atau lantai keras.
Ini bukan satu-satunya hal yang dilarang akhir-akhir ini. Pada bulan Mei, FCC juga melarang router buatan asing, sehingga kita mungkin akan terus melihat larangan untuk berbagai produk teknologi rumah tangga sepanjang tahun ini.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Untuk saat ini, Anda masih dapat membeli robot vacuum (dan robot pembersih rumah otomatis serupa lainnya) seperti biasa. Persetujuan FCC telah diberikan untuk semua robot yang ada di pasaran, sehingga perubahan baru akan terjadi di masa depan, bukan secara instan.
Telset.id telah menghubungi pembuat pilihan robot vacuum teratas, yaitu Shark dan Eufy, bersama dengan pembuat robot populer Dreame dan Roborock. Shark dan Dreame tidak menanggapi, dan Roborock menolak berkomentar. Eufy membalas dengan pernyataan berikut:
“Kami mengetahui pembaruan terbaru dari FCC. Berdasarkan pemahaman kami saat ini, aturan baru tidak mempengaruhi ketersediaan, penggunaan, atau dukungan produk yang saat ini kami jual di Amerika Serikat. Produk-produk tersebut tetap tersedia dan akan terus menerima pembaruan serta dukungan pelanggan.”
Jadi, jangan khawatir untuk membuang robot vacuum Anda jika Anda sudah memilikinya. Jika Anda sedang mencari model baru, disarankan untuk membeli model terbaru dari merek yang mungkin terkena dampak, seperti Dreame dan Eufy, untuk berjaga-jaga jika model mendatang diblokir untuk masuk ke AS.
Akan menarik untuk melihat perusahaan mana yang menghindari larangan ini. Shark, misalnya, berbasis di AS, tetapi tidak jelas di mana lokasi manufaktur robot perusahaan tersebut. Matic adalah merek lain yang berbasis di AS yang berpotensi lolos dari larangan ini. Namun, pilihan pembelian akan menjadi jauh lebih terbatas seiring berjalannya waktu.
Larangan ini merupakan kabar buruk mengingat IFA Berlin dimulai pada 4 September, di mana kita sering melihat robot vacuum baru diumumkan. Tidak pasti apakah apa pun yang akan kita lihat di sana tahun ini akan mencapai AS. Pasar yang berkurang juga tidak baik bagi konsumen. Memiliki lebih sedikit pilihan tidak pernah membantu suatu kategori dan pada akhirnya dapat menaikkan harga pada robot vacuum yang kurang bertenaga karena terbatasnya pasokan.
Hanya waktu yang akan menentukan apa dampak selanjutnya dari kebijakan ini. Sementara itu, Anda bisa menyimak perkembangan lain di dunia teknologi, seperti Fitur Terbaru dari Substack yang memberikan kendali lebih kepada kreator.





Komentar
Belum ada komentar.