Pernahkah Anda membayangkan smartphone Anda mengeluarkan aroma yang khas? Mungkin terdengar seperti ide dari film fiksi ilmiah, tetapi Infinix justru menjadikannya kenyataan. Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa Infinix Note 50s 5G+ akan menjadi ponsel pertama di dunia yang dilengkapi dengan “scent-tech”, sebuah fitur unik yang memungkinkan perangkat mengeluarkan wewangian dari panel belakangnya. Rencananya, ponsel ini akan diluncurkan di India pada 18 April 2025 dengan harga di bawah INR 20.000 (sekitar Rp3,8 juta).
Infinix bukanlah nama asing di pasar smartphone entry-level, tetapi langkah mereka kali ini benar-benar di luar ekspektasi. Dengan mengusung teknologi microencapsulation, ponsel ini akan memiliki kapsul mikroskopis yang mengandung molekul wewangian di bagian belakangnya. Kapsul ini akan melepaskan aroma secara perlahan, menciptakan pengalaman sensorik yang berbeda bagi pengguna. Namun, pertanyaannya adalah: apakah ini benar-benar inovasi yang dibutuhkan, atau sekadar gimmick untuk menarik perhatian?
Menurut Anish Kapoor, CEO Infinix India, aroma yang dihasilkan akan bersifat ringan dan menyegarkan, dengan durasi sekitar enam bulan. Namun, intensitasnya bisa bervariasi tergantung pada penggunaan dan kondisi lingkungan seperti suhu serta kelembapan. Yang menarik, fitur ini hanya tersedia pada varian warna Marine Drift Blue, sementara dua warna lainnya tidak dilengkapi teknologi serupa. Lantas, bagaimana teknologi ini bekerja, dan apakah layak untuk dipertimbangkan?
Teknologi di Balik “Scent-Tech”
Microencapsulation bukanlah teknologi baru—biasa digunakan dalam industri parfum dan kosmetik untuk melepaskan aroma secara bertahap. Namun, penerapannya pada smartphone adalah yang pertama kali dilakukan. Kapsul mikroskopis tersebut diinfuskan ke dalam bahan faux leather (kulit sintetis) di bagian belakang ponsel. Saat disentuh atau terkena gesekan, kapsul akan pecah sedikit demi sedikit, melepaskan aroma yang telah tertanam.
Meski terdengar futuristik, ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi. Pertama, daya tahan aroma yang hanya enam bulan bisa menjadi pertimbangan bagi pengguna yang ingin mempertahankan fitur ini lebih lama. Kedua, respons setiap orang terhadap wewangian berbeda-beda—beberapa mungkin menyukainya, sementara yang lain merasa terganggu. Apalagi, jika ponsel digunakan dalam lingkungan dengan suhu ekstrem, pelepasan aroma bisa menjadi tidak konsisten.
Harga Terjangkau, Tapi Apa Saja Fitur Lainnya?
Dengan harga di bawah INR 20.000, Infinix Note 50s 5G+ jelas menargetkan segmen budget-conscious. Selain fitur unik “scent-tech”, ponsel ini juga didukung jaringan 5G, membuatnya relevan di era konektivitas cepat. Namun, detail spesifikasi seperti chipset, kamera, dan kapasitas baterai masih belum diungkap secara resmi.
Jika dibandingkan dengan pesaing seperti Oppo Find X8s, Vivo X200 Pro Mini, atau Xiaomi 15, Infinix mungkin tidak unggul dalam hal performa tinggi. Namun, kehadiran teknologi aroma bisa menjadi pembeda yang menarik bagi konsen yang mencari sesuatu di luar kebiasaan. Pertanyaannya adalah: apakah fitur ini cukup untuk mengalihkan perhatian dari spesifikasi hardware yang mungkin lebih standar?
Tanggapan Pengguna: Antara Kekaguman dan Keraguan
Reaksi netizen terhadap fitur ini beragam. Beberapa menganggapnya sebagai terobosan kreatif, sementara yang lain meragukan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Seorang pengguna Motorola Edge 30 Fusion bahkan berkomentar bahwa aroma pada ponselnya masih terasa setelah lebih dari setahun, meski sudah berkurang intensitasnya. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi serupa sebenarnya sudah ada, meski tidak dipasarkan secara eksplisit.
Lalu, apakah “scent-tech” akan menjadi tren baru, atau hanya sekadar pembeda sementara? Jawabannya mungkin tergantung pada seberapa baik Infinix bisa memadukan fitur ini dengan pengalaman pengguna yang holistik. Jika aroma yang dihasilkan terlalu kuat atau mengganggu, bisa jadi ini hanya akan menjadi cerita singkat dalam sejarah inovasi smartphone.
Yang pasti, Infinix telah berhasil mencuri perhatian. Apakah ponsel ini akan laris atau justru dianggap sekadar eksperimen, hanya waktu yang bisa menjawab. Namun, satu hal yang tak terbantahkan: di dunia yang penuh dengan smartphone serupa, kadang kita butuh sesuatu yang berbeda—meski itu berarti ponsel Anda harus berbau harum.