Telset.id – Jackery resmi memperkenalkan dua power station portabel terbarunya, Explorer 1000 Plus v2 dan Explorer 2000 Plus v2, yang diklaim mampu memangkas ukuran fisik hingga 60% tanpa mengurangi kapasitas baterai yang tertera. Langkah ini menjadi perubahan signifikan bagi pengguna yang selama ini harus memilih antara daya besar atau perangkat yang ringkas dibawa.
Perusahaan menerapkan teknik pengemasan baterai yang biasa dipakai di kendaraan listrik pada kedua produk tersebut. Teknik ini memungkinkan Jackery mengurangi dimensi perangkat secara drastis, sekaligus menjawab keluhan umum pengguna power station portabel yang selama ini identik dengan bobot berat dan bodi besar.
Explorer 2000 Plus v2 disebut mengalami pemangkasan ukuran hingga 60% dan bobot hingga 33% dibanding pendahulunya. Sementara Explorer 1000 Plus v2 mencatat pengurangan ukuran sebesar 44% dengan bobot yang turun hingga 26%. Kedua angka tersebut menjadi inti dari klaim efisiensi yang diusung Jackery pada lini terbarunya.
CTB 2.0 Bikin Sel Baterai Menyatu dengan Cangkang
Kunci dari perubahan ini adalah arsitektur Cell-to-Body atau CTB yang mengintegrasikan komponen baterai langsung ke dalam struktur cangkang perangkat. Jackery menggunakan CTB 2.0 untuk menyatukan sel dengan enclosure, sehingga mengurangi volume internal yang tidak terpakai dan biasanya membutuhkan komponen struktural tambahan.
Pendekatan ini mirip dengan metode pengemasan baterai pada kendaraan listrik, di mana produsen mengintegrasikan elemen struktural di sekitar sel baterai. Menurut Jackery, mereka menjadi merek penyimpanan energi portabel pertama di dunia yang menghadirkan konstruksi CTB turunan EV ke kategori produk ini.
Jackery juga mengantongi paten penemuan di Amerika Serikat dan Jepang untuk implementasi CTB 1.0 sebelumnya, yang menggunakan pengelasan di kedua sisi. Inovasi berkelanjutan ini menunjukkan arah pengembangan perusahaan dalam menghadirkan perangkat penyimpanan energi yang lebih efisien secara struktur.

Dari sisi kapasitas, Explorer 2000 Plus v2 menyimpan daya 2.048Wh dengan bobot 18,8kg dan dimensi 36,6 × 25,5 × 27,2cm. Sementara Explorer 1000 Plus v2 menyimpan 1.024Wh, berbobot 10,8kg, dan berukuran 31,35 × 20,1 × 23,35cm. Kombinasi kapasitas besar dan bodi ringkas inilah yang menjadi daya tarik utama kedua model.
“Orang tidak menginginkan daya lebih besar dengan konsekuensi bentuk yang besar — mereka ingin daya yang menyatu secara alami dengan kehidupan mereka,” ujar Brady Sun, Head of Europe Jackery. Pernyataan ini menegaskan bahwa efisiensi ruang dan bobot menjadi prioritas utama perusahaan pada lini Plus v2.
Brady Sun menambahkan bahwa melalui Explorer Plus v2 Series, Jackery secara drastis mengurangi ukuran sekaligus meningkatkan kepadatan energi, kecerdasan, dan keamanan perangkat. Klaim ini menempatkan kedua model sebagai jawaban atas kebutuhan pengguna yang menginginkan portabilitas tanpa mengorbankan performa.
Baca Juga:
Output Besar dan Pengisian Cepat
Kedua model mendukung penyimpanan yang dapat diperluas, memungkinkan versi 1.024Wh mencapai 11kWh dan versi 2.048Wh mencapai 12kWh. Model yang lebih besar memasok daya 2.400W secara kontinu dengan output sementara mencapai 4.800W, sedangkan unit yang lebih kecil menyediakan 1.800W secara kontinu.
Untuk konektivitas, kedua power station dilengkapi outlet AC, dua koneksi USB-C yang mencapai 140W, satu port USB-A, dan satu soket kendaraan 12V/10A. Pengisian tenaga surya mencapai 400W pada unit yang lebih kecil dan 800W pada unit yang lebih besar, sementara pengisian AC membutuhkan waktu masing-masing 1,25 dan 1,5 jam.
Jackery juga menetapkan periode pengisian darurat selama 50 menit untuk 1000 Plus v2 dan 80 menit untuk 2000 Plus v2. Kedua model menyertakan fungsi UPS 10ms yang ditujukan untuk menjaga peralatan yang terhubung selama gangguan singkat pada pasokan listrik rumah tangga.

Sel LFP berlapis keramik pada kedua perangkat dinilai mampu bertahan hingga 6.000 siklus dengan retensi kapasitas 70%, dan Jackery mengklaim masa pakai mencapai 30 tahun. Sistem dapat beroperasi pada suhu serendah -20°C, sementara pengisian tetap didukung antara -10°C hingga 45°C.
Kombinasi spesifikasi ini menempatkan kedua model sebagai perangkat yang tidak hanya ringkas, tetapi juga tangguh untuk berbagai kondisi lingkungan. Bagi pengguna yang membutuhkan cadangan daya jangka panjang, daya tahan sel menjadi pertimbangan penting.
Pemesanan akan dibuka di Inggris dan Eropa pada 14 Oktober 2026. Pelanggan yang berlangganan dapat menerima diskon 35% untuk aksesori tertentu, sementara paket station dan panel surya yang memenuhi syarat menyertakan charger GaN 102W senilai £54,99.
Langkah Jackery menghadirkan CTB 2.0 pada kategori power station portabel menunjukkan pergeseran fokus industri dari sekadar kapasitas besar menuju efisiensi struktur. Dengan pemangkasan ukuran hingga 60% tanpa mengurangi kapasitas, perusahaan menawarkan alternatif bagi pengguna yang selama ini terkendala bobot dan dimensi perangkat. Skema perluasan hingga 12kWh serta masa pakai yang diklaim mencapai 30 tahun memperkuat posisi kedua model sebagai pilihan cadangan daya rumah tangga maupun aktivitas luar ruang.
[IMAGE_1]

[IMAGE_2]






Komentar
Belum ada komentar.