2016 adalah Tahunnya Mobile Gaming, Ini Buktinya!

pendapatan mobile gaming

Telset.id, Jakarta – Ada begitu banyak game yang berhasil menarik perhatian sekaligus keuntungan yang besar di tahun 2016 ini. Misalnya saja Pokemon Go dari Niantic, Clash of Clans dari Supercell, dan Super Mario Run dari pembesut Nintendo.

Keberhasilan beberapa game itu dalam meraih keuntungan ternyata memang diamini oleh perusahaan yang bertugas untuk mengamati perkembangan pasar, yakni SuperData Research. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa tahun 2016 memang tahunnya mobile gaming karena di tahun ini pendapatan mobile gaming mencapai USD91 miliar atau Rp 1.224 triliun.

Hasil yang fantastis tersebut berhasil diraih berkat adanya 2,6 miliar pengguna aktif setiap bulannya yang mayoritas pengguna terbanyak dalam mengeluarkan pundi-pundi uangnya untuk mobile gaming berasal dari kawasan Asia-Pasifik. Perusahaan tersebut juga menyebutkan jika dalam tiga tahun ke depan, pendapatan mobile gaming akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya game yang menarik perhatian pengguna smartphone.

[Baca Juga: 15 Game Gratis Paling ‘Nagih’ di Android]

Seperti telah kami sebutkan di atas, pencapaian gemilang di industri mobile gaming diraih karena adanya beberapa game seperti Clash Royale dan Clash of Clans yang berhasil meraup pendapatan miliaran dollar. Itu belum termasuk game besutan Niantic yang berhasil meraup pendapatan sebesar USD788 juta atau sekitar Rp 10,6 triliun dan game terbaru dari Nintendo, Super Mario Run yang meraup pendapatan USD14 juta atau Rp 188 miliar dalam waktu tiga hari saja.

Kebanyakan, game yang berhasil meraup pendapatan besar merupakan game freemium atau game gratis namun mengharuskan pemainnya untuk membayar demi mendapatkan item atau level-level khusus seperti Super Mario Run.

[Baca Juga: 7 Game Paling “Ngaruh” dalam Sejarah Game Mobile]

Selain itu untuk Virtual Reality (VR), pendapatan yang berhasil diraih adalah USD2,7 miliar atau Rp 36,3 triliun. Hal ini disinyalir karena tahun 2016 memang bukan tahunnya VR. Namun kemungkinan besar pendapatan di bidang VR akan meningkat jauh hingga USD17.8 miliar atau Rp 239,6 triliun pada tahun 2019 mendatang.

Sedangkan untuk Augmented Reality (AR), pendapatan yang berhasil diraih adalah USD1 miliar atau sekitar Rp 13,4 triliun. Sementara itu untuk campuran VR dan AR, pendapatan yang berhasil diraup adalah USD100 juta atau Rp 1,3 triliun.

Meski tahun ini bisa dibilang bukan tahunnya VR dan AR, namun pada tahun-tahun mendatang kedua teknologi ini disebut-sebut akan mampu meraup keuntungan yang lebih besar dari tahun ini. Nah, seberapa besarkah itu? Kita tunggu saja. [FHP/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here