Telset.id ā Bayangkan sebuah smartphone yang tidak lagi berusaha menjadi jack of all trades, melainkan memilih fokus dan menguasai satu bidang dengan brutal: fotografi dan sinematografi. Oppo Find X9 Ultra bukan sekadar ponsel flagship biasa; ini adalah pernyataan ambisi. Dengan mengusung dua kamera belakang beresolusi 200 megapiksel, perangkat ini secara terang-terangan menyatakan diri sebagai ākamera pertama, ponsel keduaā. Apakah pendekatan radikal ini akan mengubah permainan, atau justru menjadi niche bagi segelintir kreator? Mari kita bedah.
Lanskap smartphone flagship tahun 2026 dipenuhi dengan iterasi yang aman. Peningkatan chipset di sini, peningkatan kecil kamera di sana. Oppo, tampaknya, memilih jalan yang berbeda. Find X9 Ultra hadir dengan proposisi yang jelas dan berani: menjadi alat produksi kreatif yang komprehensif. Ambisi ini tidak main-main, terlihat dari sistem enam lensa yang dirancang untuk menutupi hampir semua kasus penggunaan fotografi dan videografi. Jika sebelumnya kita mengenal Oppo Find X9 Ultra dari berbagai bocoran spesifikasi monster, kini realitanya bahkan lebih mengesankan. Fokus pada fotografi ini juga sejalan dengan jadwal rilis yang telah diumumkan, menegaskan komitmen mereka.
Namun, spesifikasi mentah hanyalah separuh cerita. Keberhasilan Find X9 Ultra akan sangat bergantung pada bagaimana Oppo mengintegrasikan hardware yang luar biasa ini dengan software dan ekosistem pendukung, menciptakan pengalaman yang mulus bagi fotografer amatir yang serius maupun profesional yang mobile. Inilah yang coba dijawab Oppo, dan jawabannya datang dalam bentuk kolaborasi mendalam dengan Hasselblad serta serangkaian fitur yang biasanya ditemukan di peralatan profesional.

Mari mulai dari jantung perangkat ini: sistem kamera. Headline-nya sudah jelas, dual 200MP. Bukan hanya angka yang besar, tetapi implementasinya yang strategis. Kamera utama 200MP dengan aperture f/1.5 diklaim mampu menangkap cahaya lebih banyak dibandingkan sensor 1 inci tradisional. Ini adalah dasar untuk dynamic range yang luas dan detail dalam kondisi cahaya rendah. Lalu, berdampingan dengannya, ada kamera tele 3x 200MP dengan sensor besar 1/1.28 inci. Kombinasi resolusi tinggi dan sensor besar untuk lensa telefoto ini langka, ditujukan khusus untuk potret dan bidikan close-up dengan detail yang mencengangkan.
Lensa ketiga adalah keajaiban zoom: telefoto 50MP dengan zoom optik 10x yang juga mampu menghasilkan foto dengan ākualitas zoom optik 20xā. Ini menjawab bocoran sebelumnya tentang kemampuan zoom bawaan yang menggiurkan. Tidak ketinggalan, kamera ultra-wide 50MP mengalami peningkatan signifikan dengan kemampuan menangkap cahaya 56% lebih banyak daripada generasi sebelumnya. Hasilnya? Oppo mengklaim cakupan panjang fokus penuh dalam kualitas 8K untuk pertama kalinya di jajarannya. Ini bukan sekadar memiliki banyak lensa, tetapi memastikan setiap lensa berkualitas tinggi di seluruh rentang zoom.
Di balik hardware, peran Hasselblad Master Mode menjadi krusial. Mode ini bukan sekadar filter mewah, melainkan suite alat komputasional canggih. Hasselblad True Detail memungkinkan output foto 8K di enam panjang fokus berbeda. Hasselblad Natural Color kini dipasangkan dengan pipeline ProXDR full-link untuk warna yang lebih akurat dan hidup dari perekaman hingga tampilan. Yang paling menarik mungkin Master Mode Original Film, yang menghidupkan kembali nuansa film klasik melalui pemrosesan komputasional. Sembilan preset gaya film ini dirancang untuk meniru perilaku warna dan tone film sungguhan, bukan sekadar overlay warna.
Baca Juga:
Namun, Oppo tidak berhenti di foto. Ambisi sesungguhnya mungkin terletak pada posisi Find X9 Ultra sebagai āalat produktivitas sinematikā. Dukungan video 8K pada 30fps dan 4K pada 120fps, keduanya dalam format Log 10-bit, adalah modal dasar yang solid. Ditambah dengan profil O-Log2 baru yang diklaim menjaga lebih banyak detail di bayangan dan midtone, ponsel ini mulai berbicara bahasa yang sama dengan kamera cinema profesional. Dukungan untuk workflow manajemen warna ACES, yang biasa digunakan di produksi profesional, dan kemampuan untuk menggunakan serta menerapkan custom 3D LUT langsung di perangkat, adalah fitur yang biasanya Anda harapkan dari peralatan berharga puluhan ribu dolar, bukan dari sebuah smartphone.

Dan di sinilah konsep āekosistemā bermain. Oppo memahami bahwa kamera hebat membutuhkan aksesori dan integrasi. Kolaborasi dengan TILTA menghadirkan aksesori seperti filter ND dan grip fokus manual, mengubah ponsel menjadi unit kamera yang lebih ergonomis dan fungsional. Dukungan output HDMI memudahkan integrasi ke dalam setup multi-kamera untuk siaran langsung atau produksi yang lebih kompleks. Bahkan untuk pascaproduksi dan penyimpanan, Oppo bermitra dengan merek NAS, Flyniu, untuk memungkinkan manajemen cloud pribadi. Ini adalah pemikiran holistik yang langka.
Lantas, bagaimana dengan sisi lain yang membuatnya tetap menjadi āponselā? Desain Find X9 Ultra terinspirasi dari Hasselblad X2D 100C Earth Explorer Limited Edition, menekankan material dan finishing. Bagian belakang menggunakan generasi baru kulit ramah lingkungan, dengan branding Hasselblad yang mencolok. Tersedia dalam tiga pilihan warna: Earth Tundra, Polar Glacier, dan Velvet Sand Canyon. Dari segi ketahanan, Oppo menggunakan Crystal Shield Glass dan mengklaim waterproofing level penuh dengan peringkat IP66, IP68, dan IP69, serta sertifikasi tahan jatuh dan shock lima bintang dari SGS. Ini adalah ponsel yang dibangun untuk bertahan, sesuai untuk dibawa dalam berbagai kondisi pemotretan.

Di balik layar, Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipadukan dengan tuning Oppo Tide Engine menjanjikan performa puncak. Oppo menyatakan ponsel dapat mempertahankan performa 144Hz di game berat, termasuk MOBA dan FPS. Layarnya sendiri adalah panel 2K 6.82 inci dengan refresh rate 144Hz, dilengkapi koreksi gamma per-pixel dan fitur pelindung mata. Daya tahan baterai ditangani oleh āGlacier Batteryā berkapasitas 7050mAh dengan anode silikon-karbon dan chip manajemen energi khusus, didukung pengisian daya nirkabel 50W dan SuperVOOC kabel 100W.
Fitur konektivitas juga tak kalah premium. Dukungan komunikasi satelit ganda untuk panggilan dan pesan saat tidak ada sinyal seluler, didukung chip peningkatan komunikasi khusus, menjadikannya teman yang andal untuk petualang atau jurnalis lapangan. Penyempurnaan juga hadir pada audio dengan speaker dual simetris dan motor getar bionik untuk umpan balik haptic yang lebih kaya.

Pertanyaan terakhir, tentu saja, harganya. Oppo Find X9 Ultra memulai banderolnya dari CNY 7,499 (sekitar Rp 16,8 juta) untuk varian 12GB + 256GB. Varian 12GB + 512GB dijual CNY 7,999 (sekitar Rp 17,9 juta), sementara 16GB + 512GB seharga CNY 8,499 (sekitar Rp 19 juta). Untuk yang membutuhkan kapasitas lebih, varian 16GB + 1TB dibanderol CNY 9,299 (sekitar Rp 20,8 juta), dan edisi dengan satelit (16GB + 1TB) seharga CNY 9,499 (sekitar Rp 21,3 juta). Ada juga āHasselblad Earth Explorer Master Setā yang lebih eksklusif dengan harga CNY 11,999 (sekitar Rp 26,9 juta), termasuk varian 16GB + 1TB dengan komunikasi satelit dan bundel aksesori profesional. Kit aksesori fotografi profesional terpisah ditawarkan seharga CNY 2,499 (sekitar Rp 5,6 juta).
Jadi, apakah Oppo Find X9 Ultra sekadar ponsel mahal dengan kamera banyak? Tampaknya tidak. Ini adalah eksperimen berani dalam mendefinisikan ulang apa yang bisa dilakukan oleh sebuah perangkat genggam. Dengan fokus tanpa kompromi pada imaging, dukungan ekosistem profesional, dan spesifikasi yang mendobrak batas, Find X9 Ultra tidak berbicara kepada semua orang. Ia menyasar para kreator, fotografer, dan sineas yang menginginkan fleksibilitas dan kualitas profesional dalam saku mereka. Ia mungkin tidak akan menjadi ponsel terlaris, tetapi kehadirannya bisa memaksa seluruh industri untuk berpikir: apakah masa depan flagship adalah menjadi master of one, bukan jack of all trades? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Oppo telah melemparkan sarung tangan ke arena.




