Telset.id, Jakarta – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin pesat, dan kebutuhan akan perangkat komputasi yang mumpuni terus meningkat. Menjawab tantangan ini, Nvidia memperkenalkan DGX Spark, sebuah superkomputer AI berukuran desktop yang diklaim sebagai yang terkecil di dunia.
Perangkat ini sudah diumumkan dalam konferensi GPU Technology Conference (GTC) 2025, perangkat ini dirancang untuk menangani komputasi AI dengan efisiensi tinggi dalam bentuk yang lebih ringkas.
Selain itu, Nvidia juga memperkenalkan DGX Station, sebuah sistem desktop dengan kemampuan komputasi AI yang jauh lebih tinggi. Kedua perangkat ini dirancang untuk berbagai keperluan, mulai dari pengembangan model AI hingga penelitian dan pemrosesan data dalam skala besar.
BACA JUGA:
- Nvidia Pastikan Tak Ada Glitch ROP di Laptop RTX 50-Series
- Waduh! Stok RTX 5070 Ti Diprediksi Minim dan Harga Melonjak
Nvidia DGX Spark merupakan superkomputer AI yang dilengkapi dengan GB10 Grace Blackwell Superchip, sebuah prosesor terbaru yang dirancang untuk mengoptimalkan komputasi AI.
Menariknya, Nvidia berhasil mengecilkan ukuran perangkat ini hingga seukuran Mac mini, sehingga membuatnya lebih fleksibel untuk digunakan di berbagai lingkungan kerja, termasuk laboratorium riset dan pengembangan AI.
Dengan kemampuan 1.000 triliun operasi per detik, DGX Spark dapat digunakan untuk berbagai tugas pemrosesan AI, termasuk fine-tuning model reasoning terbaru. Salah satu penerapan utamanya adalah dalam pengembangan GR00T N1, sistem robot AI yang diperkenalkan CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam presentasi utama di GTC 2025.
Selain itu, DGX Spark sudah tersedia untuk pre-order dengan harga $3.000 (sekitar Rp47,5 juta). Harga ini cukup kompetitif jika dibandingkan dengan solusi superkomputer AI lain yang sering kali membutuhkan investasi lebih besar.
Bagi para peneliti dan ilmuwan data yang membutuhkan kapasitas pemrosesan AI lebih tinggi, Nvidia juga meluncurkan DGX Station. Perangkat ini menggunakan GB300 Grace Blackwell Ultra Desktop Superchip, yang menawarkan performa hingga 20 petaflops dan 784GB unified system memory.
Dengan kapasitas komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan DGX Spark, DGX Station ditujukan untuk kebutuhan riset skala besar dan pengembangan model AI yang lebih kompleks. Perangkat ini akan tersedia dalam berbagai versi yang diproduksi oleh ASUS, BOXX, Dell, HP, Lambda, dan Supermicro.
BACA JUGA:
- Nvidia Pastikan Fitur DLSS 4 Tersedia di Semua GPU RTX
- Stok Terbatas, Nvidia GeForce RTX 5090 Dijual dengan Sistem Lotere
Saat ini, Nvidia belum mengumumkan harga resmi untuk DGX Station saat sudah tersedia. Namun, berdasarkan spesifikasinya, perangkat ini kemungkinan akan masuk dalam kategori workstation premium dengan harga yang lebih tinggi dari DGX Spark. Rencananya, DGX Station akan mulai tersedia di pasaran pada akhir tahun 2025.