Jago Musik Instan! JBL BandBox Punya Fitur AI Ajaib Buat Latihan Band

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Pernahkah Anda merasa frustrasi saat mencoba mengulik melodi gitar dari lagu favorit, namun suara instrumen aslinya terlalu dominan dan menutupi detail yang ingin Anda pelajari? Bagi musisi kamar atau mereka yang sedang belajar instrumen, memisahkan lapisan suara dalam sebuah rekaman profesional seringkali menjadi tantangan teknis yang memusingkan. Biasanya, kita membutuhkan software audio canggih di komputer untuk melakukan hal tersebut, yang tentu saja tidak praktis untuk sesi latihan cepat.

Namun, lanskap teknologi audio kini berubah drastis dengan inovasi terbaru dari JBL. Raksasa audio yang biasanya kita kenal lewat jajaran speaker Bluetooth pestanya ini, kini merambah wilayah baru yang cukup mengejutkan. Mereka tidak sekadar merilis pengeras suara biasa, melainkan sebuah ekosistem latihan musik cerdas yang mengintegrasikan kecerdasan buatan langsung ke dalam perangkat kerasnya, tanpa perlu perantara komputer yang rumit.

Inovasi ini hadir dalam bentuk JBL BandBox Solo dan BandBox Trio. Kedua perangkat ini menjanjikan solusi praktis bagi gitaris muda yang ingin berlatih “Stairway to Heaven” tanpa terganggu suara Jimmy Page, atau vokalis yang ingin berkaraoke dengan backing track orisinal. Dengan teknologi yang mereka sebut Stem AI, JBL tampaknya siap mengubah cara kita berlatih musik di rumah menjadi pengalaman yang jauh lebih intuitif dan menyenangkan.

Sihir Stem AI untuk Latihan Efektif

Fitur unggulan yang menjadi nilai jual utama dari seri BandBox adalah teknologi Stem AI onboard. Secara teori, fitur ini memungkinkan Anda untuk memisahkan atau bahkan menghilangkan vokal dan instrumen tertentu dari musik apa pun yang dialirkan melalui Bluetooth. Bayangkan Anda sedang memutar lagu rock klasik; dengan beberapa pengaturan, Anda bisa membisukan suara gitar utamanya dan menggantinya dengan permainan gitar Anda sendiri, seolah-olah Anda sedang jamming bersama band aslinya.

Konsep ini sebenarnya mirip dengan apa yang ditawarkan oleh beberapa platform musik digital modern, namun JBL membawanya langsung ke dalam fisik amplifier. Ini adalah langkah berani yang menargetkan musisi yang ingin kepraktisan tanpa mengorbankan kualitas latihan. Anda tidak perlu lagi mencari backing track di internet yang kualitasnya seringkali meragukan; cukup putar lagu aslinya, dan biarkan AI bekerja.

Duel Spesifikasi: Solo vs Trio

JBL membagi lini produk ini menjadi dua varian untuk segmen yang berbeda. Pertama adalah BandBox Solo yang dibanderol seharga $250 (sekitar Rp 3,9 juta). Sesuai namanya, perangkat ini dirancang untuk musisi individu dengan satu input untuk gitar atau mikrofon. Ini adalah pilihan ideal bagi mereka yang berlatih sendirian di kamar atau studio kecil.

A hand adjusting knobs on the JBL BandBox Trio speaker

Sementara itu, bagi Anda yang ingin berlatih bersama teman-teman, JBL menawarkan BandBox Trio seharga $600 (sekitar Rp 9,4 juta). Versi ini jauh lebih powerful dengan dukungan hingga empat input instrumen, menjadikannya solusi all-in-one untuk latihan band tanpa perlu mixer eksternal yang ribet. Keunggulan lain dari Trio adalah adanya kontrol onboard yang lebih lengkap dan layar LCD, sehingga mengurangi ketergantungan Anda pada aplikasi smartphone saat sedang asyik bermusik.

Fitur Efek dan Kendali Aplikasi

Meskipun BandBox Trio memiliki kontrol fisik yang mumpuni, JBL tetap menyediakan aplikasi pendamping bernama JBL One app untuk pengalaman yang lebih mendalam. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat menambahkan berbagai filter untuk meniru karakteristik model amplifier modern maupun vintage. Ini memberikan fleksibilitas tone yang luas, mulai dari suara bersih (clean) hingga distorsi yang gahar.

Tidak hanya itu, tersedia pula berbagai efek standar industri seperti phaser, chorus, dan reverb, serta fitur fungsional seperti pitch shifter dan tuner bawaan. Menariknya, JBL juga menjanjikan fitur looper bawaan yang memungkinkan musisi melakukan layering suara. Namun, perlu dicatat bahwa fitur looper ini belum tersedia saat peluncuran dan dijadwalkan baru akan hadir melalui pembaruan perangkat lunak pada bulan Oktober mendatang. Kemudahan update ini mirip dengan fleksibilitas berbagi file pada ekosistem digital masa kini.

Daya Tahan Baterai dan Ketersediaan

Untuk mendukung mobilitas, kedua perangkat ini dibekali baterai yang cukup mumpuni. JBL mengklaim BandBox Solo mampu bertahan hingga enam jam penggunaan. Sementara itu, BandBox Trio memiliki daya tahan hingga 10 jam. Yang menarik dari varian Trio adalah penggunaan baterai yang dapat diganti (replaceable battery). Artinya, jika Anda memiliki baterai cadangan, Anda bisa menggandakan waktu latihan tanpa perlu mencari colokan listrik—sebuah fitur krusial bagi musisi jalanan atau mereka yang suka berlatih di luar ruangan.

Kapasitas ini mengingatkan kita pada pentingnya baterai tahan lama dalam perangkat portabel modern. Bagi Anda yang sudah tidak sabar mencicipi teknologi ini, JBL telah membuka keran pre-order melalui situs web resmi mereka mulai hari ini. Pengiriman unit dan ketersediaan di ritel pihak ketiga dijadwalkan akan dimulai pada 1 Maret mendatang. Harga baterai cadangan untuk Trio sendiri belum diumumkan secara resmi, namun opsi ini jelas menambah nilai jangka panjang dari perangkat tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI