πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi keterbatasan stok iPhone 18 Pro akibat kekurangan DRAM saat peluncuran

iPhone 18 Pro Terancam Terbatas Akibat Krisis DRAM Apple

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • iPhone 18 Pro dan Pro Max berpotensi mengalami keterbatasan stok saat peluncuran akibat krisis DRAM
  • iPhone 18 Pro, Pro Max, dan iPhone Ultra akan menggunakan chip A20 Pro SoC berbasis node N2 TSMC
  • Apple berupaya mengamankan pasokan DRAM dari Micron, SK Hynix, Samsung, dan menjajaki sumber dari China termasuk CMXT
  • Apple hanya akan meluncurkan model Pro pada September, sementara iPhone 18 dasar ditunda hingga awal 2027
  • Apple yakin dapat memenuhi permintaan awal namun khawatir waktu tunggu pesanan online akan memanjang

Telset.id – Apple dikabarkan akan menghadapi keterbatasan ketersediaan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max saat peluncuran perdana. Menurut laporan terbaru dari Culpium, kekurangan pasokan DRAM menjadi penyebab utama yang dapat menghambat produksi dan distribusi model flagship terbaru Apple tersebut dalam beberapa pekan mendatang.

Kabar ini melanjutkan laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa Apple sedang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan DRAM untuk lini iPhone terbarunya. Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa Apple hanya akan meluncurkan model β€œPro” pada musim gugur tahun ini, yang berarti permintaan terhadap iPhone 18 Pro dan Pro Max diprediksi akan sangat tinggi sejak hari pertama peluncuran.

Shortage of DRAM could limit iPhone 18 Pro availability at launch

A20 Pro SoC dan Kendala DRAM

Laporan Culpium mengungkapkan bahwa iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone lipat pertama Apple yang disebut iPhone Ultra akan menggunakan chip A20 Pro SoC yang diproduksi berdasarkan node N2 milik TSMC. TSMC dilaporkan telah berhasil mengembangkan volume produksi dan hasil produksi (yield) dengan baik, namun wafer yang dihasilkan kini menumpuk karena menunggu komponen DRAM untuk dikemas ke dalam chip.

Kondisi ini menciptakan bottleneck dalam rantai produksi yang dapat berdampak langsung pada jadwal peluncuran dan ketersediaan produk. Apple sendiri dikabarkan sedang berusaha keras untuk mendapatkan pasokan DRAM dari berbagai pemasok, termasuk Micron, SK Hynix, dan Samsung.

Menariknya, Apple juga dikabarkan sedang menjajaki sumber pasokan alternatif dari China, termasuk melalui CMXT. Namun, upaya ini tampaknya belum membuahkan hasil yang memadai untuk mengatasi kekurangan pasokan yang ada. Sebelumnya, Apple juga dikabarkan gagal dalam negosiasi dengan CXMT untuk mendapatkan pasokan DRAM bagi iPhone 18.

Hanya Model Pro yang Diluncurkan

Salah satu faktor yang memperumit situasi adalah keputusan Apple untuk hanya meluncurkan model β€œPro” pada ajang iPhone tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada bulan September. Dengan demikian, konsumen hanya akan melihat iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, bersama dengan iPhone lipat pertama Apple yang kemungkinan diberi nama iPhone Ultra.

Sementara itu, model dasar iPhone 18 dikabarkan akan ditunda peluncurannya hingga awal tahun 2027. Keputusan ini tentu akan meningkatkan permintaan terhadap model Pro dan Pro Max yang diluncurkan lebih awal, mengingat konsumen yang ingin membeli iPhone baru pada musim gugur hanya memiliki opsi model premium tersebut.

Situasi ini berpotensi menciptakan tekanan tambahan pada rantai pasokan yang sudah terbatas. Dengan hanya dua model yang tersedia, permintaan yang terkonsentrasi pada iPhone 18 Pro dan Pro Max dapat mempercepat habisnya stok yang tersedia.

Apple sendiri dikabarkan merasa yakin dapat memenuhi permintaan awal. Namun, perusahaan teknologi asal Cupertino tersebut juga dikhawatirkan bahwa waktu tunggu untuk pesanan online dapat menjadi panjang dengan cepat, terutama jika pasokan DRAM tidak segera stabil.

Dampak pada Konsumen

Bagi konsumen yang berencana membeli iPhone 18 Pro atau iPhone 18 Pro Max, kabar ini tentu menjadi pertimbangan penting. Keterbatasan stok pada saat peluncuran dapat berarti waktu tunggu yang lebih lama untuk pesanan online, atau bahkan kesulitan mendapatkan unit di toko fisik pada hari-hari pertama peluncuran.

Situasi ini juga mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam industri teknologi, di mana krisis pasokan komponen memori telah memengaruhi berbagai sektor. Sebelumnya, industri PC juga diprediksi akan mengalami penurunan akibat kelangkaan komponen memori yang dikenal dengan istilah RAMageddon.

Persaingan antar perusahaan teknologi dalam mengamankan pasokan DRAM juga semakin ketat. Apple, Samsung, dan LG bahkan dikabarkan saling bersaing ketat untuk mendapatkan pasokan komponen yang sama, yang semakin memperumit situasi rantai pasokan global.

Kesimpulan

Keterbatasan ketersediaan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max saat peluncuran merupakan konsekuensi langsung dari krisis pasokan DRAM yang sedang melanda industri. Dengan hanya model Pro yang diluncurkan pada September, tekanan pada rantai pasokan akan semakin besar, dan konsumen yang ingin mendapatkan unit pada hari pertama peluncuran mungkin perlu bersiap menghadapi kemungkinan waktu tunggu yang lebih lama.

Meskipun Apple menyatakan keyakinannya untuk memenuhi permintaan awal, kekhawatiran terhadap memanjangnya waktu tunggu pesanan online menunjukkan bahwa situasi ini masih belum sepenuhnya terkendali. Perkembangan selanjutnya dari krisis DRAM ini akan sangat menentukan bagaimana peluncuran iPhone 18 Pro series berjalan pada musim gugur mendatang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.