Kunjungi Korban, Vivo Masih Bungkam Soal Meledaknya Vivo V5

Telset.id, Jakarta – Kabar meledaknya smartphone Vivo V5 di Manokwari, Papua dengan cepat menyebar ke sejumlah media sejak tiga hari lalu. Meski agak telat merespon, namun pada hari ini, Kamis (25/10/2018), pihak Vivo Indonesia akhirnya datang langsung ke lokasi kejadian untuk bertemu dengan korban meledaknya ponsel Vivo V5.

Menurut pengakuan Novie, isteri Abdul Amin, korban dan juga pemilik ponsel naas itu, bahwa mereka sudah menerima kedatangan tim Vivo dan menerima kompensasi sebagai pengganti kerugian.

Kompensasi yang diberikan berupa ponsel baru Vivo yang nilainya setara dengan harga pembelian Vivo V5 pada waktu itu. Korban juga dibolehkan untuk menukar penggantian dengan tipe ponsel lebih tinggi, namun harus menambah sendiri selisih harganya.

“Dia (Vivo) ganti seharga HP yang terbakar, kira-kira harganya Rp 3,5 juta dulu waktu beli. Jadi, Vivo juga ganti dengan harga segitu juga, kalau mau ganti tipe lain yang lebih mahal boleh, tapi harus tambah uang sendiri,” ujar Novie kepada Tim Telset.id, Kamis (25/10/2018).

Selain memberi kompensasi penggantian ponsel, Vivo juga memberikan kompensasi biaya pengobatan untuk Abdul Amin yang tangannya sempat menderita luka bakar ringan ketika mengamankan ponsel tersebut.

Tetapi Novie enggan mengungkapkan besaran kompensasi uang yang diberikan Vivo, karena menurutnya mereka tidak memerlukan pengobatan serius.

“Kalau kompensasi dapat untuk biaya pengobatan. Sama dapat hadiah juga dari Vivo,” imbuh wanita pemilik akun Facebook Aqila Amra Putri Ramadhani itu .

Novie menuturkan, akibat peristiwa ini, tangan Abdul sempat melepuh di beberapa bagian, terutama jempol kanannya. Luka bakar ini diakui sempat mengganggu pekerjaan suaminya yang dalam menjalankan tugas kesehariannya mengandalkan laptop.

“Pas kejadianya langsung tangannya melepuh dan berair, melembung gitu. Berhubung suami kerja di depan laptop jadi mungkin dia risih, akhirnya dia tusuk pakai jarum. Tangan jadi tebal melepuh susah buat ngetik. Kalau pas pertama kejadianya saya juga lihat kasihan. Sekarang sudah kering lukanya,” jelas dia, menjelaskan kejadian pada Minggu (21/10/2018) lalu pukul 4 WIT (Waktu Indonesia Timur).

Walaupun mendapatkan kompensasi, Novie mengaku bahwa keluarganya sebenarnya tidak terlalu berharap mendapat penggantian dari pihak Vivo. Dia masih bersyukur karena kejadian tersebut tidak menimbulkan koban luka serius atau bahkan korban jiwa.

Novie menganggap kejadian ini sebagai musibah, dan berharap kejadian yang dialami suaminya ini tidak terulang lagi, dan jangan sampai menimbulkan korban yang lebih banyak.

Terkait bantuan yang diberikan Vivo, dia mengucapkan terimakasih atas perhatian Vivo terhadap kasus yang cukup menghebohkan tersebut. “Intinya Vivo sudah bertanggungjawab dan masalah sudah clear,” tukas Novie.

Meski dari pihak korban meledaknya Vivo V5 sudah “merasa clear“, setelah mendapat kompensasi bantuan dari pihak Vivo Indonesia, namun hingga kini masih belum ada penjelasan resmi dari pihak Vivo tentang penyebab ponsel tersebut bisa terbakar.

Setidaknya Vivo bisa memberikan penjelasan apa sumber masalahnya, dan bagaimana upaya pencegahannya agar ke depan pengguna bisa menghindari kejadian serupa demi keselamatan mereka.

Tim Telset.id sudah mencoba menghubungi pihak Vivo Indonesia untuk menanyakan hal ini, tapi belum ada respon jawaban dari pihak Vivo.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, peristiwa ini dialami oleh suaminya Abdul Amin di Manokwari, Papua pada Minggu (21/10/2018) pagi, pukul 4.00 WIT. Saat itu, Abdul baru saja selesai melakukan penggilan telepon, dan kemudian dia meletakkan ponsel Vivo V5 miliknya di atas kasur.

Tak berapa lama, mereka mendengar ada bunyi ledakan kecil dan tiba-tiba ponsel Vivo V5 milik suaminya terbakar dengan mengeluarkan banyak asap. Melihat hal itu, Abdul langsung mengambil ponselnya yang terbakar dikasur, dan membuangnya ke lantai.

“Iya (ponsel Vivo V5) ditaruh di atas kasur, tiba-tiba meledak, terbakar dan keluar banyak asap,” jelas Novie saat dihubungi  Tim Telset.id  via Facebook Messenger, pada Kamis (25/10/2018).

“Mungkin kalau suami saya tidak cepat-cepat buang hp ke lantai, sudah kebakaran karena pas kejadian hp ada didekat bed cover. Apalagi kasur sama seprei cepat sekali kebakar kalau kena api,” sambung Novie lagi.

Novie tidak tahu apa penyebab hingga ponsel suaminya bisa terbakar. Ia menampik kabar yang mengatakan kalau ponselnya meledak akibat kepanasan karena terlalu lama di-charge atau diisi daya baterainya.

Karena saat itu, kata Novie, ponsel tersebut tidak sedang di-charge, dan meledak sendiri secara tiba-tiba tanpa ada pemicu panas dari sumber energi eksternal seperti charger.

“Gak di-charge (ponselnya),” tegas Novie.

Akibat kejadian itu, tangan Abdul melepuh akibat memegang ponsel Vivo V5 yang terbakar di atas kasur. Meski sang suami mengalami sedikit luka bakar di jarinya, namun Novie dan keluarganya merasa bersyukur, karena kejadian ini cepat diantisipasi sebelum membakar barang-barang lainnya.

“Untung kita juga kaget dan cepat bangun, kalau tidak mungkin kita semua sudah terbakar,” tukas Novie.

Novie juga mengatakan bahwa saat ini unit ponsel Vivo V5 yang terbakar sudah diambil oleh pihak  Vivo Indonesia  untuk dilakukan penyelidikan. Ia juga mengatakan telah mendapatkan penggantian unit ponsel baru dari Vivo. “Iya sudah diganti baru, sesuai harga hp yang rusak,” ujarnya. [WS/HBS]

 

1 COMMENT

  1. Wihhhh mantap banget nih berita, lengkap dan jelas langsung dari si korban. coba semua media kl mengupas issue setajam ini, pasti ga ada hujat menghujat ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here