Home Gizmo Manjajal Teknologi Augmented Reality di Asus Zenfone AR

Manjajal Teknologi Augmented Reality di Asus Zenfone AR

LAPORAN LANGSUNG DARI TAIWAN

Booth Asus di ajang Computex 2017 memamerkan ZenFone AR (Telset.id/Bayu Sadewo)

Telset.id, Jakarta – Hari ini, Selasa (30/5/17), perhelatan pameran teknologi Computex 2017 resmi digelar di Taipei Nangang Exhibition Center. Asus menjadi salah satu perusahaan yang ikut meramaikan ajang tahunan tersebut. Dari semua produk yang di pamerkan, perangkat Asus ZenFone AR mendapat perhatian yang paling banyak dari pengunjung.

Seperti diketahui, Zenfone AR merupakan perangkat augmented reality (AR) pertama Asus yang diluncurkan di ajang CES 2017 pada awal bulan Mei. Asus memang bukan yang pertama meluncurkan smartphone dengan teknologi AR, karena sebelumnya Lenovo Phab2 Pro juga sudah mengadopsi teknologi ini.

Tapi dibandingkan Lenovo Phab2 Pro, ZenFone AR lebih komplit, karena perangkat ini memiliki dua fitur terbaru Google Android, yakni Google Tango dan Daydream. Sayangnya, kedua fitur unggulan tersebut tidak bisa dikombinasikan menjadi satu saat dioperasikan oleh ZenFone AR. Dengan adanya fitur Google Tango, ZenFone AR memiliki kemampuan sensor pelacak gerakan dan fisheye depth-sensing camera.

Sementara dari sisi hardware, Zenfone AR mengusung chipset Snapdragon 821 dengan RAM 8 GB. Kapasitas RAM 8 GB ini juga diklaim sebagai yang pertama di dunia yang ada di pasar smartphone saat ini. Selain itu, Asus juga melengkapinya dengan dua slot SIMcard di dalam smartphone ini.

Saat Tim Telset.id mencobanya secara langsung, Zenfone AR terasa cukup nyaman saat digenggam. Karena bagian panel belakangnya dilapisi oleh kulit, sehingga terkesan eksklusif dan tidak licin saat dipegang.

Asus tidak main-main dalam meracik layarnya untuk menampilkan gambar yang tajam dan nyaman di mata, dengan memanfaatkan panel seluas 5,7-inci Super AMOLED beresolusi 256×1440. Asus juga membekalinya dengan teknologi Tru2life dan filter Bluelight, dan memastikan perangkat ini bisa menyajikan kontras 3 juta banding 1. Layarnya ini disebutkan mampu membaca 10 titik sentuhan, dan diproteksi Corning Gorilla Glass 4.

Hal menarik lainnya dari perangkat ini adalah dihadirkannya inovasi sistem pendinginan uap air (vapor) yang disalurkan melalui pipa kecil di dalam hardware smartphone. Sistem pendinginan ini dimaksudkan untuk menjaga agar CPU dan GPU bekerja secara efisien meski bebannya tinggi. Dengan adanya sistem pendingin ini diharapkan kinerja CPU dan GPU semakin efisien, maka konsumsi baterai juga bisa lebih hemat.

Asus juga menyematkan fitur pemindai sidik jari yang ditempatkan pada tombol Home di bagian depan bawah layar. Konektivitas Zenfone AR sudah menggunakan standar USB Type-C yang banyak dipakai smartphone-smartphone premium. Sementara baterainya yang memiliki kapasitas 3.300 mAh tidak bisa dilepas.

Untuk spesifikasi kameranya, ZenFone AR dibekali kamera belakang dengan lensa 23 MP yang memakai komponen Sony IMX318 dengan OIS, EIS, dan juga kemampuan merekam video 4K. Teknologi AR di ponsel ini didukung kamera dengan sistem TriCam, yaitu resolusi 23 megapixel, motion tracking serta kamera depth sensing.

Salah satu aplikasi AR yang diunggulkan adalah hasil kerja sama Asus dengan pabrikan mobil mewah BMW melalui aplikasi bernama iVisualizer. Jadi, pengguna bisa melakukan kustomisasi atau menjelajahi mobil BMW dalam lingkungan digital.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version