Ilustrasi iklan pop-up yang tampil di layar monitor komputer

Monitor LG Diam-diam Pasang Iklan Pop-up, Microsoft Turun Tangan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • LG kedapatan memasang iklan pop-up di komputer pengguna melalui LG Monitor App Installer
  • Iklan menyamar sebagai pembaruan driver dan mayoritas berisi promosi antivirus McAfee
  • Monitor premium LG UltraGear 3GX900A-B senilai USD 1.200 juga terkena dampak
  • Microsoft memaksa LG menghapus iklan pop-up dari monitor buatannya
  • Ars Technica menyoroti potensi penggunaan teknologi ACR yang memindai layar pengguna
  • LG dan Samsung menggunakan OS yang sama dengan smart TV penuh iklan untuk monitor mereka
  • Ars Technica belum mendapat jawaban dari LG dan Samsung soal penggunaan ACR
  • Pengguna smart monitor berisiko dilacak oleh operator OS dan penyedia aplikasi pihak ketiga

Telset.id – Monitor LG kedapatan diam-diam memasang iklan pop-up di komputer pengguna melalui software pendampingnya. Praktik ini memicu kontroversi hingga Microsoft turun tangan memaksa LG menghapus iklan tersebut dari monitor buatannya.

Kejadian ini bermula ketika LG Monitor App Installer, software yang menyertai monitor LG, memasang iklan pop-up ke komputer pengguna dengan menyamar sebagai pembaruan driver. Mayoritas pop-up yang muncul adalah iklan software antivirus McAfee yang tampil setiap kali komputer dinyalakan, ditambah iklan dari pengiklan lainnya.

Ilustrasi iklan yang tampil di layar monitor

Yang mengejutkan, praktik ini tidak hanya terjadi pada monitor kelas entry-level. Gamers Nexus, kanal YouTube sekaligus outlet hardware PC, menemukan bahwa monitor premium LG seperti UltraGear 3GX900A-B yang harganya di atas USD 1.200 juga menampilkan iklan serupa. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak ada segmen produk yang luput dari praktik pemasangan iklan tersebut.

Respons Microsoft tidak butuh waktu lama. Perusahaan yang dikenal agresif dalam sistem operasinya ini langsung memaksa LG untuk menghapus iklan pop-up tersebut. Meskipun pop-up kini sudah hilang, laporan terbaru dari Ars Technica menyoroti masalah privasi serius yang ditimbulkan oleh cara diam-diam dalam penyebaran iklan tersebut.

Kekhawatiran utama muncul karena LG dan Samsung menggunakan sistem operasi yang sama untuk monitor mereka dengan yang digunakan pada smart TV yang penuh iklan. Artinya, monitor bisa saja mengadopsi teknologi automatic content recognition (ACR) yang memindai layar pengguna secara berkala untuk menargetkan iklan.

Perbedaan mendasar antara TV dan monitor komputer terletak pada jenis aktivitas yang dilakukan pengguna. TV umumnya digunakan untuk menonton acara atau film secara santai, sementara monitor komputer digunakan untuk aktivitas yang jauh lebih privat seperti browsing web atau bekerja dari rumah. Ars Technica telah mengajukan pertanyaan kepada LG dan Samsung mengenai kemungkinan penggunaan ACR di monitor mereka, namun belum mendapat jawaban.

Ars Technica juga memperingatkan tentang kompleksitas pelacakan data pada smart monitor. Ketika menggunakan smart monitor, pengguna tidak hanya perlu khawatir tentang apa yang dilacak oleh monitor itu sendiri, tetapi juga apa yang bisa dilacak oleh operator sistem operasi seperti Google untuk monitor berbasis Android, serta penyedia aplikasi pihak ketiga seperti Netflix.

Bagi pengguna awam yang tidak terlalu paham teknologi, banyaknya pihak yang berpotensi melacak aktivitas mereka menjadi beban pengawasan yang berat. Situasi ini semakin rumit ketika produsen mencoba menjadikan smart monitor sebagai tren berikutnya dalam perangkat yang terhubung internet.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keputusan untuk membeli monitor kini tidak hanya soal kualitas panel atau refresh rate, tetapi juga soal seberapa besar kontrol yang ingin diberikan pengguna atas data pribadi mereka. Jika tren ini berlanjut, monitor yang tadinya perangkat pasif bisa berubah menjadi perangkat yang aktif mengawasi aktivitas penggunanya.

Peristiwa ini juga menyoroti dinamika baru dalam industri perangkat keras. Produsen monitor kini berada di persimpangan antara mencari pendapatan tambahan dari iklan dan menjaga kepercayaan pengguna yang menginginkan perangkat mereka berfungsi tanpa gangguan. Intervensi Microsoft menunjukkan bahwa bahkan raksasa teknologi pun tidak segan untuk menindak praktik yang dianggap merugikan pengguna.

Bagi konsumen, kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk lebih waspada terhadap software yang menyertai perangkat keras. Pembaruan yang tampak resmi bisa saja membawa muatan yang tidak diinginkan, dan perangkat yang tampak polos seperti monitor sekalipun bisa menjadi sarana penyampaian iklan yang mengganggu.

Pertanyaan besar yang masih menggantung adalah apakah LG dan Samsung akan menggunakan teknologi ACR di monitor mereka di masa depan. Ars Technica belum mendapatkan jawaban dari kedua perusahaan tersebut, namun kekhawatiran akan privasi pengguna tetap menjadi isu yang belum terselesaikan.

Dengan semakin banyaknya perangkat yang terhubung internet, garis antara perangkat pintar dan perangkat yang mengawasi menjadi semakin kabur. Monitor yang dulu hanya berfungsi sebagai layar tampilan kini berpotensi menjadi perangkat yang memantau aktivitas penggunanya.

Kasus iklan pop-up di monitor LG ini menjadi contoh bagaimana praktik pemasangan iklan yang agresif bisa memicu reaksi berantai, mulai dari protes pengguna, investigasi media, hingga intervensi dari pemain besar industri. Meskipun iklan sudah dihapus, dampak dari insiden ini terhadap kepercayaan pengguna mungkin akan terasa lebih lama.

Ke depannya, konsumen perlu lebih teliti dalam membaca syarat dan ketentuan saat menginstal software pendamping perangkat keras. Apa yang tampak seperti pembaruan rutin bisa saja membawa konsekuensi yang tidak diinginkan terhadap privasi dan pengalaman penggunaan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.