Telset.id – Gelombang baru mini PC yang menggunakan prosesor AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 mulai bermunculan, menawarkan kapasitas memori hingga 192GB. Kehadiran perangkat ini menandai lompatan signifikan dalam kemampuan komputasi lokal, terutama untuk menjalankan model AI besar tanpa bergantung pada layanan cloud.
Prosesor yang diluncurkan AMD pada Mei 2026 ini merupakan penerus dari Ryzen AI MAX+ 395 yang tahun lalu telah digunakan di setidaknya 37 mini PC dengan harga di atas $1.500. Kini, tiga vendor utama—Acemagic, GMKtec, dan Framework—telah memamerkan sistem terbaru mereka yang ditenagai chip anyar tersebut.

Framework Desktop: Performa AI dalam Bingkai 4,5 Liter
Framework menyiapkan model Desktop yang menggabungkan PRO 495 dengan memori LPDDR5X sebesar 192GB dan bandwidth mencapai 273GB/s. Perangkat ini mengusung 16 inti Zen 5, 32 thread, 40 compute unit grafis, serta kemampuan AI hingga 131 TOPS.
Grafis terintegrasi Radeon 8065S pada perangkat ini berbagi memori dengan sistem, sehingga aplikasi dapat mengakses sumber daya tanpa memerlukan memori grafis terpisah. Framework menyatakan mesin ini akan menempati volume 4,5 liter, dan pengguna juga bisa memilih opsi sistem operasi Linux yang telah dimuat sebelumnya.
GMKtec EVO X5 Pro: Klaim Dukungan Model 300B Parameter
GMKtec memperkenalkan EVO X5 Pro pada ajang IFA 2026 dengan konfigurasi serupa, yaitu prosesor yang sama dan memori hingga 192GB. Sistem ini menggunakan LPDDR5X dengan kecepatan 8.533 MT/s dan bandwidth memori sekitar 273GB/s sesuai spesifikasi yang dipublikasikan perusahaan.
Menariknya, GMKtec menyatakan pengguna dapat mengalokasikan hingga 160GB dari total memori tersebut untuk kebutuhan pemrosesan grafis. Perusahaan juga mengklaim prosesor ini mampu mencapai kecepatan 5,2GHz, sementara grafis Radeon-nya memiliki 40 compute unit dan dukungan hardware ray tracing.
Klaim utama GMKtec adalah kemampuan sistem ini untuk menjalankan model bahasa besar dengan hingga 300B parameter tanpa memerlukan layanan cloud. EVO X5 Pro juga dibekali prosesor neural XDNA 2 yang mampu memberikan hingga 55 TOPS untuk beban kerja AI yang didukung.
Dari segi konektivitas, EVO X5 Pro memiliki empat koneksi USB4, dukungan grafis eksternal, output 8K, serta opsi networking untuk sistem yang terhubung. Manajemen panas ditangani oleh vapor chamber, tiga kipas, dan tiga mode pengoperasian untuk menjaga kinerja selama beban kerja komputasi berkelanjutan.
Baca Juga:
Acemagic F9A: Opsi Kompak dengan Kapasitas Serupa
Acemagic melengkapi jajaran produk barunya dengan F9A yang juga menggunakan PRO 495 dan memori LPDDR5X hingga 192GB, namun dikemas dalam enclosure sekitar 2 liter. Dimensi perangkat ini tercatat 158,5 × 158,5 × 81,5 mm, menjadikannya jauh lebih kecil dibandingkan mesin Framework yang berkapasitas 4,5 liter.
Prosesor pada F9A mencapai kecepatan 5,1GHz, sementara unit grafis Radeon 8065S beroperasi pada frekuensi hingga 3,0GHz dalam kondisi yang sesuai. Sistem ini menyediakan dua slot PCIe 4.0 NVMe yang memungkinkan konfigurasi penyimpanan menggunakan RAID 0 atau RAID 1 saat didukung.

Acemagic juga menyertakan OCuLink dengan PCIe 4.0 x4 yang memungkinkan penggunaan kartu grafis eksternal dan periferal berkecepatan tinggi lainnya. Dua port USB4 Type-C menyediakan kecepatan transfer hingga 40Gbps, sementara networking mencakup Wi-Fi 7 dan dual 2.5GbE.
Perusahaan mengklaim F9A mampu menjalankan DeepSeek V4 Flash secara lokal, dengan model tersebut mengandung 284B parameter. Kemampuan ini menunjukkan bahwa mini PC berukuran kecil kini sanggup menangani beban kerja AI yang sebelumnya membutuhkan infrastruktur server besar.
Harga dan Ketersediaan
Hingga artikel ini ditulis, belum ada satu pun dari ketiga merek tersebut yang memublikasikan harga ritel final untuk masing-masing konfigurasi. Namun mengingat hardware yang digunakan dan premium yang melekat pada generasi sebelumnya, harga di atas $2.000 bukanlah hal yang mengejutkan.
Perkembangan ini sejalan dengan tren industri di mana prosesor AMD terbaru terus mendorong batas kemampuan komputasi personal. Kapasitas memori yang besar pada perangkat ini membuka peluang baru bagi pengembang dan kreator konten untuk bekerja dengan model AI besar secara lokal, mengurangi ketergantungan pada infrastruktur cloud yang mahal.
Kehadiran Project Zenith untuk developer yang baru-baru ini diumumkan juga menunjukkan bahwa ekosistem perangkat keras dengan kemampuan AI lokal sedang berkembang pesat. Mini PC dengan kapasitas memori hingga 192GB ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan aplikasi AI generatif di masa depan.
Dengan tiga vendor yang menawarkan pendekatan berbeda—Framework dengan volume besar dan fleksibilitas Linux, GMKtec dengan klaim dukungan model 300B, serta Acemagic dengan desain ringkas—konsumen kini memiliki pilihan beragam untuk kebutuhan komputasi AI lokal yang semakin menuntut.





Komentar
Belum ada komentar.