Telset.id – Apple dilaporkan menyiapkan MacBook Pro 14 inci entry-level dengan chip M7 yang bakal mengadopsi bodi lebih tipis dan bezel layar lebih ramping seperti model premium OLED. Langkah ini menjawab keluhan pengguna yang menilai model entry-level terbaru hanya mendapat pergantian prosesor tanpa perombakan desain berarti.
Informasi tersebut berasal dari laporan jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, dalam newsletter Power On. Menurut Gurman, Apple tengah menyiapkan MacBook Pro entry-level 14 inci generasi baru dengan chip M7 yang akan memakai sasis lebih tipis dan ringan, sekaligus bezel display yang lebih tipis mengikuti model premium yang baru saja diluncurkan.
Kabar ini muncul tak lama setelah Apple memperkenalkan MacBook Pro entry-level baru dengan chip M6, bersama model layar sentuh yang disebut perusahaan sebagai “MacBook Pro with PROLED XDR Display.” Model entry-level tersebut memang mendapat sejumlah peningkatan di luar chip, seperti daya tahan baterai lebih panjang dan sistem kamera 12MP Center Stage. Namun model itu sepenuhnya melewatkan perombakan desain inti yang dibawa model premium.
Desain Baru yang Dinanti Bertahun-tahun
Apple memperkenalkan desain MacBook Pro saat ini pada 2021 lewat model M1 Pro dan M1 Max. Sejak itu, perusahaan terus memperbarui perangkat keras, tetapi rancangan keseluruhan nyaris tidak berubah. Karena itu, rencana perombakan untuk model entry-level menjadi salah satu perubahan paling ditunggu konsumen yang ingin tampilan lebih segar tanpa harus membeli varian termahal.
Rencana ini bukan pertama kali terdengar. Bloomberg pada Juli melaporkan bahwa Apple sedang menggarap MacBook Pro entry-level dengan desain baru berkode nama K104, yang diperkirakan hadir pada paruh pertama 2027. Laporan yang sama juga menyebut adanya model M6 sementara yang mempertahankan desain lama, dan model itu kini telah dirilis Apple.
Mengacu laporan terbaru Gurman, calon pembeli MacBook Pro entry-level berpotensi akhirnya mendapat peningkatan yang lebih substansial tahun depan, alih-alih model lain dengan prosesor baru tetapi desain lama. Bagi sebagian pengguna, ini menjadi alasan kuat untuk menunda pembelian, terutama yang menginginkan perubahan bentuk yang terasa di tangan.
Perlu dicatat, Gurman baru menyebut soal desain lebih tipis dan ringan serta bezel lebih ramping untuk MacBook Pro entry-level M7 mendatang. Belum ada informasi apakah Apple juga menghadirkan layar sentuh OLED, Dynamic Island, dan perubahan perangkat keras lain ke model yang lebih murah tersebut. Dengan kata lain, sejauh ini hanya aspek sasis dan bezel yang disebut bakal ikut dibawa ke varian entry-level.
Sebagai pembanding, MacBook Pro OLED baru Apple membawa cukup banyak perubahan desain. Model 14 inci kini berbobot hanya 3 pon, dibandingkan 3,4 pon pada model sebelumnya. Apple juga mengganti notch layar yang familiar dengan Dynamic Island, menghadirkan kembali logo Apple yang menyala, dan merancang ulang sistem pendingin. Meski sasis lebih tipis, laptop ini tetap mempertahankan port penting seperti Thunderbolt 5, HDMI, MagSafe, dan slot kartu SD.
Baca Juga:
Lompatan Silicon untuk Lini OLED
Perombakan desain bukan satu-satunya rencana Apple. Menurut Gurman, Apple juga menyiapkan versi generasi kedua dari jajaran MacBook Pro OLED pada tahun depan dengan chip M7 Pro dan M7 Max yang diharapkan membawa kemampuan perangkat keras AI baru. Laporan tersebut menyiratkan Apple tidak berniat berhenti pada penambahan layar sentuh dan display OLED di laptop profesionalnya.
Generasi berikutnya justru bisa memberi penekanan lebih besar pada silicon yang menyalakannya, sehingga MacBook Pro berpotensi mendapat peningkatan yang lebih substansial di luar teknologi layar barunya. Sayangnya, laporan itu tidak merinci fitur AI seperti apa yang akan dihadirkan atau bagaimana perubahan tersebut memengaruhi penggunaan sehari-hari.
Konteksnya menarik karena generasi pertama MacBook Pro layar sentuh Apple masih memakai chip M5 Pro dan M5 Max yang diperkenalkan awal tahun ini. Model yang beredar saat ini membawa layar OLED, input sentuh, dan antarmuka Dynamic Island ke Mac, bersama desain lebih tipis dan ringan, manajemen panas yang lebih baik, serta sistem pendingin yang dirancang ulang.
Meski begitu, implementasi layar sentuhnya tergolong konservatif. Fitur ini sebagian besar mendukung gestur yang sudah familiar seperti mengetuk, menggeser, mencubit, dan menggulir, bukan menghadirkan cara penggunaan macOS yang sepenuhnya baru. Layar juga tidak bisa dilipat ke belakang hingga menyerupai posisi tablet, dan Apple belum menambahkan dukungan Apple Pencil. Generasi M7 karena itu bisa menjadi momen Apple memberi jajaran ini peningkatan performa dan AI yang lebih berarti.
Strategi layar sentuh Mac Apple sendiri masih terus dibentuk. Waktu peluncuran menjadi penting karena Apple berupaya membuat pengalaman Mac dan iPad terasa lebih terhubung tanpa harus menggabungkan kedua kategori produk. Input sentuh bisa membuat interaksi sehari-hari lebih familiar bagi pengguna iPhone dan iPad, sementara OLED seharusnya menghadirkan warna dan kontras lebih kaya di layar yang lebih besar.
Gurman juga melaporkan bahwa Apple merencanakan MacBook Pro entry-level 14 inci dengan chip M7 yang mengadopsi desain lebih tipis dan bezel lebih ramping yang diperkenalkan pada model kelas atas. Bagi pembeli, ini bisa berarti jajaran MacBook Pro yang lebih konsisten, dengan model tahun depan menawarkan penyegaran desain sekaligus generasi baru Apple silicon.
Pertanyaan besarnya adalah kemampuan perangkat keras AI tersebut sebenarnya akan memungkinkan apa. Apple belum menguraikan fiturnya, sehingga klaim soal fungsi AI tertentu masih terlalu dini. Untuk saat ini, MacBook Pro OLED layar sentuh pertama adalah lakon pembuka. Jika laporan Gurman terbukti, lompatan silicon Apple berikutnya bisa membuat sekuelnya jauh lebih menarik.
Tren perombakan desain dan peningkatan spesifikasi pada perangkat kelas entry-level sebenarnya juga terlihat di segmen lain. HMD Siapkan Ponsel entry-level Darkhawk dengan baterai 6.000 mAh, misalnya, menunjukkan bagaimana produsen lain juga berupaya memberi nilai lebih pada lini terjangkau mereka.
Dari sisi lini produk, langkah Apple ini menegaskan bahwa model entry-level bukan lagi sekadar pintu masuk dengan chip baru dan bodi lama. Dengan menggabungkan sasis tipis, bezel ramping, dan chip M7, MacBook Pro 14 inci mendatang berpotensi menjadi opsi paling menarik bagi pengguna yang menginginkan tampilan modern tanpa membayar harga varian Pro atau Max.




Komentar
Belum ada komentar.