Ilustrasi logo OnePlus dan Oppo yang menyatu menandakan integrasi merek

OnePlus Dikabarkan Kehilangan Status Brand Independen

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • OnePlus dikabarkan akan kehilangan status brand independen dan menjadi lini produk Oppo.
  • Indikasi restrukturisasi muncul dari India, di mana CEO Realme Michael Guo mundur.
  • Operasional OnePlus India akan diawasi oleh Chase Xu, VP Realme.
  • Rumor menyebutkan OnePlus dan Realme akan menjadi lini produk Oppo, kehilangan independensi.
  • Tanda-tanda sudah terlihat dengan penutupan ritel OnePlus India dan fokus online.
  • OnePlus 16T dikabarkan akan menjadi flagship terakhir sebelum integrasi.
  • Keputusan ini dianggap tidak mengejutkan mengingat OnePlus sudah lama menjual rebrand Oppo.

Telset.id – OnePlus, salah satu merek Android populer, kembali diterpa kabar akan kehilangan statusnya sebagai entitas independen dan berubah menjadi lini produk Oppo. Kabar ini muncul dari laporan terbaru yang menyebutkan adanya restrukturisasi besar di India, yang mengindikasikan perubahan signifikan bagi masa depan brand tersebut.

Indikasi restrukturisasi ini datang dari India, di mana CEO Realme, Michael Guo, yang juga disebut-sebut mengawasi operasional OnePlus India secara informal, telah mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Pengunduran diri ini diungkapkan oleh publikasi Moneycontrol. Namun, rumor yang beredar meyakini bahwa kepergiannya juga terkait dengan perubahan besar yang akan menjadikan Realme dan OnePlus sebagai bagian dari Oppo.

“Kami mengonfirmasi bahwa Michael Guo telah mengundurkan diri dari perannya sebagai Perwakilan Kepala yang mengawasi bisnis merek realme di India karena alasan kesehatan tertentu,” ujar juru bicara Realme India kepada Moneycontrol. “Perusahaan menghormati keputusannya dan menyampaikan penghargaan yang tulus atas kontribusinya yang berharga bagi bisnis, termasuk wilayah India, selama masa jabatannya.”

Dengan tidak adanya Michael Guo, operasi di pasar India yang luas akan diawasi oleh Chase Xu, seorang Wakil Presiden di Realme. Perubahan personel ini memperkuat spekulasi bahwa Oppo sedang mempercepat rencana integrasinya.

Selain perubahan personel, laporan Moneycontrol mengklaim bahwa restrukturisasi ini sejalan dengan rencana Oppo yang lebih luas untuk menjadikan Realme dan OnePlus sebagai lini produk Oppo, sehingga kehilangan independensi merek mereka. Ini berarti ponsel OnePlus tidak akan punah secara teknis, tetapi akan dijual sebagai lini produk Oppo. Nasib yang sama juga akan menimpa Realme, yang sudah meninggalkan pasar domestik China.

Tanda-tanda perubahan ini sebenarnya sudah terlihat. Awal tahun ini, OnePlus India menutup lokasi ritelnya dan beralih menjadi merek yang hanya berjualan secara online. Saat ini, OnePlus sebagian besar aktif di China dan India. Meskipun situs web OnePlus masih aktif di Eropa dan banyak toko masih menjual ponsel OnePlus, operasinya terlihat menyusut secara signifikan.

Kabar ini sebenarnya tidak mengejutkan. Selama beberapa bulan terakhir, banyak rumor beredar mengenai potensi kehancuran OnePlus. Mulai dari penghentian total merek, merger dengan Oppo, hingga meninggalkan pasar utama AS dan Eropa. Bahkan sempat ada rumor besar bahwa OnePlus akan menghentikan semua operasi mulai tahun 2026, namun ternyata tidak sepenuhnya terbukti.

Di saat yang sama, banyak rumor beredar tentang flagship OnePlus mendatang, yaitu OnePlus 16T, yang diharapkan hadir akhir tahun ini dan mungkin akan menjadi salam perpisahan terakhir sebelum OnePlus terintegrasi ke dalam Oppo.

Seorang penulis senior dari PhoneArena, Peter Kostadinov, menyatakan bahwa dirinya sudah menduga hal ini dan tidak masalah dengan perubahan tersebut. “Saya telah menjadi penggemar OnePlus sejak awal berdirinya pada tahun 2014. Namun, secara objektif benar bahwa perusahaan tidak lagi sama sejak Carl Pei pergi dan menjadi anak perusahaan bersama Oppo dan Realme di bawah konglomerat OPlus,” tulisnya.

Sejak saat itu, OnePlus sebagian besar menjual perangkat Oppo yang di-rebrand dengan spesifikasi yang sedikit lebih rendah dibandingkan aslinya. Kostadinov bahkan mengaku sudah beralih ke Oppo Find X9 Pro sebagai daily driver-nya, yang pada dasarnya adalah ponsel yang jauh lebih baik dengan DNA OnePlus yang sama.

OnePlus once again rumored to lose brand independence and devolve to an Oppo product line

“Jika ada, ponsel OnePlus sudah lama berhenti menjadi flagship killer seperti yang pernah dipasarkan, menjadi sesuatu yang justru mereka sumpahi untuk dihancurkan saat awal berdiri. Dan saya minta maaf, tapi itu bukan sesuatu yang akan saya rindukan,” pungkasnya.

Dengan semakin banyaknya bukti dan rumor yang berembus, tampaknya era OnePlus sebagai brand independen akan segera berakhir. Para penggemar setia mungkin harus bersiap untuk menyambut babak baru di mana OnePlus hanya akan menjadi salah satu lini produk di bawah naungan Oppo. Bagi yang penasaran dengan perkembangan terbaru, simak juga informasi mengenai OnePlus 15R Varian RAM 16GB dan OnePlus Pad 3 yang baru dirilis.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.