MacBook Pro 14 M5 digunakan di pangkuan seorang wanita di bandara

Krisis Memori RAM Hantam MacBook Air, Pengiriman Mundur ke September

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Kelangkaan memori RAM menyebabkan ketersediaan MacBook Air mengetat di ritel Apple
  • Estimasi pengiriman beberapa konfigurasi mundur hingga akhir Agustus, model kustom hingga September
  • Apple menaikkan harga MacBook Air M5 dari $1.099 menjadi $1.299 pada Juni
  • Apple menunda kampanye back-to-school dan memprioritaskan promosi MacBook Pro 14 inci
  • Samsung memperkirakan kelangkaan memori memburuk pada 2027 dan berlanjut hingga 2028
  • Program leasing Upgrade Apple menjadi alternatif untuk mengatasi harga hardware yang meningkat

Telset.id – Kelangkaan komponen memori kini berdampak langsung pada laptop paling populer milik Apple, MacBook Air. Menurut laporan Bloomberg dari Mark Gurman, ketersediaan MacBook Air di jaringan ritel Apple mengalami pengetatan signifikan, dengan estimasi pengiriman beberapa konfigurasi mundur hingga akhir Agustus, bahkan model kustom baru tiba pada September.

Situasi ini terjadi hanya beberapa minggu setelah Apple menaikkan harga MacBook Air M5. Model 13 inci yang diluncurkan Maret dengan harga $1.099 kini melonjak menjadi $1.299 pada Juni. Pembeli kini harus merogoh kocek $200 lebih banyak dan tetap harus menunggu berminggu-minggu untuk mendapatkan model yang diinginkan.

The Apple MacBook Pro 14 M5 sitting on a woman's lap at the airport.

## Apple Ubah Strategi Penjualan

Apple sudah mengubah strategi penjualan sebagai respons atas krisis ini. Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan menunda kampanye back-to-school dan memberikan perhatian lebih pada MacBook Pro 14 inci entry-level di seluruh toko dan materi pemasarannya. Beberapa promosi bahkan memperingatkan bahwa MacBook Air “tergantung ketersediaan”.

Langkah ini tidak biasa karena Apple jarang mengarahkan pelajar menjauh dari MacBook Air, yang lebih ringan, lebih murah, dan cukup bertenaga untuk sebagian besar tugas kuliah. MacBook Pro menawarkan layar lebih baik, lebih banyak port, dan performa berkelanjutan yang lebih kuat, tetapi harganya jauh lebih mahal. Apple mungkin berharap dapat membersihkan sebagian inventaris sebelum refresh M6 yang dijadwalkan akhir tahun ini. Kabar mengenai chip M6 terbaru memang sudah beredar di industri.

## Tekanan Rantai Pasokan Semakin Berat

Krisis memori awalnya hanya memengaruhi ketersediaan Mac mini dan Mac Studio. Kini setelah mencapai MacBook Air, tekanan di rantai pasokan Apple semakin nyata. Samsung, salah satu dari tiga pemasok utama RAM, memperkirakan kelangkaan memori akan memburuk pada 2027 dan berlanjut hingga 2028 karena pusat data AI mengunci lebih banyak kapasitas produksi.

Jika harga RAM dan penyimpanan terus naik, Apple kemungkinan akan mengumumkan kenaikan harga lagi. Program leasing Upgrade yang baru dirilis menjadi lebih masuk akal dalam kondisi ini. Pelanggan dapat mencicil biaya Mac dalam pembayaran bulanan, kemudian mengembalikannya, meningkatkan spesifikasi, atau membayar sisa jumlah untuk tetap memilikinya. Program ini memang tidak membuat MacBook Air $1.299 menjadi lebih murah, tetapi memberikan cara yang lebih lunak bagi Apple untuk menjual perangkat keras yang semakin mahal.

Kondisi ini juga menjelaskan mengapa Apple terus mengembangkan lini produk lain. Untuk pengguna yang mencari alternatif dengan RAM 12GB andalan, beberapa opsi menarik mulai bermunculan di pasar. Apple sendiri terus mendorong penjualan MacBook Pro sebagai pengganti sementara, meskipun perbedaan harga cukup signifikan.

Krisis ini menunjukkan bahwa bahkan Apple dengan daya beli dan perjanjian pemasok jangka panjangnya tidak kebal terhadap gejolak pasar komponen. Konsumen yang berencana membeli MacBook Air dalam waktu dekat perlu mempertimbangkan waktu tunggu yang lebih lama dan kemungkinan kenaikan harga tambahan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.