šŸ“‘ Daftar Isi

iPhone 18 Pro terancam kekurangan stok akibat krisis DRAM yang menghambat produksi chip A20 Pro di TSMC

iPhone 18 Pro Terancam Kekurangan Stok Akibat Krisis DRAM

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple menghadapi krisis pasokan DRAM yang menghambat produksi iPhone 18 Pro
  • TSMC menimbun wafer chip A20 Pro senilai $1 miliar karena menunggu DRAM
  • Chip A20 Pro menggunakan proses 2nm baru dengan metode Wafer-Level Multi-Chip Module
  • Apple tidak meluncurkan iPhone 18 dasar hingga musim semi 2027, mengurangi alternatif pembeli
  • iPhone Air generasi kedua juga ditunda, hanya iPhone lipat Ultra sebagai opsi lain
  • Pembeli disarankan segera memesan saat preorder dibuka untuk menghindari kehabisan stok
  • Pengalaman tahun lalu menunjukkan iPhone Air dan iPhone 17 Pro habis terjual saat preorder

Telset.id – Apple dikabarkan akan menghadapi masalah pasokan untuk lini iPhone 18 Pro yang akan segera diluncurkan. Menurut laporan analis semikonduktor Tim Culpan, kekurangan pasokan DRAM menghambat produksi dan berpotensi membuat Apple kehabisan stok setelah peluncuran perdana.

Apple dan mitra perakitnya dilaporkan masih yakin bisa memenuhi permintaan awal, namun mereka bersiap menghadapi kemungkinan pesanan online yang mundur dan stok ritel yang cepat habis setelah batch pertama. Situasi ini menjadi perhatian utama bagi calon pembeli iPhone 18 Pro di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Masalah ini bermula dari proses produksi chip A20 Pro yang menjadi otak dari iPhone 18 Pro. Chip tersebut merupakan prosesor pertama yang dibangun menggunakan proses 2nm baru dari TSMC. Culpan menyebut bahwa fabrikasi chip itu sendiri berjalan baik dengan volume dan yield yang kuat, namun TSMC kini menimbun wafer chip A20 Pro yang sudah jadi karena masih menunggu pasokan DRAM.

Prosesor tersebut seharusnya dikemas bersama memori menggunakan metode baru bernama Wafer-Level Multi-Chip Module, yang menyatukan chip dan memori pada wafer yang sama. Tahap ini tidak bisa dilakukan sebelum DRAM tiba. Culpan memperkirakan penumpukan chip yang tertahan ini kini bernilai sekitar $1 miliar.

Kekurangan ini diperparah dengan strategi peluncuran Apple yang lebih ramping tahun ini. Apple dikabarkan tidak meluncurkan model iPhone 18 dasar pada musim gugur ini, dengan ponsel tersebut ditunda hingga musim semi 2027 sebagai bagian dari strategi peluncuran terpisah. iPhone Air generasi kedua juga tidak diharapkan hadir sebelum waktu tersebut.

Apple iPhone 17 Pro dalam warna Cosmic Orange di samping iPhone 17 Pro Max dalam warna Deep Blue

Dengan demikian, iPhone lipat Ultra yang mahal menjadi satu-satunya iPhone baru lainnya yang debut bersama model Pro musim gugur ini. Kondisi ini berpotensi mendorong lebih banyak calon pembeli menuju iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, yang justru sedang mengalami kendala produksi.

Apple sebenarnya sudah pernah menghadapi krisis pasokan sebelumnya, namun jarang dengan ruang gerak sesempit ini. iPhone Air dan iPhone 17 Pro sama-sama habis terjual saat masa preorder tahun lalu, mendorong sebagian pengiriman ke bulan Oktober. Dengan lini produk yang lebih tipis tahun ini, Apple memiliki lebih sedikit tempat untuk menyerap tekanan pasokan.

Dampak Krisis DRAM bagi Calon Pembeli

Bagi konsumen yang berencana membeli iPhone 18 Pro, situasi ini berarti mereka harus bersiap lebih awal. Para pembeli yang menginginkan iPhone 18 Pro di hari peluncuran disarankan untuk segera melakukan pemesanan begitu jendela preorder dibuka.

Keterbatasan alternatif membuat situasi semakin rumit. Dengan tidak adanya iPhone 18 dasar dan iPhone Air generasi kedua, konsumen yang ingin membeli iPhone baru musim gugur ini hanya memiliki pilihan antara iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, atau iPhone lipat Ultra yang harganya jauh lebih tinggi.

Krisis DRAM ini juga menjadi indikasi tantangan yang lebih luas dalam rantai pasokan semikonduktor global. Ketergantungan pada komponen memori yang sama untuk berbagai produk elektronik membuat produsen seperti Apple rentan terhadap fluktuasi pasokan dari pemasok DRAM.

TSMC sebagai mitra manufaktur utama Apple kini berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Dengan wafer senilai $1 miliar yang tertahan, perusahaan tersebut mengalami hambatan signifikan dalam aliran produksinya. Namun, Culpan menegaskan bahwa fabrikasi chip itu sendiri berjalan dengan baik, menunjukkan bahwa masalahnya murni berasal dari keterlambatan pasokan DRAM.

Metode Wafer-Level Multi-Chip Module yang digunakan Apple merupakan pendekatan baru dalam industri semikonduktor. Teknologi ini memungkinkan integrasi yang lebih erat antara prosesor dan memori, menghasilkan performa yang lebih baik dan efisiensi daya yang lebih tinggi. Namun, ketergantungan pada metode ini juga berarti keterlambatan satu komponen dapat menghentikan seluruh proses produksi.

Apple sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai situasi ini. Namun, laporan dari analis industri yang dekat dengan rantai pasokan menunjukkan bahwa perusahaan telah mengantisipasi potensi masalah ini sejak beberapa waktu lalu.

Strategi Peluncuran yang Berisiko

Keputusan Apple untuk membagi strategi peluncuran menjadi dua gelombang menambah kompleksitas situasi ini. Dengan iPhone 18 dasar yang dijadwalkan rilis pada musim semi 2027, Apple sebenarnya ingin menciptakan momentum yang lebih panjang untuk lini produknya. Namun, keputusan ini juga berarti tidak ada produk penyangga jika salah satu lini mengalami masalah produksi.

Pengalaman tahun lalu menunjukkan bahwa permintaan untuk lini Pro Apple sangat tinggi. iPhone 17 Pro dan iPhone Air yang habis terjual selama preorder membuktikan bahwa konsumen bersedia menunggu untuk mendapatkan produk yang mereka inginkan. Namun, dengan situasi pasokan yang lebih ketat tahun ini, waktu tunggu bisa menjadi lebih lama dari biasanya.

Bagi pasar Indonesia, situasi ini bisa berarti keterlambatan ketersediaan iPhone 18 Pro di toko ritel resmi. Apple biasanya merilis produk barunya di Indonesia beberapa minggu setelah peluncuran global, dan krisis pasokan global berpotensi memperpanjang waktu tunggu tersebut.

Meskipun demikian, Apple dan mitra perakitnya tetap optimis dapat memenuhi permintaan awal. Keyakinan ini mungkin didasarkan pada perencanaan produksi yang matang dan hubungan jangka panjang dengan pemasok DRAM. Namun, analis industri mengingatkan bahwa optimisme semacam ini tidak selalu terbukti benar di lapangan.

Krisis DRAM yang sedang berlangsung juga menjadi pengingat akan kerentanan rantai pasokan industri teknologi. Satu komponen kecil yang tertunda dapat mengganggu produksi produk senilai miliaran dolar, dan tidak ada perusahaan sebesar Apple sekalipun yang kebal terhadap masalah semacam ini.

Calon pembeli iPhone 18 Pro di Indonesia disarankan untuk memantau informasi resmi dari Apple dan mitra ritel lokal mengenai jadwal preorder. Mengingat potensi keterbatasan stok, mereka yang serius ingin mendapatkan iPhone 18 Pro sebaiknya tidak menunda keputusan pembelian begitu pemesanan dibuka.

Laporan ini juga menunjukkan pentingnya diversifikasi rantai pasokan bagi industri semikonduktor global. Ketergantungan yang berlebihan pada satu pemasok atau satu jenis komponen dapat menciptakan titik kegagalan tunggal yang berdampak luas pada seluruh ekosistem industri.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.