πŸ“‘ Daftar Isi

Nvidia Shield TV Pro, perangkat streaming Android TV yang naik harga menjadi USD299,99

Nvidia Shield TV Pro Naik Harga 50 Persen Jadi USD299,9 Imbas AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Nvidia Shield TV Pro naik harga dari USD199,99 jadi USD299,99 mulai 2 Oktober, naik sekitar 50 persen
  • Nvidia menyalahkan kenaikan biaya komponen, termasuk memori, yang terdorong kebutuhan AI
  • Nvidia Shield TV standar dihentikan, Shield TV Pro jadi satu-satunya perangkat Shield yang dijual
  • Spesifikasi: Tegra X1+, RAM 3GB, storage 16GB, dua USB 3.0, Gigabit Ethernet, dukungan 4K HDR 60 FPS, Dolby Vision, Dolby Atmos, dan GeForce Now
  • Stok tipis, out of stock di toko Nvidia, tapi tersedia di Best Buy; listing 16GB sempat muncul di USD249,21

Telset.id – Nvidia menaikkan harga Shield TV Pro dari USD199,99 saat peluncuran menjadi USD299,99, atau naik sekitar 50 persen, dan perusahaan secara terbuka menyalahkan lonjakan biaya komponen yang dipicu kebutuhan AI. Kenaikan harga perangkat streaming Android TV berusia tujuh tahun ini berlaku mulai 2 Oktober dan menjadikannya USD100 lebih mahal tanpa penyegaran hardware besar.

Keputusan tersebut diumumkan Nvidia melalui harga baru yang tercantum di situs resminya. Juru bicara Nvidia menyatakan, β€œStarting October 2, SHIELD Pro will be priced at $299. The cost of components, including memory, has increased substantially across the industry.” Kenaikan harga Shield TV Pro ini juga berbarengan dengan penghentian produksi model standar Nvidia Shield TV, sehingga Shield TV Pro kini menjadi satu-satunya perangkat streaming bermerek Shield yang masih dijual perusahaan.

Perangkat ini pertama kali hadir pada 2019 dengan harga peluncuran USD199,99, sementara varian non-Pro dibanderol USD149,99. Varian non-Pro sudah dihentikan, tetapi Shield TV Pro tetap bertahan di pasar meski mengusung prosesor Tegra X1+ yang sudah berumur. Bagi Nvidia, Tegra X1+ masih tergolong cepat untuk sebuah media streamer TV.

Spesifikasi dan Posisi Shield TV Pro

Meski berusia hampir tujuh tahun, Shield TV Pro masih dianggap relevan karena fungsinya melampaui kotak streaming TV biasa. Perangkat ini ditenagai prosesor Tegra X1+, RAM 3GB, dan penyimpanan internal 16GB. Shield TV Pro juga dilengkapi dua port USB 3.0, Gigabit Ethernet, serta dukungan untuk drive penyimpanan eksternal, sehingga berguna bagi pengguna dengan koleksi media lokal dan setup Plex.

Untuk pemutaran video, perangkat ini mendukung 4K HDR pada 60 FPS dan sejumlah teknologi video lanjutan, termasuk 4K HDR, Dolby Vision HDR/HDR10, dan AI-enhanced upscaling. Dari sisi audio, Shield TV Pro mendukung high-res audio seperti Dolby Digital, Dolby Digital Plus, Dolby Atmos, DTS-X surround sound, dan berbagai format audio lain. Bagi gamer, layanan cloud gaming Nvidia GeForce Now dan dukungan game Android memberi keunggulan tersendiri dibanding kotak streaming TV konvensional. Perangkat ini juga salah satu dari sedikit perangkat streaming berbasis Android yang masih menerima pembaruan software.

Baca Juga:

Dalam wawancara dengan Ars Technica awal tahun ini, Andrew Bell dari Nvidia menyebut Shield sebagai proyek berbasis passion, tetapi ia mengakui bahwa proyek semacam itu tetap harus menutup biaya di Nvidia. Bell menjelaskan bahwa Nvidia masih aktif memproduksi Shield dan menjual setiap unit yang dibuat. Tanpa stok hardware lama sebelum era AI, unit Shield TV baru terkena batasan rantai pasok yang sama seperti smartphone dan komputer saat ini.

Nvidia sendiri bukan pihak yang sekadar menjadi korban. Sebagai pemain kunci dalam hyperscaling AI, perusahaan ini lebih bertanggung jawab dibandingkan sebagian besar pihak lain atas mahalnya biaya komponen. Nvidia juga menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia berkat akselerator AI dan GPU yang memimpin pasar. Akibatnya, produk baru kini kerap diluncurkan dengan harga lebih tinggi dari pendahulunya, dan banyak yang menjadi lebih mahal selama masa penjualannya.

Konsol game termasuk yang paling terdampak. Nintendo, Microsoft, dan Sony semuanya menaikkan harga hardware generasi saat ini. PS5 Pro, misalnya, naik dari USD699,99 saat peluncuran pada 2024 menjadi USD899,99 saat ini. Stok Shield TV Pro dilaporkan tipis selama beberapa bulan terakhir, kemungkinan karena unit baru menjadi terlalu mahal untuk diproduksi ketika harga komponen naik begitu cepat. Pada harga USD300, Nvidia dinilai lebih masuk akal untuk memproduksi lebih banyak perangkat.

Namun, harga yang lebih tinggi ini membuat perangkat set-top box yang sudah niche menjadi semakin kurang menarik bagi orang yang sekadar ingin streaming Netflix. Kecuali pengguna membutuhkan dukungan codec Shield yang luas atau kemampuan Plex server, memilih streamer yang lebih murah dinilai lebih masuk akal. Situasi ini sejalan dengan tekanan rantai pasok yang juga menyeret isu lain di ekosistem Nvidia, seperti kasus Penyelundupan Chip Nvidia yang semakin marak dan mendorong pemerintah AS mendesak perusahaan bertindak.

Ketersediaan Shield TV Pro sendiri masih terbatas. Perangkat ini masih out of stock di toko Nvidia, tetapi tersedia dengan harga baru di Best Buy. Di sisi lain, sebuah listing Best Buy untuk model 16GB sempat terlihat di harga USD249,21, sekitar USD50 lebih murah dari harga resmi Nvidia yang direvisi. Listing tersebut saat itu berstatus out of stock, sehingga belum jelas apakah harga lebih rendah itu merupakan diskon sementara atau harga standar peritel.

Dampak bagi Pasar Perangkat Streaming

Kenaikan harga Shield TV Pro memperlihatkan bagaimana biaya komponen yang terdorong kebutuhan AI merembet ke perangkat konsumen yang usianya sudah matang. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada Shield TV Pro, tetapi juga pada konsol game dan produk lain yang mengalami kenaikan harga selama masa penjualannya. Nvidia, melalui posisinya di pasar AI, berada di pusat tekanan biaya tersebut.

Perkembangan ini juga menjadi bagian dari dinamika bisnis Nvidia yang lebih luas. Perusahaan terus memperluas lini produk dan inisiatifnya, termasuk langkah seperti Open Agent Safety Platform yang menyasar keamanan AI agent. Sementara itu, harga komponen yang tinggi membuat produk baru lebih mahal dibandingkan pendahulunya, dan banyak perangkat menjadi lebih mahal seiring waktu.

Bagi konsumen yang mempertimbangkan Shield TV Pro, keputusan kini lebih bergantung pada kebutuhan spesifik. Pengguna yang memerlukan dukungan codec luas, kemampuan Plex server, atau fitur gaming melalui GeForce Now memiliki alasan lebih kuat untuk tetap memilih perangkat ini. Sebaliknya, pengguna yang hanya ingin menonton layanan streaming populer diarahkan untuk mempertimbangkan streamer yang lebih terjangkau.

Dengan harga baru USD299,99 dan status Shield TV Pro sebagai satu-satunya perangkat Shield yang tersisa, Nvidia memposisikan produk ini sebagai pilihan niche di tengah pasar streaming box yang semakin sensitif terhadap harga. Cerita ini awalnya muncul di Ars Technica.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.