📑 Daftar Isi

Nvidia, Arm, dan Microsoft Umumkan Era Baru PC dengan Chip Arm

Nvidia, Arm, dan Microsoft Umumkan Era Baru PC dengan Chip Arm

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Nvidia, Arm, dan Microsoft secara resmi memulai kampanye teaser bersama untuk “era baru PC” pada akhir Mei 2026. Kampanye terkoordinasi ini diyakini secara luas akan mengumumkan PC Windows berbasis Arm dengan chip Nvidia, dengan pengumuman produk resmi dijadwalkan pada awal Juni 2026.

Sejak 2012, laptop Windows berbasis Arm telah dipromosikan sebagai solusi untuk menghadirkan daya tahan baterai lebih lama, desain lebih tipis, dan efisiensi seperti ponsel pada komputasi portabel tradisional. Copilot+ PC melanjutkan dorongan tersebut pada Mei 2024 dengan menawarkan perangkat keras yang cocok untuk menjalankan model AI lokal.

Baca Juga:

Pada akhir Mei 2026, akun X (Twitter) @nvidia, @NVIDIA_AI_PC, @windows, dan @arm membagikan teaser untuk “era baru PC” secara terkoordinasi. Unggahan mereka menyertakan koordinat geografis yang mengarah ke Taipei Music Center, tempat CEO Nvidia Jensen Huang dijadwalkan menyampaikan pidato utama GTC Taipei pada 1 Juni pukul 11:00 waktu Taipei, atau 5:00 CEST, 20:00 PDT pada 31 Mei, dan 23:00 EDT pada 31 Mei.

Spekulasi Industri dan Bocoran Spesifikasi Chip N1 dan N1X

Spekulasi industri terbaru mengarah pada prosesor laptop N1 dan N1X yang telah lama dirumorkan akan diluncurkan di acara tersebut. Beberapa laporan dari awal 2026 menunjukkan bahwa Dell dan Lenovo bisa menjadi salah satu pengadopsi awal chip N1 dan N1X Nvidia.

Produk Lenovo yang akan datang berdasarkan lini SoC tersebut dikabarkan mencakup IdeaPad Slim 5 14N1V11 dan 16N1V11, Yoga Pro 7 15N1V11 dan 15N1X11, serta Yoga 9 2-in-1 16N1X11. Bocoran serupa juga mengarah pada konfigurasi baru di jajaran Lenovo Legion 5, Legion 7, dan Legion 9, sementara keluarga PC desktop Lenovo Legion T5 juga dikabarkan akan diperbarui pada akhir 2026. Computex Taipei 2026 sendiri akan berlangsung dari Selasa, 2 Juni hingga Jumat, 5 Juni.

Bocoran terbaru menggambarkan N1X sebagai opsi yang lebih premium dari keduanya, dengan paket CPU/GPU yang terkait dengan “superchip” GB10 (Grace Blackwell 10) Nvidia. Chip ini dikabarkan menggabungkan inti CPU Arm dengan grafis Blackwell dan memori LPDDR5X terpadu. Konfigurasi N1X tertinggi dikatakan menggunakan 20 inti CPU, terbagi antara 10 inti Cortex-X925 dan 10 inti Cortex-A725, bersama GPU Blackwell 48-SM dengan 6.144 inti CUDA.

Varian N1X yang lebih rendah dikabarkan menggunakan 18 inti CPU dan 40 SM, atau 5.120 inti CUDA. Kedua versi disebut beroperasi dalam rentang daya 45W hingga 80W dan mendukung memori LPDDR5X 16GB hingga 128GB, 12 jalur PCIe 5.0, dan lima jalur PCIe 4.0.

Sementara itu, N1 standar tampaknya merupakan varian yang lebih rendah daya dan lebih mainstream dalam keluarga SoC Windows-on-Arm Nvidia. Konfigurasi yang bocor menunjukkan desain 12-inti dan 10-inti, dengan tata letak CPU 8+4 atau 7+3 Cortex-X925/Cortex-A725 yang dipasangkan dengan 20 atau 16 SM Blackwell. Itu berarti 2.560 atau 2.048 inti CUDA, rentang daya 18W hingga 45W, memori LPDDR5X 8GB hingga 64GB, dan lebih sedikit jalur PCIe dibandingkan N1X.

Spesifikasi tersebut menunjukkan chip yang ditujukan untuk PC AI yang lebih tipis daripada notebook berkinerja maksimal. Jika laporan tersebut akurat, baik N1 maupun N1X akan memberi Nvidia jalur masuk ke laptop Windows on Arm yang dibangun di sekitar beban kerja AI lokal, efisiensi pemrosesan, dan grafis Blackwell.

Implikasi dan Masa Depan PC Windows

Lini produk yang penting ini juga akan membantu menjelaskan mengapa Nvidia bersikeras bahwa pengumuman Computex Taipei mendatang akan menjadi “era baru” komputasi pribadi. Langkah ini juga menandai perubahan signifikan dalam lanskap prosesor PC, di mana Nvidia selama ini dikenal sebagai pemimpin GPU diskrit, kini merambah langsung ke pasar SoC untuk laptop Windows.

Kemitraan dengan Arm dan Microsoft ini berpotensi mengubah persaingan di pasar prosesor PC yang selama ini didominasi oleh Intel dan AMD. Dengan menggabungkan efisiensi arsitektur Arm, kemampuan AI dari GPU Nvidia, dan ekosistem Windows, kolaborasi ini bisa menawarkan alternatif yang menarik bagi konsumen yang mencari perangkat dengan efisiensi tinggi namun tetap bertenaga.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan terkini Nvidia, Anda bisa membaca artikel tentang Nvidia Kehilangan Pasar Chip China dan GPU Terbaik untuk AI 2025 di Telset.id.

Dengan pengumuman resmi yang dijadwalkan pada pidato utama GTC Taipei, publik dan industri teknologi akan menantikan detail lebih lanjut tentang bagaimana Nvidia, Arm, dan Microsoft akan membentuk masa depan PC dengan inovasi terbaru mereka.

Komentar

Belum ada komentar.