πŸ“‘ Daftar Isi

NAS ZimaCube 2 yang dimodifikasi menjadi PC gaming dengan kartu grafis RTX 5060

Modder Ubah NAS ZimaCube 2 Jadi PC Gaming dengan RTX 5060

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • TrashBench memodifikasi NAS ZimaCube 2 menjadi PC gaming dengan RTX 5060
  • Peningkatan performa hingga 828% di Hitman 3 (18 FPS menjadi 167 FPS)
  • Cyberpunk 2077 naik 7x lipat dari 13 FPS menjadi 90 FPS
  • Memecahkan rekor dunia Time Spy untuk Intel Core i5-1235U
  • Modifikasi memanfaatkan slot PCIe 4.0 x16 yang kosong di motherboard
  • Power supply 750W SFX dipasang di ruang drive bay yang dikosongkan
  • Harga ZimaCube 2 USD 1.299, kurang praktis dibanding PC biasa
  • BIOS tidak mendukung dGPU, harus ada display terhubung ke iGPU

Telset.id – Seorang YouTuber bernama TrashBench berhasil memodifikasi NAS ZimaCube 2 menjadi PC gaming yang ditenagai oleh kartu grafis RTX 5060. Hasilnya, performa gaming meningkat drastis hingga 828 persen di beberapa pengujian, bahkan memecahkan rekor dunia Time Spy untuk prosesor Intel Core i5-1235U.

Modifikasi ini dilakukan di tengah krisis komponen global yang membuat harga storage melonjak tinggi. Alhasil, muncul cara-cara alternatif untuk memanfaatkan perangkat NAS secara maksimal. TrashBench melihat potensi besar pada ZimaCube 2 karena motherboard-nya memiliki slot PCIe 4.0 x16 yang kosong, menjadikannya kandidat sempurna untuk diubah menjadi mesin gaming.

Untuk konteks, ZimaCube 2 ditenagai oleh Intel Core i5-1235U, chip Alder Lake dengan dua P-core dan delapan E-core, serta grafis terintegrasi Iris Xe. iGPU ini tergolong lemah karena memang hanya dibutuhkan untuk fungsi server. Sistem ini sejak awal tidak dirancang untuk gaming, namun desain uniknya memungkinkan berbagai modifikasi ekstrem dilakukan.

Pengujian Awal dan Peningkatan Performa

Pada pengujian awal, iGPU ZimaCube 2 hanya mampu mencapai sekitar 18 FPS di Hitman 3 pada resolusi 1080p dengan pengaturan rendah. Cyberpunk 2077 bahkan lebih buruk dengan hanya 13 FPS, sementara Shadow of the Tomb Raider menjadi judul paling menjanjikan dengan 31 FPS.

TrashBench pertama kali mencoba memasang AMD Radeon Pro WX5100, GPU workstation yang merupakan versi terpotong dari RX 480. Pemasangan GPU ini di slot yang tersedia berhasil meningkatkan angka sekitar 40 persen secara rata-rata, namun performa yang diperbarui masih belum cukup untuk dikategorikan playable.

Langkah berikutnya, TrashBench menghubungkan RTX 5060 ke slot x16 menggunakan kabel riser dan membiarkannya menggantung di luar casing karena ukuran kartu terlalu besar untuk masuk ke dalam. Kondisi ini tentu tidak ideal dan akan membatasi aliran udara, sehingga ia merancang bingkai cetak 3D untuk menahan GPU pada tempatnya, sementara ujung lainnya diikat ke casing menggunakan zip tie.

Putting an RTX 5060 inside a ZimaCube 2 NAS server

Semua rekayasa ini dimungkinkan berkat desain unik ZimaCube. Chassis-nya memiliki lubang besar di seluruh bodi, memungkinkan kabel riser dengan mudah menonjol keluar dari sisi kiri. Untuk memberi daya pada RTX 5060, TrashBench melepas semua caddy hard drive sehingga ruang drive bay kosong total. Ia kemudian memasang power supply 750W SFX di dalamnya dengan kabel ekstensi yang terhubung ke konektor daya GPU.

Bagian depan NAS ini bersifat magnetis, sehingga semua komponen tersembunyi rapi di baliknya. Hasil akhirnya mungkin tidak terlihat rapi, tetapi cukup kokoh untuk menjalankan benchmark.

Hasil Benchmark dan Rekor Dunia

Pengujian ulang yang dilakukan TrashBench menunjukkan hasil yang luar biasa. Hitman 3 berjalan pada 167 FPS rata-rata, peningkatan 827 persen dari 18 FPS awal, atau lebih dari sembilan kali lebih cepat. Demikian pula, Cyberpunk 2077 mendapat peningkatan 7x lipat, dari 13 FPS menjadi 90 FPS. Sementara itu, frame rate di Shadow of the Tomb Raider β€œhanya” meningkat empat kali lipat, dengan RTX 5060 mencapai rata-rata 124 FPS dibandingkan 31 FPS dengan iGPU.

TrashBench tidak berhenti di situ. Ia mencoba membekukan CPU untuk melihat apakah hasilnya bisa lebih baik lagi. Namun, chip tersebut tidak pernah mengalami throttling sejak awal, dan GPU sudah menjadi bottleneck. Menjalankan loop antifreeze justru memperburuk performa. Silicon yang dirancang untuk menjalankan storage server telah mencapai potensi maksimalnya.

Putting an RTX 5060 inside a ZimaCube 2 NAS server

Sayangnya, varian ZimaCube 2 ini dibanderol mulai dari USD 1.299. Dengan harga segitu, pengguna jauh lebih baik membangun PC biasa meskipun di era harga komponen saat ini. Selain itu, perangkat ini tidak dilengkapi Windows, dan BIOS-nya tidak pernah dikonfigurasi untuk menjalankan GPU khusus. Pengguna harus selalu mencolokkan sesuatu ke output display iGPU agar dGPU dapat menampilkan gambar.

Meskipun demikian, sebagai eksperimen liar, modifikasi ini bisa disebut sukses. TrashBench membuktikan bahwa dengan kreativitas dan sedikit keberanian, perangkat yang dirancang untuk satu tujuan bisa diubah menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda. Para penggemar modifikasi PC tentu bisa mengambil inspirasi dari proyek semacam ini, seperti halnya modder lain yang berani mengeksplorasi batas kemampuan perangkat keras.

Eksperimen ini juga menarik untuk dicermati di tengah tren modifikasi ekstrem yang semakin populer di kalangan enthusiast. Meski tidak praktis untuk penggunaan sehari-hari, proyek semacam ini menunjukkan bahwa batas antara perangkat server dan PC gaming sebenarnya bisa sangat tipis jika ada kemauan untuk bereksperimen.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.