MSI Pro Max OLED 271UPJW12 monitor 4K 120Hz dengan panel OLED cetak inkjet dari TCL CSOT

MSI dan TCL CSOT Rilis Monitor OLED Cetak Inkjet Pertama di Dunia

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • MSI dan TCL CSOT meluncurkan monitor OLED cetak inkjet pertama di dunia
  • MSI Pro Max OLED 271UPJW12 memiliki layar 27 inci 4K 120Hz
  • Teknologi inkjet printing diklaim mengurangi biaya produksi hingga 20 persen
  • Monitor memiliki kecerahan puncak 1.000 nits dan sertifikasi DisplayHDR True Black 500
  • Dilengkapi KVM switch, PiP/PbP modes, USB-C 15W, dan stand adjustable
  • Harga dan ketersediaan belum diumumkan
  • Lenovo juga telah merilis laptop dengan layar OLED cetak inkjet 240Hz

Telset.id – MSI dan TCL CSOT telah meluncurkan monitor desktop 27 inci 4K 120Hz pertama di dunia yang menggunakan teknologi OLED cetak inkjet. Monitor bernama MSI Pro Max OLED 271UPJW12 ini menandai langkah signifikan bagi metode manufaktur yang sebelumnya terbatas pada prototipe dan layar khusus, kini semakin dekat dengan konsumen sehari-hari.

Panel yang digunakan pada monitor ini berasal dari TCL CSOT, yang dibuat dengan cara mencetak material organik pemancar cahaya langsung ke permukaan layar. Proses ini menghasilkan lebih sedikit limbah material dibandingkan manufaktur OLED konvensional dan berpotensi membuat panel lebih murah serta lebih mudah diproduksi dalam skala besar.

Monitor OLED MSI Pro Max 271UPJW12 dengan teknologi cetak inkjet

## Perbedaan Metode Manufaktur OLED

Panel OLED tradisional diproduksi menggunakan peralatan vakum yang mahal dan masker logam dengan presisi sangat tinggi. Sementara itu, teknologi inkjet printing bekerja dengan cara mendepositkan material organik dalam pola yang terkontrol, mirip seperti printer yang menempatkan tinta di atas kertas.

TCL telah memamerkan prototipe berbasis teknologi ini selama bertahun-tahun, namun produk komersial baru mulai bermunculan sekarang. Lenovo baru-baru ini mengungkap laptop pertama yang dilengkapi layar OLED cetak inkjet dengan refresh rate 240Hz. Sementara itu, laporan menunjukkan TCL CSOT telah memulai produksi volume rendah untuk panel 27 inci 4K.

Estimasi awal menyebutkan proses ini dapat mengurangi total biaya produksi sekitar 20 persen. Namun, apakah penghematan tersebut akan sampai ke pembeli masih bergantung pada hasil produksi, skala manufaktur, permintaan pasar, serta bagaimana produsen memposisikan gelombang pertama produk ini.

## Spesifikasi Lengkap MSI Pro Max OLED 271UPJW12

Monitor MSI ini memiliki resolusi 3840 x 2160 dengan refresh rate 120Hz dan susunan piksel vertikal RGB stripe. Susunan subpiksel yang familiar ini seharusnya menghasilkan teks yang lebih tajam dan mengurangi tepi berwarna yang kadang muncul di sekitar huruf pada beberapa monitor OLED.

Monitor ini juga mencapai kecerahan puncak HDR yang diklaim sebesar 1.000 nits, mencakup 99 persen ruang warna DCI-P3, dan membawa sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 500. Layar 27 inci ini menawarkan kepadatan piksel 164 piksel per inci.

Tampilan belakang dan desain monitor MSI Pro Max OLED 271UPJW12

MSI juga memperkenalkan sistem perlindungan OLED yang menjalankan kompensasi panel di latar belakang tanpa mengganggu pengguna. Fitur lain yang disertakan meliputi KVM switch, mode picture-in-picture dan picture-by-picture, USB-C dengan pengisian daya 15W, serta stand yang dapat diatur sepenuhnya.

## Harga dan Ketersediaan

Harga dan ketersediaan monitor ini belum diumumkan. Model pertama mungkin masih dibanderol mahal, dan biaya produksi yang lebih rendah tidak menjamin harga eceran yang lebih murah. Namun, produksi yang lebih luas berpotensi membuat monitor OLED berkualitas tinggi lebih mudah diproduksi dan lebih terjangkau untuk dibeli di masa mendatang.

Perkembangan teknologi layar 120Hz juga semakin marak di berbagai perangkat. Produsen lain seperti Motorola baru saja merilis HP 5G termurah dengan layar 120Hz, sementara Tecno juga meluncurkan perangkat dengan layar 120Hz di segmen entry-level.

Kehadiran teknologi inkjet printing dalam produksi OLED ini bukan sekadar eksperimen manufaktur. Metode ini berpotensi mengubah cara panel OLED diproduksi secara massal, yang pada akhirnya dapat membuka jalan bagi lebih banyak perangkat dengan layar berkualitas tinggi di berbagai kategori harga.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.