πŸ“‘ Daftar Isi

Keyboard Keybytes dengan modul tombol magnetik dan pengontrol Keyword dari proyek open source Nathan Alspaugh

Keyboard Keybytes: Modul Magnetik RISC-V, Biaya Full-Size Rp14 Juta

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Keybytes adalah proyek keyboard open source karya Nathan Alspaugh, mahasiswa MIT
  • Terdiri dari pengontrol Keyword dan modul Keybit yang terhubung magnetik
  • Setiap Keybit berukuran 19,05 x 19,05mm dengan mikrokontroler RISC-V
  • Pengontrol Keyword memakai Arm Cortex-M4, Bluetooth, dan USB-C
  • Setiap Keybit mendukung switch mekanikal Cherry MX
  • Rakit full-size sekitar 2 Keyword dan 110 Keybit, biaya sekitar US$900
  • Desain dirilis di GitHub dengan lisensi MIT

Telset.id – Proyek keyboard open source bernama Keybytes memungkinkan pengguna merakit tata letak keyboard kustom dengan menghubungkan tombol-tombol individual ke sebuah pengontrol pusat. Proyek ini dikembangkan oleh Nathan Alspaugh, seorang mahasiswa MIT, dan mengandalkan koneksi magnetik serta mikrokontroler khusus di setiap tombol untuk mendukung susunan yang fleksibel.

Keybytes terdiri dari dua elemen utama, yaitu pengontrol bernama Keyword dan modul tombol individual bernama Keybit yang terhubung secara magnetik untuk membentuk keyboard yang dipersonalisasi. Pendekatan ini menghapus batasan tata letak tetap yang biasa ditemukan pada keyboard konvensional, sehingga pengguna dapat menyusun tombol sesuai kebutuhan.

Setiap Keybit berukuran 19,05 x 19,05mm, sesuai dengan standar unit keyboard 1U. Di dalam setiap modul terdapat mikrokontroler RISC-V yang membuat tombol dapat beroperasi secara independen, bukan sepenuhnya bergantung pada satu prosesor pusat. Koneksi pogo pin empat sisi membawa daya dan komunikasi I2C, sehingga modul dapat terhubung melalui sisi yang berbeda dan mengakomodasi berbagai susunan.

Spesifikasi Pengontrol Keyword dan Keybit

Modul pusat Keyword berisi dua papan sirkuit bertumpuk. Papan atas menampung mikrokontroler Arm Cortex-M4, antena Bluetooth, dan memori flash. Sementara papan bawah menyediakan konektivitas USB-C, fungsi pengisian daya, serta buck-boost converter untuk manajemen daya. Setiap Keybit sendiri dapat menampung switch mekanikal Cherry MX, sehingga perakit memiliki opsi memilih switch kompatibel sesuai preferensi mengetiknya.

Keybytes, an open-source keyboard project that lets users create custom keyboards

Koneksi magnetik memungkinkan tombol dipasang di sekitar pengontrol Keyword atau bersebelahan dengan modul lain. Alspaugh telah mempublikasikan berkas proyek, aset desain, dan detail konstruksi di GitHub di bawah lisensi MIT yang permisif. Lisensi ini memungkinkan pihak lain memeriksa desain, membangun unit sendiri, dan memodifikasi perangkat keras sesuai kebutuhan mereka.

Estimasi Biaya dan Keterbatasan Proyek

Meski fleksibel, Keybytes masih berstatus proyek tahap awal. Alspaugh melaporkan bahwa sistem dasar baru saja mencapai kondisi berfungsi. Dokumentasi proyek yang tersedia untuk publik saat ini hanya menunjukkan kombinasi modul terbatas, bukan tata letak keyboard full-size yang sudah lengkap.

Pengembang memperkirakan bahwa merakit versi full-size dengan sekitar 2 pengontrol Keyword dan 110 Keybit akan menelan biaya sekitar US$900 atau setara Rp14 juta. Angka tersebut menunjukkan betapa cepatnya biaya menumpuk ketika setiap tombol tambahan membutuhkan papan sirkuit, mikrokontroler, dan komponen elektronik lainnya sendiri.

Perakit juga harus memperhitungkan produksi papan sirkuit tercetak, pembelian komponen, penyolderan, dan enclosure cetak 3D kustom. Kebutuhan ini membuat tata letak besar jauh lebih menantang dibandingkan konfigurasi kecil yang dirancang untuk segelintir tombol pintas.

Desain saat ini juga memiliki keterbatasan pada opsi pencahayaan, karena Keyword hanya menyertakan indikator status sementara Keybit individual tidak memiliki iluminasi khusus. Versi mendatang berpotensi menambahkan fitur seperti pencahayaan RGB yang dapat disesuaikan, kontrol rotary, modul pengenalan sidik jari, atau touchpad kompatibel. Namun semua itu masih berupa usulan tambahan, bukan pengembangan yang sudah dikonfirmasi.

The Keychron Q6 Max mechanical keyboard against a blue background.

Bagi pengguna yang terbiasa dengan keyboard mekanikal rakitan pabrikan, fleksibilitas Keybytes memang menawarkan pendekatan berbeda. Namun status proyek yang masih awal dan estimasi biaya yang tinggi membuatnya lebih relevan untuk kalangan perakit berpengalaman yang siap menangani produksi PCB, penyolderan, hingga enclosure cetak 3D.

Sebagai perbandingan, sejumlah produk lain di pasar juga terus menghadirkan pendekatan baru pada perangkat input dan ekosistem perangkat pintar. Anda bisa menelusuri informasi seputar Microsoft 365 Family untuk melihat bagaimana layanan berlangganan mengatur batasan penyimpanan, atau menelusuri Motorola Signature 27 untuk perkembangan perangkat keras terbaru.

Dengan lisensi MIT dan dokumentasi yang terbuka, Keybytes menyerahkan pengembangan lanjutan kepada komunitas. Alspaugh sendiri tidak menjanjikan jadwal ketersediaan produk final, sehingga posisi proyek ini tetap sebagai eksperimen perangkat keras terbuka yang bisa dipelajari dan dimodifikasi siapa saja.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.