Meski Dilarang, Anak-anak di Australia Ternyata Tetap Akses Media Sosial

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Telset.id, Jakarta – Laporan terbaru dari eSafety, regulator keselamatan daring negara tersebut, mengungkap bahwa sebagian besar anak-anak Australia menggunakan platform media sosial meskipun ada batasan usia.

Temuan dari eSafety ini menyoroti bagaimana anak-anak dapat dengan mudah melewati persyaratan umur yang diterapkan oleh platform digital.

Laporan ini menggabungkan hasil survei nasional tentang penggunaan media sosial oleh anak-anak berusia 8 hingga 15 tahun. Selain itu, laporan ini juga mencakup tanggapan dari delapan layanan media sosial utama, termasuk Google, YouTube, Facebook, dan Twitch.

BACA JUGA:

Menurut laporan eSafety, 80% anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun di Australia menggunakan aplikasi media sosial sepanjang tahun 2024.

Beberapa platform paling populer di kalangan anak-anak adalah TikTok dari ByteDance, Instagram milik Meta, dan Snapchat. Yang menarik, platform-platform ini pada dasarnya tidak mengizinkan anak di bawah usia 13 tahun untuk membuat akun.

Temuan ini menunjukkan bahwa banyak anak berhasil melewati batasan usia yang ditetapkan oleh platform media sosial. Hampir semua layanan digital besar, kecuali Reddit, mengharuskan pengguna untuk memasukkan tanggal lahir saat mendaftar.

Namun, sebagian besar platform hanya mengandalkan pernyataan mandiri tanpa alat verifikasi usia tambahan. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk memasukkan usia palsu dan mengakses layanan tersebut tanpa hambatan.

Julie Inman Grant, eSafety Commissioner Australia, menekankan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh platform media sosial untuk menerapkan aturan usia yang lebih ketat. Ia menambahkan bahwa pemerintah Australia tengah bersiap untuk memperketat peraturan terkait usia minimum pengguna media sosial.

Laporan eSafety didasarkan pada survei terhadap lebih dari 1.500 anak berusia 8 hingga 15 tahun di seluruh Australia. Hasil survei menunjukkan bahwa 84% dari mereka telah menggunakan setidaknya satu aplikasi media sosial atau layanan pesan instan sejak awal 2024.

Menariknya, lebih dari separuh anak-anak yang disurvei mengakses platform media sosial menggunakan akun milik orang tua atau wali mereka. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada aturan pembatasan usia, anak-anak masih dapat menggunakan layanan ini dengan cara lain, termasuk melalui perangkat atau akun yang sudah ada di dalam keluarga.

Selain itu, 95% remaja di bawah 16 tahun tercatat memiliki akun di setidaknya satu dari platform yang disurvei. Angka ini menunjukkan bahwa hampir semua remaja Australia memiliki eksposur terhadap media sosial, baik melalui akun pribadi maupun akun orang lain.

Sebagai tanggapan atas tingginya penggunaan media sosial oleh anak-anak, pemerintah Australia telah menyetujui rencana untuk menerapkan batasan usia lebih ketat. Pemerintah berencana untuk melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial tanpa izin resmi.

Kebijakan ini diperkirakan akan mulai berlaku pada akhir 2025 dan digadang-gadang sebagai salah satu regulasi usia digital paling ketat di dunia.

Penerapan regulasi ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan anak-anak di dunia maya, terutama dari risiko eksploitasi, cyberbullying, dan paparan konten yang tidak sesuai usia mereka. Meski demikian, efektivitas kebijakan ini masih menjadi perdebatan, mengingat anak-anak selama ini dapat dengan mudah menghindari batasan usia melalui berbagai cara.

Laporan eSafety menunjukkan bahwa batasan usia pada platform media sosial belum sepenuhnya efektif dalam mencegah anak-anak mengakses layanan ini. Dengan 80% anak usia 8-12 tahun dan 95% remaja di bawah 16 tahun menggunakan media sosial, tantangan utama bagi pemerintah dan penyedia layanan adalah memastikan kebijakan verifikasi usia yang lebih ketat dan efektif.

BACA JUGA:

Australia kini bersiap untuk memberlakukan regulasi yang lebih ketat terhadap penggunaan media sosial oleh anak-anak. Jika kebijakan ini berhasil diterapkan, bukan tidak mungkin negara lain akan mengikuti langkah yang sama untuk memperketat akses anak-anak ke media sosial.

ARTIKEL TEKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI