Pernahkah Anda merasa bahwa inovasi ponsel pintar belakangan ini terasa stagnan? Bentuk persegi panjang yang sama, peningkatan kamera yang inkremental, dan fitur yang mungkin jarang Anda gunakan. Di tengah kejenuhan ini, rumor mengenai perangkat lipat dari Apple menjadi oase yang dinantikan banyak penggemar teknologi. Meskipun Apple belum secara resmi mengumumkan keberadaan “iPhone Fold” atau “iPhone Air”, mesin rumor tidak pernah berhenti berputar, memberikan kita gambaran yang semakin jelas tentang masa depan perangkat ini.
Selama beberapa bulan terakhir, para analis industri, pengamat rantai pasokan, dan pembocor informasi kredibel terus menyusun sketsa tentang bagaimana rupa ponsel lipat pertama Apple dan kapan perangkat ini akhirnya akan tiba di tangan konsumen. Berbeda dengan kompetitor yang terburu-buru merilis produk lipat, Apple tampaknya mengambil pendekatan yang jauh lebih hati-hati, sebuah strategi klasik perusahaan asal Cupertino yang lebih mementingkan kesempurnaan daripada menjadi yang pertama di pasar. Namun, tanda-tanda kehadiran perangkat ini semakin kuat dan sulit untuk diabaikan.
Volume dan konsistensi laporan terbaru memberikan kita pemahaman yang lebih baik daripada sebelumnya tentang bagaimana bentuk perangkat yang sering disebut sebagai iPhone Fold ini. Berdasarkan rangkuman dari berbagai rumor paling kredibel, kita mulai bisa menyusun puzzle mengenai perangkat yang digadang-gadang akan mengubah peta persaingan ponsel premium global ini. Namun, perlu diingat, seperti halnya perangkat keras Apple yang belum dirilis, rencana bisa berubah, fitur bisa dirombak, dan jadwal bisa meleset.
Kapan iPhone Lipat Akan Meluncur?
Rumor mengenai iPhone yang bisa dilipat sebenarnya sudah terdengar sejak tahun 2017, namun laporan terbaru menunjukkan bahwa Apple akhirnya telah mengunci jendela peluncuran yang lebih realistis. Sebagian besar sumber kini menunjuk pada musim gugur tahun 2026 sebagai target utama, kemungkinan besar bersamaan dengan peluncuran jajaran iPhone 18. Ini adalah waktu yang cukup lama, namun sejalan dengan siklus pengembangan produk Apple yang ketat.
Jurnalis teknologi ternama, Mark Gurman, sempat mengubah prediksinya beberapa kali mengenai waktu peluncuran ini. Awalnya, ia menyarankan bahwa Apple bisa meluncurkannya “paling cepat tahun 2026”. Namun, dalam laporan lanjutannya, ia menulis bahwa perangkat tersebut kemungkinan baru akan dikirimkan pada akhir tahun 2026 dan penjualan utamanya baru akan terjadi secara masif pada tahun 2027. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun pengumuman mungkin dilakukan lebih awal, ketersediaan stok mungkin akan terbatas pada awalnya.
Senada dengan Gurman, analis Ming-Chi Kuo juga berulang kali menyebut paruh kedua tahun 2026 sebagai target Apple. Namun, beberapa laporan lain masih mengklaim bahwa proyek ini bisa saja mundur hingga tahun 2027 jika Apple menghadapi masalah manufaktur atau daya tahan, terutama seputar engsel atau layar. Mengingat sejarah Apple yang tidak ragu menunda produk yang dirasa belum siap, kemungkinan penundaan ini tetap menjadi skenario yang sangat nyata.
Baca Juga:
Desain Ala Buku dan Dimensi Layar
Berbicara mengenai bentuk fisik, konsensus saat ini menunjukkan bahwa Apple telah menetapkan desain lipat gaya buku (book-style), mirip dengan seri Samsung Galaxy Z Fold, daripada model ponsel lipat cangkang kerang (clamshell). Pilihan desain ini menegaskan ambisi Apple untuk menghadirkan pengalaman produktivitas yang lebih luas, bukan sekadar ponsel yang bisa diperkecil.
Saat dibuka, iPhone Fold diperkirakan akan menyerupai tablet kecil seperti iPad mini dengan ukuran 8,3 inci. Namun, berdasarkan rumor yang beredar, iPhone Fold mungkin sedikit lebih kecil, dengan layar internal berukuran sekitar 7,7 hingga 7,8 inci. Ukuran ini dianggap ideal untuk konsumsi media dan multitasking tanpa membuat perangkat menjadi terlalu bongsor saat digenggam.
Ketika ditutup, perangkat ini akan berfungsi layaknya ponsel pintar konvensional, dengan layar luar berada di kisaran 5,5 inci. Bocoran file CAD dan cetakan pembuat casing menunjukkan bahwa perangkat ini mungkin lebih pendek dan lebih lebar daripada iPhone standar saat dilipat. Desain ini menciptakan jejak yang lebih persegi, yang lebih cocok dengan rasio aspek layar bagian dalam.

Menariknya, beberapa laporan juga menunjuk pada “iPhone Air” sebagai potensi pratinjau dari karya desain lipat Apple. Sasisnya yang luar biasa tipis ditafsirkan secara luas sebagai gambaran tentang bagaimana rupa satu sisi dari iPhone lipat masa depan. Jika teori ini benar, ketebalan iPhone Fold saat dibuka diperkirakan berkisar antara 4,5 dan 5,6 mm, dan hanya sekitar 9 hingga 11 mm saat dilipat, tergantung pada desain engsel akhir dan lapisan internalnya.
Teknologi Layar dan Tantangan Lipatan
Layar tidak diragukan lagi adalah tantangan terbesar bagi ponsel lipat mana pun, dan ini adalah area di mana Apple tampaknya telah menginvestasikan waktu pengembangan selama bertahun-tahun. Laporan menyebutkan bahwa Apple akan mengandalkan Samsung Display sebagai pemasok utamanya. Di ajang CES 2026, Samsung memamerkan panel OLED lipat baru tanpa lipatan, yang menurut beberapa sumber—termasuk Bloomberg—bisa jadi merupakan teknologi yang sama yang direncanakan Apple untuk digunakan.
Panel canggih ini menggabungkan OLED fleksibel dengan pelat pendukung logam yang dibor laser untuk menyebarkan tekanan saat melipat. Tujuannya adalah menciptakan layar dengan tanpa lipatan yang terlihat, sesuatu yang kabarnya dianggap penting oleh Apple sebelum memasuki pasar ponsel lipat. Jika Apple benar-benar menggunakan panel ini, itu akan menandai peningkatan penting dibandingkan ponsel lipat saat ini, yang masih menunjukkan bekas lipatan yang terlihat dalam kondisi pencahayaan tertentu.
Kamera dan Kembalinya Touch ID
Sektor fotografi tentu tidak luput dari perhatian. Rumor kamera menunjukkan bahwa Apple merencanakan pengaturan empat kamera. Konfigurasi ini kemungkinan mencakup dua kamera belakang (utama dan ultra-wide, keduanya dikabarkan beresolusi 48MP), satu kamera punch-hole di layar luar, dan satu kamera di bawah layar (under-display) pada layar bagian dalam.
Salah satu kejutan terbesar dari rumor ini adalah klaim bahwa Apple akan menghindari penggunaan Face ID sepenuhnya pada iPhone Fold. Sebagai gantinya, perangkat ini diperkirakan akan mengandalkan Touch ID yang terpasang di tombol daya, mirip dengan model iPad terbaru. Keputusan ini memungkinkan Apple untuk menjaga kedua layar bebas dari notch atau potongan Dynamic Island yang dapat mengganggu estetika layar penuh.
Meskipun teknologi kamera di bawah layar secara historis menghasilkan kualitas gambar yang lebih rendah, sensor 24MP yang dikabarkan akan digunakan pada iPhone Fold akan menjadi kamera inovatif dan langkah maju yang signifikan dibandingkan dengan ponsel lipat yang ada saat ini, yang biasanya menggunakan sensor resolusi jauh lebih rendah.
Material Engsel Liquidmetal dan Baterai Jumbo
Engsel adalah area lain di mana Apple mungkin mengambil jalan berbeda dari para pesaingnya. Banyak laporan mengklaim bahwa Apple akan menggunakan Liquidmetal, sebuah nama dagang lama untuk paduan kaca metalik yang sebelumnya digunakan perusahaan dalam komponen yang lebih kecil. Liquidmetal dikatakan lebih kuat dan lebih tahan terhadap deformasi dibandingkan titanium, namun tetap relatif ringan.
Penggunaan material ini dapat membantu meningkatkan daya tahan jangka panjang dan mengurangi keausan pada layar lipat. Bocoran dari Jon Prosser juga merujuk pada pelat logam di bawah layar yang bekerja bersamaan dengan engsel untuk meminimalkan kerutan—sebuah klaim yang selaras dengan pelaporan dari sumber rantai pasokan Korea dan Tiongkok.
Daya tahan baterai juga menjadi diferensiator potensial. Menurut Ming-Chi Kuo dan beberapa laporan rantai pasokan Asia, Apple sedang menguji sel baterai kepadatan tinggi di kisaran 5.000 hingga 5.800 mAh. Kapasitas ini akan menjadikannya baterai terbesar yang pernah digunakan dalam iPhone, dan kompetitif dengan (atau bahkan lebih besar dari) baterai di ponsel lipat Android saat ini. Perangkat ini juga diharapkan menggunakan chip seri-A masa depan dan modem in-house buatan Apple sendiri.
Harga Selangit untuk Sebuah Inovasi
Semua teknologi canggih ini tentu tidak akan datang dengan harga murah. Hampir setiap laporan setuju bahwa iPhone Fold akan menjadi iPhone termahal yang pernah dibuat Apple. Estimasi saat ini menempatkan harga fantastis perangkat ini antara $2.000 hingga $2.500 di AS (sekitar Rp 30 juta hingga Rp 40 juta sebelum pajak).
Bloomberg telah menyatakan bahwa harganya akan “setidaknya $2.000,” sementara analis lain mempersempit kisaran kemungkinan menjadi sekitar $2.100 dan $2.300. Posisi harga ini menempatkan iPhone Fold jauh di atas iPhone Pro Max dan lebih dekat ke jajaran Mac dan iPad kelas atas Apple. Ini jelas bukan perangkat untuk semua orang, melainkan sebuah pernyataan status dan teknologi bagi mereka yang menginginkan yang terbaik dari Apple.
Meskipun rumor telah beredar selama bertahun-tahun, masih banyak hal yang belum jelas. Apple belum mengonfirmasi nama “iPhone Fold,” dimensi akhir, fitur perangkat lunak, atau bagaimana iOS akan beradaptasi dengan faktor bentuk lipat. Daya tahan, kemudahan perbaikan, dan keandalan jangka panjang juga menjadi pertanyaan terbuka. Untuk saat ini, asumsi paling aman adalah bahwa Apple sedang mengambil waktunya, dan banyak detail ini masih bisa berubah sebelum peluncuran resminya.

