Ilustrasi iPhone dan smartphone lain di tengah pasar yang menyusut

Pasar Smartphone Menyusut, iPhone dan Huawei Justru Tumbuh

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pasar smartphone global menyusut 8% year-over-year pada Week 20 2026
  • Apple mencatat pertumbuhan penjualan iPhone 10% di tengah penurunan pasar
  • Huawei melonjak 23% berkat dominasi di pasar China dengan pangsa 20%
  • Samsung hampir impas dengan penurunan 1%, sementara Oppo turun 10%, Xiaomi 17%, dan Vivo 19%
  • Kenaikan harga RAM dan memori menjadi penyebab utama, didorong investasi AI besar-besaran
  • Apple CEO Tim Cook konfirmasi kenaikan harga produk tidak bisa dihindari

Telset.id – Pasar smartphone global terus mengalami tekanan, namun dua merek justru mencatat pertumbuhan signifikan. Laporan terbaru dari Counterpoint Research mengungkapkan bahwa pada Week 20 tahun 2026, pasar smartphone global menyusut hingga 8% year-over-year. Di tengah situasi sulit ini, Apple berhasil membukukan pertumbuhan penjualan iPhone sebesar 10%, sementara Huawei mencatatkan lonjakan penjualan hingga 23% pada periode yang sama.

Data Counterpoint Research menunjukkan bahwa pekan ke-20 tahun 2026 merupakan pekan ke-9 berturut-turut di mana pasar smartphone mengalami penurunan penjualan. Namun, Apple dan Huawei menjadi dua pengecualian yang menonjol.

Grafik Counterpoint menunjukkan pasar smartphone menyusut, tetapi Apple dan Huawei tumbuh signifikan

## Huawei: Pemimpin Pasar China

Huawei menjadi bintang dalam laporan ini dengan pertumbuhan penjualan tahunan sebesar 23%. Keberhasilan ini sebagian besar didorong oleh dominasi Huawei di pasar domestik China, di mana perusahaan tersebut berbagi posisi pertama dengan pangsa pasar 20%. Analis Counterpoint menilai Huawei berada dalam “gelembungnya sendiri” dan bergerak beberapa bulan lebih lambat dibandingkan pasar reguler.

Keunggulan Huawei juga terletak pada fleksibilitasnya dalam mengamankan komponen hardware lokal, termasuk RAM, dalam jumlah besar dan cepat. Hal ini dimungkinkan karena fokus utama Huawei pada pasar lokal China akibat sanksi dari Amerika Serikat. Meski demikian, analis memperingatkan bahwa kelangkaan komponen pada akhirnya akan berdampak pada Huawei juga.

## Samsung, Oppo, Xiaomi, dan Vivo: Nasib Berbeda

Sementara Apple dan Huawei menikmati pertumbuhan, produsen smartphone lain mengalami nasib sebaliknya. Samsung hampir mencapai titik impas dengan penurunan penjualan hanya 1% dibandingkan tahun lalu. Posisi ini relatif stabil dibandingkan pesaing lainnya.

Kondisi jauh lebih buruk dialami oleh tiga pemain besar lainnya. Oppo mencatat penurunan penjualan sebesar 10%, Xiaomi mengalami penurunan drastis hingga 17%, dan Vivo menjadi yang paling terpukul dengan penurunan penjualan mencapai 19%. Penurunan ini menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak merata dan lebih berat dirasakan oleh merek-merek asal China selain Huawei.

## Akar Masalah: Harga Memori dan RAM

Penyebab utama dari kontraksi pasar ini adalah kenaikan harga memori yang terus berlanjut. Tarun Pathak, Research Director di Counterpoint Research, menjelaskan bahwa harga memori dipastikan akan tetap tinggi untuk sisa tahun 2026. Akibatnya, para OEM (Original Equipment Manufacturer) harus menyesuaikan strategi mereka.

“Untuk menghadapi tekanan ini, mereka kini menerapkan kombinasi kenaikan harga, penyesuaian peluncuran produk, dan taktik optimalisasi biaya yang agresif, termasuk perangkat yang ‘memotong fitur di berbagai aspek’ dan manajemen saluran yang lebih efisien,” ujar Pathak.

Situasi ini memaksa produsen untuk menaikkan harga jual kepada konsumen akhir. Bahkan Apple tidak dapat menghindari kenaikan harga. Hanya beberapa jam sebelum laporan Counterpoint dirilis, CEO Apple Tim Cook mengonfirmasi bahwa kenaikan harga tidak dapat dihindari.

“Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari. Kami melakukan yang terbaik untuk mengurangi kenaikan besar yang dibebankan kepada kami, dan kami telah berusaha melindungi pelanggan dari kenaikan tersebut, tetapi situasinya sudah tidak dapat dipertahankan lagi,” kata Tim Cook pada Juni 2026.

## AI sebagai Pendorong Utama Kenaikan Harga

Ilustrasi AI sebagai penyebab kelangkaan RAM

Faktor utama di balik lonjakan permintaan hardware adalah kecerdasan buatan (AI). Perusahaan-perusahaan teknologi besar berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur AI, yang pada gilirannya mendorong harga hardware meroket. Google, misalnya, baru-baru ini mengumumkan rencana investasi sebesar 80 miliar dolar untuk memperluas infrastruktur AI mereka. Hardware untuk keperluan tersebut harus dipasok dari suatu tempat, dan hal ini menciptakan persaingan yang ketat dengan industri smartphone.

## Inovasi Alternatif: Phone Cluster Computing

Menariknya, para peneliti di University of San Diego telah melakukan eksperimen menarik dengan restu Google. Mereka menggunakan 20 ponsel Pixel lama untuk membuat pusat data kecil, yang disebut Phone Cluster Computing. Proyek ini berencana untuk memperluas skala hingga 2.000 ponsel. Meskipun inovasi ini berpotensi mengurangi tekanan pada produsen hardware, hasilnya tidak akan terlihat dalam waktu dekat.

## Implikasi bagi Konsumen

Bagi konsumen, situasi ini berarti harga smartphone di masa mendatang kemungkinan akan terus meningkat. Produsen seperti Apple telah mengonfirmasi kenaikan harga, dan merek lain kemungkinan akan mengikuti langkah serupa. Konsumen mungkin perlu mempertimbangkan untuk memperpanjang masa pakai ponsel lama mereka atau beralih ke model yang lebih murah.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan terbaru di dunia smartphone, Anda dapat membaca artikel tentang Xiaomi 17 Max atau fitur berbagi file terbaru dari Xiaomi dan HyperOS 3.

Komentar

Belum ada komentar.