šŸ“‘ Daftar Isi

Penelitian kipas wearable leher dan wajah oleh Concordia University menggunakan manikin termal

Kipas Leher Wearable Terbukti Efektif Gantikan Kipas Meja

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Penelitian Concordia University membuktikan kipas wearable efektif mendinginkan tubuh setara kipas meja
  • Wajah dan leher hanya 5,5% luas tubuh tapi sangat sensitif terhadap suhu
  • Kipas wajah meningkatkan kehilangan panas hingga tujuh watt
  • Sony Reon Pocket Pro Plus dijual Ā£199 dengan pendinginan 20% lebih kuat dari pendahulunya
  • Mode Smart Cool bertahan hingga 15 jam baterai
  • Kipas wearable mengurangi konsumsi energi HVAC di kantor hybrid

Telset.id – Penelitian terbaru dari Concordia University mengungkap bahwa kipas wearable yang menempel di leher dan wajah mampu memberikan kenyamanan termal setara kipas meja konvensional, namun dengan konsumsi energi lebih rendah. Temuan ini menjadi kabar baik bagi mereka yang selama ini ragu menggunakan perangkat pendingin pribadi karena alasan estetika.

Para peneliti membandingkan kipas wajah dan leher yang dapat dikenakan terhadap kipas meja berbilah serta kipas tanpa bilah dalam ruangan kantor terkontrol bersuhu 25 derajat Celsius. Pengujian menggunakan manikin termal 23 segmen yang mampu mengukur suhu kulit, kehilangan panas, dan kenyamanan termal keseluruhan.

Hasilnya, efektivitas kipas wearable ternyata bergantung pada area tubuh yang ditargetkan. Wajah dan leher hanya mencakup sekitar 5,5 persen dari luas permukaan tubuh, namun area tersebut sangat sensitif terhadap suhu. Mengarahkan aliran udara ke area tersebut memungkinkan kipas wearable mencapai kenyamanan seluruh tubuh yang sebanding dengan kipas meja tanpa bilah atau kipas berbilah konvensional yang berjalan pada kecepatan rendah.

Neck Fans Concordia University Study

Kipas yang dipasang di wajah meningkatkan kehilangan panas dari wajah hingga tujuh watt. Meskipun kipas meja berbilah ukuran penuh masih memberikan pendinginan terbesar secara keseluruhan, perangkat tersebut menciptakan kecepatan udara yang jauh lebih tinggi sehingga mengirimkan aliran udara yang tidak diinginkan ke rekan kerja di sekitarnya.

Sony Reon Pocket Pro Plus

Sony telah membawa konsep ini lebih jauh melalui Reon Pocket Pro Plus yang dijual seharga £199. Perangkat ini menempel di belakang leher dan menggunakan dua modul termoelektrik, bukan hanya mengandalkan udara yang bergerak. Sony mengklaim model terbarunya memberikan pendinginan lebih dari 20 persen lebih kuat dibandingkan pendahulunya, dengan pelat pendingin yang mampu mencapai suhu permukaan sekitar 2 derajat Celsius lebih rendah dalam kondisi pengujiannya.

Clothing, Hat, Cap

Perangkat ini juga memantau lingkungan sekitar dan secara otomatis menyesuaikan pendinginannya. Sony menilai mode Smart Cool mampu bertahan hingga 15 jam daya baterai tergantung kondisi dan pengaturan.

Para peneliti Concordia melihat manfaat yang lebih besar dari jenis pendinginan tertarget ini. Jika individu dapat tetap nyaman dengan perangkat pribadi, kantor berpotensi menjalankan sistem HVAC terpusat dengan lebih hemat, mengurangi konsumsi energi bangunan. Hal ini menjadi berguna untuk lingkungan kerja hybrid di mana mendinginkan kantor besar untuk segelintir karyawan terasa tidak efisien.

Temuan ini memberikan alasan kuat untuk mempertimbangkan kembali penggunaan perangkat pendingin wearable. Meskipun tampilannya mungkin terlihat kurang modis, manfaat kenyamanan dan efisiensi energi yang ditawarkan cukup signifikan, terutama di tengah gelombang panas yang semakin ekstrem.

Bagi pekerja kantoran yang sering merasa gerah, kipas wearable bisa menjadi solusi praktis tanpa mengganggu orang lain. Efisiensi energi juga menjadi nilai tambah, sejalan dengan tren teknologi hemat energi yang semakin diminati.

Sony Reon Pocket Pro Plus menunjukkan bahwa teknologi pendingin pribadi terus berkembang. Dengan kemampuan menyesuaikan suhu secara otomatis dan daya tahan baterai yang panjang, perangkat ini dirancang untuk penggunaan sehari-hari di lingkungan kerja maupun luar ruangan.

Namun, perlu dicatat bahwa kipas meja berbilah ukuran penuh masih unggul dalam hal pendinginan maksimal. Bagi mereka yang bekerja sendirian di ruangan pribadi, kipas meja tetap menjadi pilihan yang lebih kuat. Kipas wearable lebih cocok untuk situasi berbagi ruangan atau bekerja di dekat orang lain.

Penelitian Concordia University ini membuka wawasan baru tentang bagaimana tubuh manusia merespons pendinginan tertarget. Fakta bahwa area kecil seperti wajah dan leher dapat memengaruhi kenyamanan seluruh tubuh menunjukkan potensi pengembangan perangkat pendingin yang lebih efisien di masa depan.

Bagi perusahaan yang ingin mengurangi biaya operasional, adopsi kipas wearable oleh karyawan bisa menjadi langkah strategis. Mengurangi ketergantungan pada AC terpusat tidak hanya menghemat energi tetapi juga mengurangi emisi karbon, sejalan dengan tren keberlanjutan di berbagai industri.

Sementara itu, perkembangan teknologi wearable terus berlanjut di berbagai sektor. Inovasi seperti pelacak AI dan jam tangan dengan fitur kesehatan menunjukkan bahwa perangkat yang dapat dikenakan semakin cerdas dan multifungsi.

Kesimpulannya, penelitian ini memberikan validasi ilmiah bahwa kipas wearable bukan sekadar gimmick. Efektivitasnya dalam memberikan kenyamanan termal dengan konsumsi energi lebih rendah menjadikannya alternatif yang layak dipertimbangkan, terutama di lingkungan kerja bersama.

Meskipun penampilan mungkin tetap terlihat kurang modis, kenyamanan yang ditawarkan jauh lebih berharga, terutama saat menghadapi gelombang panas yang semakin sering terjadi. Teknologi pendingin pribadi seperti ini bisa menjadi bagian penting dari strategi adaptasi terhadap perubahan iklim.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.