Telset.id, Jakarta – Perplexity AI, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Los Angeles, California, telah mengumumkan pengembangan peramban web baru bernama Comet.
Langkah ini menandai pergeseran fokus dari sekadar menyediakan mesin pencari bertenaga AI menuju pengalaman penelusuran yang lebih terintegrasi.
Meskipun detail spesifik mengenai Comet masih terbatas, perusahaan telah membuka daftar tunggu bagi pengguna yang tertarik untuk mencoba peramban ini saat diluncurkan.
BACA JUGA:
- Terungkap! Rabbit R1 Bakal Gunakan Model Perplexity AI
- Peristiwa Penting yang Membuat 2024 Jadi Tahun Bersejarah untuk AI
Perplexity AI dikenal melalui mesin pencari bertenaga AI yang mampu menjawab pertanyaan pengguna dengan mengumpulkan dan meringkas informasi dari berbagai sumber di internet.
Pendekatan ini berbeda dari mesin pencari tradisional seperti Google, dengan menawarkan jawaban langsung dan ringkas. Dengan Comet, Perplexity berencana untuk membawa integrasi AI lebih dalam ke dalam pengalaman penelusuran web atay browser, yang mereka sebut sebagai “pencarian agentik”.
Istilah “pencarian agentik” mengacu pada penggunaan agen AI yang dapat melakukan tugas-tugas kompleks atas nama pengguna, seperti menganalisis konten secara real-time, mengelola tab secara cerdas, dan mendeteksi ancaman keamanan.
Dengan membangun peramban dari awal dengan fokus pada AI, Perplexity memiliki keuntungan untuk mengintegrasikan fitur-fitur ini secara lebih mendalam dibandingkan dengan peramban yang sudah ada seperti Google Chrome atau Microsoft Edge, yang menambahkan fitur AI ke dalam infrastruktur yang sudah ada.
Selain itu, Perplexity telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sejak didirikan pada tahun 2022. Perusahaan ini dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari $500 juta dalam pendanaan modal ventura dan memiliki valuasi sekitar $9 miliar. Mesin pencari AI mereka saat ini menangani lebih dari 100 juta kueri setiap minggunya.
Namun, Perplexity juga menghadapi tantangan hukum terkait penggunaan konten dari penerbit besar seperti Dow Jones dan The New York Post, yang menuduh perusahaan melakukan pelanggaran hak cipta. Meskipun demikian, Perplexity menyatakan bahwa mereka menghormati konten penerbit dan menawarkan program pembagian pendapatan sebagai solusi.
BACA JUGA:
- Siap Beradaptasi, Disney Mulai Bentuk Tim Pengembang AI dan AR
- Perplexity Usulkan Solusi AI Gantikan Karyawan Saat Mogok Kerja
Dengan Comet, Perplexity berupaya untuk bersaing di pasar peramban yang didominasi oleh pemain besar seperti Google dan Microsoft. Fokus pada integrasi AI yang mendalam dan fitur pencarian agentik dapat menjadi pembeda utama yang menarik pengguna mencari pengalaman penelusuran yang lebih cerdas dan efisien.