Telset.id – Apple kembali menghadapi kendala dalam produksi iPhone Fold pertama mereka. Namun, masalah terbaru ini bukan berasal dari engsel, melainkan dari tahap pra-perakitan yang disebut surface-mount technology (SMT). Informasi ini diungkap oleh pembocor bernama Fixed Focus Digital di Weibo, yang membantah rumor sebelumnya tentang masalah engsel.
Menurut Fixed Focus Digital, masalah produksi yang dihadapi Apple saat ini terkait dengan proses SMT, yaitu teknologi yang digunakan untuk memasang komponen ke papan sirkuit. Ia mengklaim bahwa hasil produksi (yields) meningkat sangat lambat. Hal ini menjadi tantangan baru bagi Apple yang sebelumnya juga dilaporkan menghadapi masalah pada engsel iPhone Fold.
Pembocor tersebut tidak secara tegas mengatakan bahwa peluncuran iPhone Fold yang dijadwalkan pada September 2026 akan tertunda. Namun, ia menyebut bahwa “situasinya tidak terlihat optimistis” (hasil terjemahan mesin). Dalam unggahannya, Fixed Focus Digital juga menekankan bahwa masalah ini berada di “proses hulu” yang sedang diupayakan keras oleh kontraktor Apple untuk diselesaikan. Ia pun menyalahkan standar kendali kualitas Apple yang dianggap “terlalu ketat.”
Kontradiksi dengan Rumor Sebelumnya
Laporan ini kontras dengan klaim dari pembocor lain, Instant Digital, yang sebelumnya menyebut bahwa masalah engsel iPhone Fold tidak akan mempengaruhi jadwal peluncuran September. Meski begitu, kumpulan bocoran terbaru menunjukkan bahwa Apple memang kesulitan untuk memproduksi secara massal ponsel lipat pertamanya. Hal ini bertentangan dengan laporan pada April 2026 yang menyatakan bahwa Apple sudah berada di jalur yang tepat untuk rilis September.
Baik Mark Gurman dari Bloomberg maupun DigiTimes Asia sebelumnya melaporkan bahwa iPhone Fold mengalami penundaan produksi, tetapi masih diharapkan meluncur pada musim gugur. DigiTimes bahkan menyebut produksi tertinggal sekitar satu hingga dua bulan dari jadwal. Gurman menambahkan bahwa Apple menargetkan penjualan iPhone Fold bersamaan dengan iPhone 18 Pro atau sedikit lebih lambat.
“Rilis masih enam bulan lagi, dan produksi belum dimulai,” ujar Gurman. Ia juga menegaskan bahwa waktu rilis belum final.
Baca Juga:
Apakah Apple Membutuhkan iPhone Fold?
Analis Avi Greengart dari Technospatial menyatakan bahwa jika Apple tidak merilis iPhone Fold tahun ini, keuntungan hanya akan diraih oleh Samsung dan Motorola secara global, serta Huawei di China. Namun, Greengart juga mencatat bahwa penjualan iPhone Apple “melonjak” meskipun tanpa kehadiran ponsel lipat. “Apple tidak membutuhkan ponsel lipat untuk sukses,” tegasnya.
Pernyataan ini didukung data dari Yahoo Finance pada April 2026 yang melaporkan bahwa penjualan seri iPhone 17 meningkat hingga 26% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apple sendiri cenderung tidak membagikan angka pasti penjualan.
Meski menghadapi kendala produksi, spekulasi tentang spesifikasi iPhone Fold terus beredar. Perangkat ini diperkirakan akan hadir dengan layar lipat 7,8 inci dan layar eksternal 5,5 inci. Dapur pacunya akan mengandalkan chip A20 dan modem C2, serta dilengkapi tombol Touch ID di samping. Harga diperkirakan mulai dari $2.000 atau sekitar Rp32 jutaan.
Bagi penggemar Apple, situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran. Namun, sejarah menunjukkan bahwa Apple sering kali mampu mengatasi masalah produksi sebelum peluncuran. Yang pasti, persaingan di pasar ponsel lipat semakin ketat, dan Apple tidak bisa menunda terlalu lama jika ingin tetap kompetitif. Untuk informasi lebih lanjut tentang strategi Apple, kamu bisa membaca artikel tentang Produsen Android China yang meniru strategi rilis mereka.





Komentar
Belum ada komentar.