πŸ“‘ Daftar Isi

Nvidia RTX Spark N1X Meluncur Oktober untuk Laptop dan Mini PC

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Nvidia konfirmasi RTX Spark N1X meluncur Oktober untuk laptop dan mini PC
  • Dua konfigurasi: CPU Grace 20-core + GPU 6.144 core (hingga 128GB) dan CPU 18-core + GPU 5.120 core (hingga 32GB)
  • Lenovo dan Acer umumkan perangkat pertama, vendor lain menyusul
  • Lenovo Yoga Pro 9n dan Yoga 9n 2-in-1 dapat spesifikasi lengkap
  • Klaim performa 100fps gaming 1440p dengan ray-tracing dan DLSS
  • Kehadiran Nvidia pecah eksklusivitas Qualcomm di Windows on Arm
  • Harga dan ketersediaan detail masih menunggu pengumuman resmi

Telset.id – Nvidia akhirnya mengonfirmasi jadwal peluncuran chip RTX Spark N1X yang akan hadir di laptop dan mini PC pada Oktober. Chip yang sebelumnya dikenal sebagai RTX Spark ini akan tersedia dalam dua konfigurasi berbeda, dengan varian teratas mengusung CPU Grace 20-core dan GPU Blackwell 6.144-core.

Pengumuman ini menjadi perkembangan penting bagi pasar Windows on Arm, karena kehadiran Nvidia akan memecah eksklusivitas Qualcomm di ekosistem tersebut. Produsen seperti Lenovo dan Acer bahkan telah memperkenalkan perangkat berbasis chip anyar ini menjelang IFA di Berlin.

Dua Konfigurasi RTX Spark N1X

Konfigurasi pertama merupakan varian paling bertenaga yang menggabungkan CPU Grace 20-core dengan GPU Blackwell 6.144 CUDA core. Chip ini mendukung memori terpadu antara 24GB hingga 128GB dan akan digunakan pada laptop kelas atas serta mini PC seperti Microsoft Surface RTX Spark Dev Box.

Sementara itu, konfigurasi kedua menggunakan CPU Grace 18-core dengan GPU Blackwell yang dipangkas menjadi 5.120 CUDA core. Varian ini hanya mendukung memori terpadu 24GB hingga 32GB dan khusus untuk laptop. Sebagian besar laptop RTX Spark N1X diprediksi akan menggunakan chip ini.

Nvidia belum merinci kemampuan gaming laptop dari N1X, namun perusahaan menjanjikan performa 100fps untuk gaming 1440p dengan ray-tracing dan DLSS. Klaim β€œall-day battery life” juga dijanjikan, meski masih perlu diuji secara langsung.

Penamaan N1X sendiri sebenarnya sudah muncul dalam berbagai bocoran sebelumnya. Namun ini adalah pertama kalinya Nvidia menggunakan nama tersebut secara publik. Hal ini mengindikasikan kemungkinan adanya chip N1 terpisah dengan spesifikasi lebih rendah yang bisa dirilis belakangan.

Pendekatan memori terpadu yang digunakan Nvidia serupa dengan yang dipopulerkan Apple pada chip seri M, termasuk M6 dan M5 Ultra yang juga menggunakan instruksi Arm. Di sisi x86, AMD Strix Halo dan Gorgon Halo juga mengadopsi arsitektur memori terpadu.

Kehadiran Nvidia di Windows on Arm juga berpotensi menarik lebih banyak pengembang aplikasi yang ingin memanfaatkan tools CUDA milik perusahaan. Ini bisa memperkaya ekosistem aplikasi untuk perangkat berbasis Arm secara keseluruhan.

Perangkat Pertama dengan RTX Spark N1X

Lenovo dan Acer menjadi dua vendor pertama yang mengumumkan perangkat berbasis chip ini. Lenovo memperkenalkan Yoga 9n 2-in-1, sementara Acer menghadirkan mini desktop SFF RTX Spark. Hingga saat ini, belum ada informasi harga dari kedua perangkat tersebut.

Vendor lain yang akan merilis sistem berbasis RTX Spark N1X termasuk Asus, Dell, MSI, HP, dan Microsoft. Microsoft sendiri sebelumnya telah memperkenalkan Surface Laptop Ultra flagship di Computex tahun ini.

Lenovo memberikan spesifikasi lengkap untuk dua perangkat RTX Spark-nya. Yoga Pro 9n hadir sebagai laptop konvensional 15,3 inci dengan layar OLED 2560 x 1600 dan refresh rate variabel 48-165Hz. Layarnya memiliki kecerahan puncak 1.100 nits dan rasio 16:10.

Yoga Pro 9n mendukung memori hingga 128GB LPDDR5x-9400 dan penyimpanan hingga 4TB melalui dua slot SSD. Baterainya berkapasitas 92,5 WHr dengan berat 1,65 kg. Laptop ini juga memiliki TDP hingga 80W, salah satu angka TDP resmi pertama untuk sistem RTX Spark.

Sementara Yoga 9n 2-in-1 hadir dengan layar 16 inci OLED 2880 x 1800 dan refresh rate 30-120Hz. Perangkat konvertibel ini mendukung memori hingga 64GB dan penyimpanan hingga 2TB PCIe SSD Gen 4 QLC. Baterainya lebih besar di 99,9 WHr dengan berat 1,94 kg.

Kedua laptop Lenovo ini mengusung kamera 9,2 megapiksel yang terhubung langsung ke prosesor, serta mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Desain keduanya serba hitam dengan material metal dan perpaduan bahan reflektif serta matte.

Menariknya, Yoga 9n 2-in-1 menghadirkan kembali soundbar di engsel yang sudah lama tidak digunakan Lenovo. Fitur ini memungkinkan suara jernih terdengar di berbagai posisi perangkat.

Lenovo memposisikan Yoga Pro 9n sebagai mesin AI yang memanfaatkan chip Nvidia dengan software CUDA untuk menjalankan model AI yang semakin canggih secara lokal di perangkat. Sistem ini juga dipasarkan untuk gaming, pekerjaan development, editing video, dan rendering.

Yoga 9n 2-in-1 lebih diarahkan sebagai perangkat kreativitas dengan dukungan Yoga Pen Gen 2. Lenovo menyebut kompatibilitas dengan tools AI di ComfyUI dan Adobe Premiere Pro, serta model lokal seperti LTX dan FLUX untuk text-to-image.

Windows 11 di perangkat ini dijadwalkan mendapatkan fitur untuk menjalankan agentic AI, termasuk OpenClaw dan Hermes, menggunakan openShell milik Nvidia dan lapisan keamanan Windows.

Harga dan tanggal rilis pasti dari kedua laptop Lenovo ini masih dirahasiakan. Perusahaan hanya menyatakan harga akan diumumkan saat peluncuran nanti.

Dengan peluncuran yang tinggal menghitung minggu, informasi lebih detail tentang ketersediaan dan harga diperkirakan akan segera muncul dari Nvidia maupun para OEM. Belum jelas pula apakah Microsoft Agent Framework yang memungkinkan agen berjalan di latar belakang akan siap di Windows tepat waktu.

Kehadiran RTX Spark N1X juga berpotensi mengubah lanskap kompetitif di pasar laptop premium. Dengan krisis RAM yang masih membayangi, laptop N1X diprediksi akan dibanderol di segmen harga sangat premium.

Nvidia juga telah menunjukkan kemampuan gaming dari chip ini dalam berbagai demo. Namun pengujian independen masih diperlukan untuk memverifikasi klaim performa gaming maupun daya tahan baterai yang dijanjikan.

Langkah Nvidia memasuki pasar Windows on Arm menandai babak baru persaingan chip mobile. Selain memecah dominasi Qualcomm, kehadiran Nvidia dengan ekosistem CUDA yang matang bisa menjadi daya tarik besar bagi pengembang dan pengguna profesional.

Perusahaan juga terus memperluas ekosistem AI-nya melalui berbagai inisiatif. Nvidia baru-baru ini mengakuisisi Hugging Face dan mengembangkan utilitas PAIR yang memanfaatkan GPU idle di rumah untuk tugas AI, menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat infrastruktur komputasi AI.

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, RTX Spark N1X berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan performa AI tinggi dalam perangkat portable. Namun keputusan pembelian tetap harus menunggu hasil pengujian dan informasi harga resmi dari para vendor.

Informasi lebih lanjut tentang kemampuan gaming, harga, dan ketersediaan perangkat RTX Spark N1X diperkirakan akan terungkap dalam waktu dekat seiring mendekatnya jadwal peluncuran Oktober.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.