📑 Daftar Isi

Tablet Honor Pad X8b yang banyak dilirik konsumen akibat krisis RAM

Penjualan Tablet Honor Naik 40% Akibat Krisis RAM

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Penjualan tablet Honor naik 30-40% akibat krisis RAM global yang membuat harga laptop melambung
  • Aryo Meidianto, Head of PR PT Trinova Digital Indonesia, mengkonfirmasi kenaikan penjualan sejak dua bulan lalu
  • Dengan budget Rp 5 jutaan, konsumen bisa dapatkan tablet baru dengan spesifikasi terbaru
  • Honor menerapkan strategi bulk buying untuk menjaga harga tablet tetap stabil di tengah pelemahan rupiah
  • Lini produk Honor saat ini lebih didominasi tablet dibanding smartphone
  • Honor tetap akan merilis smartphone di Indonesia dengan fokus range harga Rp 3-7 juta
  • Fenomena ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen mencari alternatif laptop yang lebih terjangkau

Telset.id – Lonjakan harga RAM akibat krisis memori global membuat harga laptop melambung. Kondisi ini justru menjadi berkah bagi Honor karena banyak konsumen beralih ke tablet sebagai alternatif. Aryo Meidianto, Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia, distributor Honor di Indonesia, mencatat kenaikan penjualan tablet sejak dua bulan lalu ketika harga laptop mulai merangkak naik.

“Harusnya sih dari yang kemarin awal-awalnya si laptop kena sampai sekarang itu sekitar 30-40% naik dari tablet,” kata Aryo saat ditemui setelah hands-on Honor Pad X8b di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Fenomena ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen di tengah tekanan ekonomi global. Dengan budget Rp 5 jutaan, konsumen kini bisa mendapatkan tablet ringan dengan spesifikasi terbaru. Sementara itu, dengan harga yang sama, pilihan di pasar laptop hanya terbatas pada unit bekas yang usianya sudah uzur. Hal inilah yang mendorong popularitas tablet Honor di Indonesia.

Strategi Honor Hadapi Krisis

Aryo menjelaskan bahwa lini produk Honor saat ini lebih didominasi oleh tablet dibandingkan smartphone. Penjualan tablet Honor bahkan lebih tinggi dibandingkan penjualan smartphone. Untuk menjaga harga tetap kompetitif di tengah pelemahan nilai rupiah terhadap dolar, Honor menerapkan strategi bulk buying.

“Jadi kita hitung dulu kira-kira si perangkat ini end-of-life-nya sampai kapan. Dari situ kita bisa langsung, istilahnya pesan bulk, sebanyak itu,” ujar Aryo. “Jadi mau ada kenaikan apapun, kita nggak akan terpengaruh. Yang biasanya terpengaruh itu biasanya teman-teman vendor itu punya jumlah yang sedikit, kemudian habis di pasar, kemudian mereka memesan lagi harga sudah naik.”

Strategi ini memungkinkan Honor untuk menjaga stabilitas harga di tengah gejolak pasar. Sementara itu, vendor lain yang tidak menerapkan strategi serupa terpaksa menaikkan harga produk mereka. Kondisi ini semakin memperkuat posisi tablet Honor sebagai pilihan menarik bagi konsumen yang mencari perangkat terjangkau.

Fenomena kenaikan harga ini tidak hanya terjadi pada laptop. Beberapa produk teknologi lain juga mengalami penyesuaian harga. Misalnya, harga iPhone di RI juga naik drastis per akhir Mei 2026. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi global berdampak luas pada industri gadget.

Fokus Tablet vs Smartphone

Lantas, apakah Honor akan fokus meluncurkan tablet di Indonesia ketimbang smartphone? Aryo mengatakan Honor tetap akan merilis smartphone di Tanah Air, namun dengan memperhatikan daya beli masyarakat. “Sebenarnya smartphone juga, tapi at least kita mencoba untuk ada di range harga yang memang benar-benar kuat. Karena di range harga konsumen itu paling nggak di Rp 3 juta sampai sekitar 6-7 juta, itu sih range harga yang sekarang,” pungkasnya.

Dengan kata lain, Honor akan tetap menghadirkan smartphone, tetapi akan lebih selektif dalam menentukan segmen harga. Fokus utama saat ini adalah pada tablet yang permintaannya sedang melonjak. Keputusan ini tampaknya tepat mengingat data penjualan yang menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Kenaikan penjualan tablet Honor juga menjadi angin segar di tengah lesunya pasar gadget global. Banyak konsumen yang mencari alternatif lebih murah untuk produktivitas, terutama pelajar dan pekerja jarak jauh. Tablet dengan layar besar dan baterai tahan lama menjadi pilihan utama.

Menariknya, tren ini juga bertepatan dengan berbagai peluncuran produk baru di pasar. Misalnya, Infinix Hot 70 resmi dengan baterai 6000 mAh yang juga menyasar segmen harga menengah. Persaingan di segmen harga Rp 3-7 juta semakin ketat.

Dampak Krisis RAM bagi Konsumen

Krisis memori global yang memicu lonjakan harga RAM telah mengubah peta persaingan di industri gadget. Harga laptop yang melambung membuat konsumen mencari alternatif yang lebih terjangkau. Tablet, yang sebelumnya dianggap sebagai perangkat sekunder, kini menjadi pilihan utama bagi banyak orang.

Dengan budget yang sama, konsumen kini bisa mendapatkan tablet baru dengan spesifikasi terkini, dibandingkan laptop bekas yang mungkin sudah tidak mendapatkan dukungan pembaruan. Hal ini menjadi pertimbangan penting, terutama bagi pelajar dan pekerja yang membutuhkan perangkat untuk kegiatan sehari-hari.

Honor, dengan strategi bulk buying-nya, berhasil menjaga harga tabletnya tetap stabil. Ini menjadi nilai tambah di tengah ketidakpastian harga komponen global. Konsumen tidak perlu khawatir harga akan naik tiba-tiba dalam waktu dekat.

Ke depannya, tren ini diperkirakan akan terus berlanjut selama krisis RAM belum mereda. Produsen lain mungkin akan mengikuti jejak Honor dengan memperbanyak lini tablet atau menerapkan strategi serupa untuk menjaga harga. Konsumen pun diuntungkan dengan semakin banyaknya pilihan tablet berkualitas di pasaran.

Bagi yang sedang mencari perangkat baru, tablet Honor bisa menjadi pilihan menarik. Namun, tetap pertimbangkan kebutuhan spesifik Anda. Jika membutuhkan performa komputasi berat, laptop mungkin masih menjadi pilihan terbaik meski harganya lebih mahal. Namun, untuk kebutuhan produktivitas ringan dan hiburan, tablet adalah alternatif yang sangat layak.

Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa pasar gadget sangat dinamis. Perubahan harga komponen global bisa berdampak besar pada pilihan konsumen. Produsen yang mampu beradaptasi dengan cepat, seperti Honor, akan keluar sebagai pemenang di tengah krisis.

Dengan strategi yang tepat, Honor berhasil memanfaatkan momentum krisis RAM untuk meningkatkan pangsa pasarnya. Tablet Honor kini menjadi pilihan utama bagi konsumen yang mencari perangkat terjangkau di tengah lonjakan harga laptop. Ke depannya, akan menarik untuk melihat bagaimana strategi ini berkembang.

Komentar

Belum ada komentar.