Grafik pendapatan rekor Nvidia USD 96,2 miliar dengan proyeksi USD 108 miliar

Nvidia Catat Pendapatan Rekor Rp1.500 Triliun, Proyeksi Tembus Rp1.700 Triliun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Nvidia membukukan pendapatan rekor USD 96,2 miliar pada kuartal terakhir, naik lebih dari USD 10 miliar dari kuartal sebelumnya
  • Perusahaan memproyeksikan pendapatan USD 108 miliar dalam beberapa bulan ke depan, menargetkan masuk jajaran perusahaan dengan pendapatan kuartalan di atas USD 100 miliar
  • Pendapatan pusat data Nvidia mencapai rekor USD 89 miliar, lebih dari dua kali lipat secara tahunan
  • Laba perusahaan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi USD 59,7 miliar
  • Segmen edge computing yang mencakup gaming konsumen menyumbang USD 7,2 miliar, tumbuh 27 persen tahunan
  • Nvidia mengakui penjualan PC konsumen lebih lambat akibat harga memori dan sistem yang tinggi
  • Kelangkaan komponen mendorong kenaikan harga GPU konsumen dan chip AI
  • Amazon, Apple, dan Alphabet telah berulang kali mencapai pendapatan kuartalan di atas USD 100 miliar

Telset.id – Nvidia membukukan pendapatan rekor sebesar USD 96,2 miliar pada kuartal terakhir, melonjak lebih dari USD 10 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Perusahaan menargetkan pendapatan USD 108 miliar dalam beberapa bulan ke depan, sebuah angka yang akan menempatkannya sejajar dengan Amazon, Apple, dan Alphabet sebagai perusahaan dengan pendapatan kuartalan di atas USD 100 miliar.

Pendapatan pusat data Nvidia menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, lebih dari dua kali lipat secara tahunan menjadi rekor USD 89 miliar. Laba perusahaan juga meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi USD 59,7 miliar, menunjukkan permintaan yang kuat terhadap chip AI buatannya di tengah perlombaan global untuk infrastruktur kecerdasan buatan.

Kontribusi Segmen Edge Computing

Di sisi lain, kategori “edge computing” Nvidia yang mencakup bisnis gaming konsumen hanya menyumbang USD 7,2 miliar dari pendapatan kuartal tersebut. Angka ini memang meningkat 27 persen secara tahunan, namun Nvidia mengakui adanya “penjualan PC konsumen yang lebih lambat yang dipengaruhi oleh harga memori dan sistem yang tinggi.”

Kelangkaan komponen terus mendorong kenaikan harga GPU konsumen Nvidia. Perusahaan juga telah memperingatkan adanya kenaikan harga untuk chip AI-nya menjelang laporan pendapatan Rabu lalu. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi konsumen yang ingin membeli produk Nvidia di tengah lonjakan permintaan AI.

Baca Juga:

Proyeksi dan Target Pendapatan

Nvidia memproyeksikan pendapatan USD 108 miliar dalam beberapa bulan ke depan, sebuah angka yang belum pernah dicapai oleh perusahaan sebelumnya. Jika target ini tercapai, Nvidia akan bergabung dengan jajaran eksklusif perusahaan yang berhasil menembus pendapatan kuartalan di atas USD 100 miliar. Amazon, Apple, dan Alphabet telah berulang kali mencapai tonggak sejarah ini.

Pertumbuhan pendapatan yang eksplosif ini mencerminkan dominasi Nvidia di pasar chip AI. Permintaan dari perusahaan teknologi besar, penyedia layanan cloud, dan pengembang model AI terus meningkat, menjadikan Nvidia sebagai pemasok utama untuk infrastruktur komputasi AI global.

Dampak pada Pasar GPU Konsumen

Meskipun segmen pusat data tumbuh pesat, pasar GPU konsumen Nvidia menghadapi tekanan dari kelangkaan komponen. Harga memori dan sistem yang tinggi telah memperlambat penjualan PC konsumen, meskipun segmen ini tetap mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 27 persen.

Nvidia juga memperingatkan adanya kenaikan harga untuk chip AI-nya, yang dapat berdampak pada berbagai produk dan layanan yang bergantung pada teknologi Nvidia. Bagi konsumen yang menantikan GPU terbaru, kondisi ini berarti harga yang lebih tinggi dan ketersediaan yang mungkin terbatas dalam waktu dekat.

Perusahaan terus berinovasi di tengah kondisi pasar yang dinamis ini. Nvidia baru-baru ini memamerkan berbagai teknologi terbarunya, termasuk Groq 3 LPX dan benchmark inference pihak ketiga, serta arsitektur terbaru di ajang Hot Chips 2026. Sementara itu, persaingan di pasar chip AI semakin ketat dengan munculnya pemain baru seperti chip Jalapeño OpenAI yang diklaim mengungguli Nvidia GB300 di benchmark.

Kinerja Keuangan yang Solid

Laporan pendapatan ini menunjukkan fundamental bisnis Nvidia yang sangat kuat. Dengan pendapatan kuartalan sebesar USD 96,2 miliar dan laba USD 59,7 miliar, perusahaan menunjukkan kemampuan monetisasi yang luar biasa dari teknologi AI-nya. Pertumbuhan pendapatan pusat data yang lebih dari dua kali lipat secara tahunan menjadi bukti bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI masih sangat tinggi.

Proyeksi pendapatan USD 108 miliar untuk kuartal berikutnya menunjukkan keyakinan manajemen terhadap keberlanjutan pertumbuhan ini. Meskipun ada tantangan di segmen konsumen, dominasi Nvidia di pasar chip AI memberikan landasan kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.

Bagi para pengamat industri dan investor, laporan ini menegaskan posisi Nvidia sebagai pemain kunci dalam revolusi AI global. Dengan proyeksi yang terus meningkat dan permintaan yang kuat, Nvidia tampaknya akan terus menjadi barometer utama bagi kesehatan industri teknologi secara keseluruhan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.