šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi chip DRAM yang menjadi objek dugaan pencurian rahasia dagang Samsung oleh CXMT

Kasus Dugaan Pencurian Rahasia Dagang Samsung oleh CXMT Terungkap di Pengadilan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Project Hefei adalah rencana pengembangan DRAM CXMT yang diduga mencuri Process Recipe Plan (PRP) Samsung sejak 2016
  • PRP Samsung mencakup 620 langkah manufaktur DRAM termasuk data peralatan dan metode produksi
  • Mantan insinyur Samsung berperan kunci, satu di antaranya dihukum 7 tahun penjara
  • CXMT tumbuh dari 4% ke 10% pangsa pasar DRAM global dalam setahun
  • Pendapatan CXMT tumbuh 716% di Q2 2026 dengan IPO menghasilkan $8,6 miliar USD
  • Kerugian Samsung ditaksir mencapai ā‚©40 triliun atau $29,5 miliar
  • CXMT berencana ekspansi ke Beijing dengan target 600.000 wafer per bulan

Telset.id – Pengadilan Korea Selatan mengungkap detail mengejutkan dalam kasus dugaan pencurian rahasia dagang Samsung oleh produsen DRAM asal China, CXMT. Berdasarkan dokumen pengadilan yang bocor, jaksa penuntut mengungkapkan adanya proyek bernama ā€œProject Hefeiā€ yang diduga menjadi cetak biru CXMT untuk mencuri teknologi manufaktur DRAM milik Samsung, sebuah skandal yang telah berlangsung sejak Januari 2024 dan melibatkan sejumlah mantan insinyur Samsung yang kini telah dihukum penjara.

Kasus ini bermula ketika CXMT didirikan pada Juni 2016 di Hefei, China, dengan investasi pemerintah sekitar $1,9 miliar USD. Menurut jaksa penuntut, CXMT saat itu tidak memiliki fasilitas R&D sama sekali atau rencana penelitian apa pun. Namun, hanya dalam waktu lebih dari dua tahun, perusahaan tersebut berhasil memproduksi wafer DRAM—sebuah pencapaian yang disebut hampir mustahil tanpa bantuan teknologi curian.

CXMT Chip

Project Hefei: Rencana Ambisius yang Diduga Curang

Publikasi Korea, NoCut News, mengungkapkan bahwa Project Hefei merupakan seluruh rencana pengembangan DRAM CXMT yang dipimpin oleh kepala pengembangan perusahaan tersebut—yang sebelumnya menjabat sebagai kepala pengembangan DRAM di Samsung—sekitar Agustus 2016. Rencana ini diyakini menjadi kunci utama yang membawa CXMT menguasai sekitar 10% pasar DRAM global.

Rincian timeline Project Hefei yang diungkap dalam dokumen pengadilan menunjukkan target yang sangat agresif:

  • Mencuri Process Recipe Plan (PRP) Samsung pada September 2016
  • Merekrut insinyur kunci Samsung pada Oktober 2016
  • Menyelesaikan R&D pada Juli 2017
  • Memulai produksi wafer DRAM pada Agustus 2018 dengan kapasitas 10.000 wafer per bulan

PRP yang dimaksud mencakup 620 langkah dalam proses manufaktur DRAM, termasuk data tentang peralatan, bahan habis pakai, dan metode produksi. Data ini bahkan mencakup pemasok peralatan spesifik beserta nomor modelnya.

Upaya Awal yang Gagal dan Peran Mantan Insinyur Samsung

Menurut laporan tersebut, pada Agustus 2016, CXMT pertama kali mencoba membuat wafer chip 18nm dengan mengandalkan ingatan kolektif para insinyur Samsung yang telah direkrut. Namun, upaya ini ternyata tidak cukup. Setelah diduga mendapatkan akses ilegal ke PRP Samsung, CXMT menyiapkan dokumennya sendiri pada September 2016.

Dokumen yang kemudian dibagikan kepada para spesialis kunci—banyak di antaranya mantan insinyur Samsung—diduga berisi notasi dan catatan tentang perkembangan proses yang unik milik Samsung. Jaksa penuntut menyatakan bahwa para mantan insinyur Samsung ini seharusnya segera mengenali data tersebut sebagai milik perusahaan Korea Selatan itu.

HBM3E vs HBM4

Salah satu saksi kunci dalam kasus ini adalah mantan peneliti Samsung dengan nama keluarga Jeon, yang sebelumnya dijatuhi hukuman 7 tahun penjara karena secara manual menyalin bagian-bagian PRP sebelum meninggalkan Samsung untuk bergabung dengan CXMT. Jeon memberikan kesaksian dalam persidangan kasus ini sebagai saksi.

Pertumbuhan Eksplosif CXMT di Tengah Ledakan Permintaan AI

Kasus ini menjadi semakin signifikan mengingat pertumbuhan eksplosif yang dialami CXMT. Satu dekade lalu, pasar DRAM didominasi oleh tiga perusahaan besar: Samsung, Micron, dan SK hynix. Namun, CXMT berhasil mengubah lanskap industri ini secara dramatis.

Permintaan chip yang melonjak akibat ledakan kecerdasan buatan (AI) mendorong pertumbuhan CXMT dari sekitar 4% pangsa pasar DRAM global pada Q2 2025 menjadi sekitar 10% pada Q2 2026. Ini menandai pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade tiga perusahaan besar menguasai kurang dari 90% pasar DRAM.

Kapasitas produksi CXMT telah berkembang menjadi tiga fasilitas fabrikasi wafer 12 inci, dengan target produksi kolektif 350.000 wafer hingga akhir tahun—mendekati angka produksi Micron yang mencapai 375.000 hingga 385.000 wafer. CXMT juga berencana membuka pabrik kedua di Beijing dengan target produksi lebih dari 600.000 wafer per bulan.

Dampak Finansial dan IPO Spektakuler

CXMT

Pertumbuhan CXMT tidak hanya terlihat dari pangsa pasar. Pendapatan perusahaan tumbuh 716% pada Q2 2026 saja. IPO-nya di Shanghai STAR Market pada Juli 2026 mencatatkan kenaikan saham 466%, menghasilkan dana segar sebesar $8,6 miliar USD dan menjadikannya produsen chip paling bernilai di pasar saham China.

Sekitar 70% dari dana tersebut dilaporkan akan digunakan untuk ekspansi produksi DRAM lebih lanjut, bukan untuk pengembangan HBM yang lebih mahal dan rumit. Meskipun demikian, CXMT telah memasok sampel HBM3E ke T-Head milik Alibaba dan Cambricon, bahkan saat Samsung dan SK hynix memasuki produksi HBM4.

Kerugian Samsung yang Mencapai Puluhan Triliun Won

Menurut penghitungan terakhir jaksa penuntut Korea Selatan pada Desember 2025, kerugian Samsung akibat dugaan aksi CXMT mencapai ā€œsetidaknya puluhan triliun won.ā€ Perkiraan kasar menunjukkan angka tersebut bisa mencapai sekitar ā‚©40 triliun, atau setara $29,5 miliar, dan terus meningkat secara eksponensial.

Klaim CXMT pada 2019 bahwa mereka mendesain chip 8 Gb DDR4 sepenuhnya secara in-house sebagai teknologi ā€œleapfrog, independenā€ kini dipertanyakan serius di tengah bocornya dokumen pengadilan ini. Jika semua dugaan ini terbukti benar, maka aksi CXMT telah menghasilkan peristiwa ekonomi berskala geopolitik yang dampaknya melampaui sekadar angka-angka kerugian finansial.

Transformasi CXMT dari perusahaan tanpa fasilitas R&D menjadi pemain utama pasar DRAM global dalam waktu kurang dari satu dekade merupakan kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya. Industri memori global kini menyaksikan bagaimana dugaan pencurian kekayaan intelektual dapat mengubah keseimbangan kekuatan pasar secara fundamental, dengan implikasi yang meluas ke geopolitik teknologi antara China dan Korea Selatan.

Kasus ini juga menjadi pengingat penting tentang bagaimana persaingan teknologi global semakin ketat, di mana kekayaan intelektual menjadi medan pertempuran yang krusial. Perkembangan kasus ini akan terus dipantau oleh industri, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap lanskap pasar DRAM global dan hubungan teknologi antarnegara.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.