Ada Covid-19, Penjualan Samsung Merosot, Xiaomi Naik

Telset.id, Jakarta – Pandemi Covid-19 berdampak pada industri smartphone. Data terbaru menunjukan jika penjualan Samsung, Apple dan lain sebagainya merosot tajam tetapi Xiaomi tetap naik walaupun presentasenya kecil.

Dilansir Telset.id dari Phone Arena pada Selasa (02/06/2020) lembaga riset Gartner merilis data penjualan smartphone pada Q1 tahun 2020. Berdasarkan jumlah penjualan, Samsung masih menduduki peringkat pertama dengan penjualan 55,3 juta unit dan market shared 18,5%.

Samsung berhasil mengalahkan dua pesaing di bawah yakni Huawei dan Apple yang masing-masing berhasil menjual 42,4 juta unit dan 40,9 juta unit smartphone dengan market shared 14,2% dan 13,7%.

{Baca juga: Samsung Galaxy Z Flip Thom Browne Meluncur di Spanyol}

Xiaomi, Oppo dan smartphone merek lain berada di posisi keempat hingga keenam. Xiaomi berhasil menjual 27,8 juta unit dengan market shared 9,3%, Oppo berhasil menjual 23,9 juta unit dengan market shared 8% dan smartphone lain dari berbagai merek berhasil menjual 109,6 juta unit dengan market shared 36,3%.

Sepintas data ini menunjukan jika vendor smartphone masih mampu menjual produk mereka selama pandemi Covid-19. Namun jika dibandingkan data Q1 tahun 2019 terjadi penuruan tajam. Secara, penjualan smartphone merosot hingga 20% dibanding Q1 tahun lalu.

Sedangkan tren penurunan masing-masing merek berbeda satu sama lain. Penurunan penjualan paling tajam dialami oleh Huawei dengan presentase 27,3%. Penurunan diatas 20% juga dialami oleh Samsung dan Merek-merek lain dengan presentase 22,7% dan 24,2%.

Sedangkan nasib berbeda dialami oleh Xiaomi. Di tengah pandemi Covid-19 penjualan Xiaomi tetap naik walaupun presentasenya hanya 1,4% dibandingkan penjualan pada Q1 tahun 2019 lalu. Sayangnya keberhasilan Xiaomi tidak diikuti oleh Oppo yang harus penjualannya juga merosot hingga 19,1%.

Penjualan Smartphone Pandemi Covid-19

{Baca juga: Catat! Ini Daftar HP Xiaomi yang Dapat Update MIUI 12}

Merosotnya penjualan smartphone memang tidak bisa terlepas dari pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 berdampak pada banyaknya orang-orang menjadi korban PHK sehingga daya beli konsumen menurun.

Sedangkan keberhasilan Xiaomi untuk menjaga tren positif tidak bisa terlepas dari penjualan seri Redmi serta eksistensi Xiaomi di pasar online. [NM/HBS]

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -