Jika Anda menantikan kehadiran chipset terbaru Qualcomm sebagai alternatif flagship yang lebih terjangkau, bersiaplah untuk sedikit kejutan. Bocoran terbaru mengungkap bahwa Snapdragon 8s Elite bukanlah varian “budget” dari Snapdragon 8 Elite, melainkan penyempurnaan dari Snapdragon 8s Gen 3. Lantas, apa yang membuat chipset ini layak diperhitungkan?
Arsitektur yang Tak Berubah, Tapi Performa Lebih Gesit
Menurut informasi yang beredar, Snapdragon 8s Elite tetap mengandalkan arsitektur ARM Cortex, bukan core Oryon kustom yang menjadi andalan Snapdragon 8 Elite. Chipset ini diproduksi dengan proses 4nm—sama seperti pendahulunya—sementara Snapdragon 8 Elite sudah beralih ke 3nm. Namun, Qualcomm melakukan sedikit reshuffle pada konfigurasi core:
- 1x Cortex-X4 (3.21GHz vs 3.0GHz pada 8s Gen 3)
- 3x Cortex-A720 (3.01GHz) + 2x Cortex-A720 (2.8GHz)
- 2x Cortex-A520 (2.02GHz)
Meski core-nya sama, peningkatan clock speed dan perubahan cluster (dari 1+4+3 ke 1+3+4) bisa memberikan dorongan performa yang signifikan. Namun, bandingkan dengan Snapdragon 8 Elite yang punya dual Oryon core 4.32GHz dan enam Oryon performance core 3.53GHz—jelas ada jarak yang cukup lebar.
GPU Lebih Kencang, Tapi Masih Bukan yang Teratas
Di sektor grafis, Snapdragon 8s Elite akan dibekali Adreno 825, peningkatan dari Adreno 735 pada 8s Gen 3. Meski lebih cepat, GPU ini masih kalah dari Adreno 830 di Snapdragon 8 Elite. Bocoran benchmark AnTuTu menunjukkan skor sekitar 2 juta, menempatkannya di antara 8s Gen 3 dan 8 Elite.
Qualcomm tampaknya sedang bermain cerdas di sini. Alih-alih menawarkan chipset flagship murah, mereka justru memperkuat posisi 8s Elite sebagai pilihan upper mid-range yang mampu menjembatani celah antara mid-range dan flagship. Strategi ini memungkinkan produsen smartphone menawarkan performa solid tanpa harus menaikkan harga terlalu drastis.
Target Pasar dan Perangkat yang Akan Menggunakannya
Bocoran sebelumnya menyebutkan bahwa Snapdragon 8s Elite akan menghadirkan diri di perangkat seperti iQOO Z10 Turbo Pro. Ini mengindikasikan bahwa Qualcomm menargetkan segmen pengguna yang menginginkan performa tinggi tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Bagi Anda yang tidak membutuhkan kekuatan penuh flagship, chipset ini bisa menjadi pilihan menarik.
Sayangnya, belum ada tanggal resmi peluncuran yang diumumkan. Namun, melihat Snapdragon 8s Gen 3 yang dirilis Maret tahun lalu, bisa jadi Qualcomm akan mengikuti timeline serupa. Yang jelas, Snapdragon 8s Elite bukan sekadar pembaruan biasa—ia adalah bukti bahwa Qualcomm serius menggarap segmen mid-range premium.
Jadi, apakah Snapdragon 8s Elite layak ditunggu? Jika Anda mencari keseimbangan antara harga dan performa, jawabannya adalah ya. Tapi jika Anda menginginkan yang terbaik tanpa kompromi, Snapdragon 8 Elite tetap menjadi rajanya.