Kamera Snapdragon 845 Diklaim Tembus Skor 100 di DxOMark

kamera Snapdragon 845
Qualcomm Snapdragon 845 (Foto: Muhammad Faisal/Telset.id)

Telset.id, Jakarta – Chipset terbaru Qualcomm Snapdragon 845 diklaim memiliki kemampuan kamera yang jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya, Snapdragon 835. Kamera bahkan menjadi salah satu poin utama pada Snapdragon 845.

“Ada satu pilar utama di 845 yaitu Immersion. Poin utamanya adalah capture atau kamera,” kata Senior Manager Marketing Qualcomm, Dominikus Susanto di acara perkenalan chipset Snapdragon 845 di kantor Qualcomm, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Dia bahkan mengklaim, smartphone yang nantinya menggunakan chipset Snapdragon 845 akan memiliki kemampuan kamera yang jauh lebih berkualitas dibandingkan smartphone flagship saat ini. Misalnya saja Google Pixel 2, dan smartphone lain yang memakai Snapdragon 835.

“Ditargetkan kalau smartphone yang menggunakan Snapdragon 845 akan melebihi skor 100 di DxOMark,” klaimnya.

Pada kamera Snapdragon 845 sendiri, arsitektur yang digunakan adalah Qualcomm Spectra 280 ISP generasi ketiga. Dijelaskannya, arsitektur kamera baru ini memiliki berbagai hal yang mampu meningkatkan kualitas foto seperti Color Depth, Color Gamut, Luminance, Multiframe Noise Reduction, Slow-mo, dan juga ImMotion.

Diantara berbagai hal tersebut ada dua yang cukup menarik perhatian, yakni Multiframe Noise Reduction dan juga ImMotion. Misalnya saja Multiframe Noise Reduction yang mampu mengambil gambar dengan kecepatan 60fps dengan resolusi maksimal 16MP.

Multiframe Frame Noise Reduction

Dijelaskan Susanto, teknologi ini bertugas untuk memilah serta menghasilkan foto kualitas paling baik tanpa terganggu dengan adanya noise. Sementara ImMotion, memungkinkan kamera smartphone untuk mengambil sebuah foto dengan adanya efek bergerak mirip GIF pada salah satu objeknya.

ImMotion

Diakuinya, pihaknya menjadikan kamera sebagai salah satu poin utama pengembangan Snapdragon 845, karena di zaman sekarang ini foto menjadi salah satu cara manusia dalam berkomunikasi. Ibaratnya, ketika suatu pesan disampaikan tidak menggunakan foto, maka inti dari pesan tersebut kadang tidak tersampaikan dengan baik.

“Sekarang komunikasi kembali ke zaman dulu yakni berkomunikasi lewat foto,” ujarnya. (FHP/HBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here