Telset.id – Sebuah startup asal Paris bernama Open Tools ingin mengembalikan kendali printer ke tangan pengguna. Mereka baru saja merilis video prototipe pertama dari ‘Open Printer’, sebuah printer inkjet open-source yang bebas dari DRM dan dirancang untuk diperbaiki sendiri.
Printer ini menjadi angin segar di industri yang selama bertahun-tahun dibelenggu oleh chip DRM, tinta berlangganan, dan firmware yang memblokir kartrid non-merk. Open Tools menawarkan solusi radikal: perangkat keras yang sepenuhnya terbuka dan dapat dimodifikasi oleh pemiliknya.
Prototipe Open Printer telah dinominasikan untuk dua penghargaan di French Design Awards. Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi mengenai harga, tanggal pengiriman, atau kecepatan cetak. Perangkat ini pertama kali muncul di platform Crowd Supply sekitar sembilan bulan lalu.

**Spesifikasi dan Cara Kerja**
Open Printer ditenagai oleh Raspberry Pi Zero W yang berfungsi sebagai server cetak. Sebuah mikrokontroler STMicroelectronics STM32 mengelola papan kartrid terpisah. Kontrol perangkat dilakukan melalui layar TFT LCD 1,47 inci dan jog wheel.
Konektivitasnya mencakup USB-C, USB-A, Bluetooth 4.1, dan input DC 24V. Menariknya, printer ini menggunakan sistem CUPS (Common Unix Printing System) open-source, sehingga kompatibel dengan Windows, macOS, Linux, Android, dan iOS tanpa perlu driver vendor.
Open Tools mengklaim resolusi cetak mencapai 600 dpi untuk hitam dan 1200 dpi untuk warna. Printer ini menggunakan kartrid HP 63 (AS), HP 302 (Eropa), dan HP 803 (Asia). Semua kartrid dapat diisi ulang (refillable) dan bekerja secara independen, sehingga pengguna tidak perlu berhenti mencetak jika salah satu tinta habis.
**Lisensi dan Kontroversi**
Seluruh desain elektronik, firmware, file mekanis, dan bill of materials Open Printer dilisensikan di bawah Creative Commons BY-NC-SA 4.0. Lisensi ini memungkinkan pemilik untuk memperbaiki, memodifikasi, dan berbagi desain, tetapi melarang pihak lain membuat dan menjual printer tersebut secara komersial.
Namun, ada satu kelemahan signifikan. Open Printer hanya menggunakan badan kartrid HP dengan printhead terintegrasi. Ini berarti kebebasan mengisi ulang tinta hanya akan bertahan selama HP masih menjual kartrid dalam bentuk yang menerima tinta pihak ketiga.
Pilihan ini cukup kontroversial mengingat HP adalah vendor yang paling sering dikaitkan dengan penguncian kartrid. HP sebelumnya memiliki program HP+ dan Instant Ink yang mengikat pengguna dengan kartrid bermerek, sebelum program tersebut dihentikan pada 2024 setelah mendapat reaksi negatif.
**Tantangan Pengembangan**
Open Tools masih terus mengembangkan perangkat ini. Wi-Fi dan Ethernet masih dalam tahap integrasi. Spesifikasi menyebutkan Wi-Fi 5, yang melebihi kemampuan radio 802.11n bawaan Raspberry Pi Zero W. Kemungkinan besar, konektivitas jaringan akan bergantung pada modul tambahan.
Selain itu, tim pengembang masih mengerjakan beberapa aspek teknis seperti pengeringan tinta, siklus pembersihan printhead, pemasukan kertas, dan algoritma dithering.
Baca Juga:
**Ketersediaan dan Harga**
Hingga saat ini, Open Tools belum mengumumkan target pendanaan untuk kampanye crowdfunding. Perusahaan menyatakan bahwa harga akhir akan tergantung pada volume produksi, biaya komponen, sertifikasi, dan sisa pekerjaan rekayasa.
Angka pasti akan diumumkan ketika kampanye crowdfunding dibuka dalam beberapa bulan mendatang. Ini adalah proyek yang patut ditunggu bagi para penggemar teknologi open-source dan mereka yang muak dengan praktik bisnis printer konvensional.
Printer open-source ini bisa menjadi solusi bagi banyak orang yang ingin lepas dari ketergantungan pada kartrid bermerek. Dengan desain yang dapat diperbaiki dan dimodifikasi, Open Printer menawarkan kebebasan yang selama ini hilang dari industri percetakan.
Konsep open-source dalam dunia printer sebenarnya bukan hal baru. Beberapa proyek sebelumnya juga mencoba menghadirkan alternatif serupa, namun belum ada yang berhasil menembus pasar massal. Open Tools berharap bisa mengubah hal itu.
Dengan dukungan komunitas open-source yang kuat, Open Printer memiliki potensi untuk menjadi game-changer di industri yang sudah lama stagnan. Namun, perjalanan masih panjang dan banyak tantangan yang harus dihadapi.
Para pengamat teknologi akan terus memantau perkembangan proyek ini. Jika berhasil, Open Printer bisa menjadi preseden baru bagi industri printer yang lebih ramah pengguna dan berkelanjutan.





Komentar
Belum ada komentar.