Telset.id â Strutt ev1c, kursi roda otonom yang memadukan teknologi robot vacuum dan mobil self-driving, berhasil menyita perhatian di ajang IFA 2026. Kendaraan mobilitas pribadi ini mampu mengantar penggunanya dari satu ruangan ke ruangan lain di dalam rumah tanpa perlu menyentuh kontrol sama sekali.
Dilengkapi kamera dan LiDAR untuk mendeteksi lingkungan sekitarnya, ev1c memiliki dua fitur utama. Pertama, kemampuan mengemudi sendiri secara penuh di lingkungan yang sudah dipetakan. Kedua, langkah keselamatan otomatis saat digunakan secara manual di luar ruangan.
Matt Bolton, Managing Editor Home Tech TechRadar, menyebut ev1c sebagai salah satu pengalaman paling berkesan di IFA 2026. Kendaraan ini bahkan berhasil meraih penghargaan âBest in Showâ dari TechRadar di ajang tersebut.

Cara Kerja Mode Self-Driving di Dalam Rumah
Saat digunakan di dalam rumah, ev1c bekerja persis seperti robot vacuum. Kendaraan ini memetakan seluruh area menggunakan LiDAR. Sistemnya mampu membedakan objek bergerak sementara seperti manusia dan hewan peliharaan dari objek statis seperti dinding dan meja.
Kemampuan membedakan objek ini penting untuk proses pemetaan. Pengguna juga bisa melihat apa yang âdilihatâ kendaraan setiap saat melalui layar sentuh kecil di sandaran lengan kursi.

Setelah peta terbentuk, pengguna dapat memilih area tertentu sebagai âWaypointsâ. Fitur ini memberikan menu tempat yang ingin dituju untuk dikendarai sendiri. Pengguna cukup memilih waypoint melalui layar sentuh atau aplikasi smartphone, dan kursi akan mulai berjalan tanpa perlu kontrol apa pun.
Waypoint juga bisa dipicu menggunakan perintah suara. Pengguna dapat berkata âAntar saya ke tempat tidurâ dan selama ada waypoint bernama âtempat tidurâ, ev1c akan mengantar ke lokasi tersebut.
Bagi pengguna yang tidak membutuhkan kendaraan sepanjang waktu namun kadang membutuhkannya secara mendadak, ada solusi menarik. Melalui aplikasi, ev1c dapat dipanggil untuk mendatangi pengguna meskipun kendaraan berada di sisi lain rumah.
Strutt juga sedang menguji mode âFollow meâ untuk pengguna yang hanya membutuhkan kendaraan secara intermiten. Dengan mode ini, pengguna bisa mulai berjalan dan ev1c akan mengikuti dari belakang. Saat dibutuhkan, kendaraan sudah siap digunakan.
Matt Bolton sempat mencoba mode ini di booth Strutt. Meskipun masih bermasalah pada tahap pengembangan, fitur ini berfungsi. Dibutuhkan waktu untuk membiasakan diri karena ada sesuatu yang diam-diam mengikuti dari belakang terasa cukup tidak nyaman.
Sisi self-driving dari teknologi ini sudah siap digunakan. Dalam pengujian, kursi roda ini sedikit tersentak saat berputar di ruang kecil, namun itu satu-satunya masalah yang ditemukan.

Dalam demo di booth Strutt, ev1c mengarahkan pengguna mengelilingi meja makan, melewati celah sempit menuju pintu, melewati pintu, dan berhenti di depan sofa. Kendaraan berhenti dengan posisi menghadap sofa demi kenyamanan pengguna. Sepanjang perjalanan, ev1c tidak menyentuh satu benda pun, tidak menabrak kursi makan atau roda yang menjepit pintu.
Kendaraan juga diuji melintasi karpet dan lantai keras, dan tidak ada perbedaan performa sama sekali.
Baca Juga:
Fitur Co-Pilot untuk Pengendalian Manual
Matt Bolton juga mencoba mode manual dengan fitur âCo-Pilotâ aktif. Ini adalah sistem pintar untuk saat pengguna mengemudi sendiri, dengan fitur utama penghindaran objek. Manfaat paling sederhana adalah sistem tidak akan membiarkan pengguna menabrak apa pun.
Tim Strutt meminta Matt untuk mengemudi ke arah mereka dengan kecepatan penuh. Kendaraan berhenti saat jarak beberapa inci dari orang tersebut. Pengereman tidak terasa seperti menginjak rem mendadak, melainkan melambat secara bertahap hingga berhenti.
Fitur lain yang berguna saat kontrol manual termasuk kamera mundur dengan garis lintasan kemudi dan mode âcruise controlâ agar kendaraan berjalan lurus dengan kecepatan tertentu tanpa perlu memegang kontrol.

Ada juga mode bantuan lebih lanjut bernama âCo-Pilot+â. Fitur menarik dari mode ini adalah alternatif dari penghentian otomatis. Sistem akan mencari ruang kosong dan benar-benar berbelok mengelilingi penghalang, bukan hanya mengerem saat terlalu dekat.
Mode ini juga akan memperhalus cara mengemudi. Jika pengguna berisiko menabrak pintu di rumah, sistem akan otomatis menyesuaikan kemudi agar tidak terjadi benturan. Ini seperti fitur steering assist di game Mario Kart.
Dalam pengujian yang sama, ev1c berbelok membentuk busur mengelilingi orang tersebut, lalu kembali ke posisi semula di jalur dan melanjutkan perjalanan ke depan. Selama pengujian, tangan Matt tetap berada di kontrol mendorong ke depan sepanjang waktu, tanpa berkontribusi pada gerakan kemudi sama sekali.
Dari sisi spesifikasi umum, ev1c mampu melaju hingga 8 mph dengan jangkauan sekitar 20 mil dari baterainya, tergantung medan. Kendaraan ini dapat melintasi rumput dan kerikil, serta tanjakan hingga 13 derajat (23 persen) dan trotoar setinggi dua inci. Semua didukung sistem penggerak empat roda.
ev1c dapat dipecah menjadi lima bagian untuk dimasukkan ke mobil. Strutt juga sedang menjajaki kemungkinan menawarkan tas baterai cadangan agar pengguna bisa mengganti baterai saat jauh dari rumah untuk dukungan jarak lebih jauh.
Harga resminya adalah USD 7.499 atau sekitar GBP 5.995 atau AU$ 9.999. Namun, harga aktual yang dibayarkan mungkin dipengaruhi skema lokal untuk membuat kendaraan mobilitas lebih terjangkau.
Meskipun harganya terbilang mahal, Matt mengaku mengira harganya akan lebih mahal dari itu. Ia menekankan bahwa dirinya bukan pengguna kendaraan mobilitas pribadi, namun sangat terkesan dengan cara kerja kursi ini, desain dan pembuatannya, serta kemampuannya.
Kehadiran Strutt ev1c di IFA 2026 menunjukkan bagaimana teknologi otonom dari robot vacuum dan mobil self-driving dapat diaplikasikan untuk meningkatkan mobilitas dan kemandirian pengguna kursi roda. Inovasi ini berpotensi mengubah cara pengguna kursi roda berinteraksi dengan lingkungan rumah mereka.





Komentar
Belum ada komentar.