📑 Daftar Isi

Ilustrasi iPhone Ultra dengan harga $2.500 yang memicu kenaikan harga rata-rata ponsel lipat

iPhone Ultra Picu Kenaikan Harga Rata-Rata Ponsel Lipat 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • iPhone Ultra dengan harga mulai $2.500 diprediksi naikkan rata-rata harga ponsel lipat 18% di 2026
  • Counterpoint Research proyeksikan ASP foldable capai $1.485 pada 2026
  • Apple tingkatkan produksi iPhone Ultra jadi 10 juta unit karena popularitas tinggi
  • Konsumen lebih pilih ponsel lipat model buku dibanding flip yang makin murah
  • Pengiriman foldable harga $1.600-$2.000 diprediksi naik dua kali lipat jadi 58% di 2026
  • Saat ini waktu tepat beli foldable generasi sebelumnya jelang rilis Galaxy Z Fold 8

Telset.id – Kehadiran iPhone Ultra yang dibanderol mulai $2.500 diprediksi akan mendorong kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) ponsel lipat secara global hingga 18% pada tahun 2026. Kenaikan ini didorong oleh posisi Apple sebagai pemain baru di segmen premium yang secara langsung mengerek rata-rata harga pasar.

Menurut laporan dari firma riset Counterpoint Research pada 25 Juni 2026, masuknya Apple ke pasar ponsel lipat dengan harga tinggi akan memperkuat tren kenaikan ASP yang sudah berlangsung. Counterpoint Research memproyeksikan bahwa harga rata-rata ponsel lipat pada 2026 akan mencapai $1.485, naik signifikan dari tahun sebelumnya.

“Masuknya Apple ke pasar ponsel lipat juga diperkirakan akan semakin mendorong tren kenaikan ASP dengan menjaga perhatian pasar pada segmen harga tinggi. Hal ini akan meningkatkan minat pada kesinambungan perangkat lunak, dukungan aplikasi, dan produktivitas di seluruh kategori ponsel lipat, serta membantu menjadikan ponsel lipat sebagai segmen bernilai lebih tinggi di pasar smartphone,” tulis Counterpoint Research dalam laporannya.

iPhone Ultra render

iPhone Ultra sendiri diprediksi akan hadir dengan harga mulai $2.500 untuk varian dasar, sementara konfigurasi tertingginya bisa mencapai $3.000. Angka ini jauh di atas rata-rata harga ponsel lipat saat ini. Apple dikabarkan telah meningkatkan rencana produksi iPhone Ultra menjadi 10 juta unit, merespons tingginya popularitas model tersebut seperti yang dilaporkan oleh Nikkei Asia.

Namun, perlu dicatat bahwa kenaikan ASP sebesar 18% ini tidak secara otomatis berarti semua ponsel lipat akan menjadi lebih mahal. Kenaikan ini lebih disebabkan oleh efek matematis dari kehadiran iPhone Ultra dengan harga sangat premium yang menarik rata-rata harga segmen ke atas. Meski demikian, jika sambutan pasar terhadap iPhone Ultra positif, produsen lain seperti Samsung mungkin akan mempertimbangkan untuk menaikkan harga jual ponsel lipat mereka di masa depan.

Pasar Ponsel Lipat Buku Makin Dominan

Data dari Counterpoint Research juga menunjukkan pergeseran preferensi konsumen yang signifikan. Meskipun ponsel lipat clamshell (flip) semakin terjangkau berkat banyaknya merek yang memasuki pasar dan meningkatkan skala produksi massal, konsumen justru lebih memilih ponsel lipat model buku (book-style).

Harga ponsel flip saat ini dikabarkan sudah mendekati harga flagship non-lipat premium. Namun, tren menunjukkan bahwa pengiriman ponsel lipat dengan harga antara $1.600 hingga $2.000 diperkirakan akan hampir dua kali lipat pada 2026, dari 30% pada 2025 menjadi 58% pada 2026. Ini mengindikasikan bahwa konsumen bersedia membayar lebih untuk mendapatkan pengalaman layar besar dan produktivitas yang ditawarkan oleh ponsel lipat model buku.

Foldable smartphone average selling price trend by form factor. | Image by Counterpoint Research - Your next foldable phone is going to cost more, all thanks to the iPhone Ultra

“Ponsel lipat, yang diposisikan oleh OEM pada titik harga lebih tinggi dengan margin keuntungan lebih besar untuk menyerap kenaikan biaya komponen, menarik minat para pengadopsi awal dan pengguna premium yang tidak terlalu sensitif terhadap harga dan bersedia membayar untuk produktivitas, efisiensi, dan pengalaman seluler yang lebih kuat,” ujar Liz Lee, Associate Director di Counterpoint Research.

“Ponsel lipat dengan layar besar, terutama model buku, akan menawarkan peluang nilai tambah yang relatif berbeda di pasar smartphone sebagai faktor bentuk yang cocok untuk multitasking berbasis AI,” tambahnya.

Semua segmen harga lain di pasar ponsel lipat diperkirakan akan menyusut pada 2026. Menurut Counterpoint, ponsel lipat model buku premium akan menawarkan nilai lebih baik tahun depan.

Kapan Waktu yang Tepat Membeli Ponsel Lipat?

Dengan adanya berbagai faktor seperti kenaikan harga komponen RAM dan storage, serta peluncuran seri Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 yang diharapkan, saat ini mungkin menjadi waktu yang tepat untuk mempertimbangkan membeli ponsel lipat generasi sebelumnya.

Samsung diperkirakan akan berusaha mempertahankan harga Galaxy Z Fold 8 di angka $1.999, sama seperti pendahulunya. Namun, informasi ini masih bersifat spekulatif. Keputusan harga final akan diketahui pada 22 Juli saat acara peluncuran resmi. Jika Galaxy Z Fold 8 benar-benar diluncurkan dengan harga $1.999, ini bisa menjadi salah satu kesempatan terakhir untuk mendapatkan ponsel lipat model buku premium di harga tersebut.

Alternatifnya, konsumen bisa menunggu pengumuman resmi dan kemudian membeli Galaxy Z Fold 7 yang harganya pasti akan turun setelah model baru dirilis. Tren ini menunjukkan bahwa meskipun harga rata-rata pasar naik, masih ada peluang bagi konsumen untuk mendapatkan ponsel lipat dengan harga yang lebih terjangkau.

Secara keseluruhan, kehadiran iPhone Ultra memang akan mengerek harga rata-rata ponsel lipat, namun dampaknya terhadap harga setiap produk secara individual masih perlu dicermati. Konsumen disarankan untuk membandingkan berbagai opsi dan mempertimbangkan waktu pembelian yang paling tepat sesuai kebutuhan dan anggaran.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.