Telset.id – Harga RAM per unit saat ini setara dengan harga pada tahun 2007, menandai kemunduran drastis setelah puluhan tahun penurunan harga yang konsisten. Fenomena ini dipicu oleh lonjakan permintaan HBM (High Bandwidth Memory) yang didorong oleh perlombaan kecerdasan buatan (AI) global.
Daniel Lemire, seorang pakar performa perangkat lunak, ilmuwan, dan pengembang GitHub, membandingkan data historis harga memori komputer dan mengungkapkan bahwa penurunan harga selama puluhan tahun telah terhapus hanya dalam hitungan bulan. Menurut unggahannya di X, peristiwa ini merupakan anomali historis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri teknologi.
“RAM per unit harganya sama mahalnya dengan tahun 2007. Sepengetahuan saya, ini adalah anomali historis. Saya tidak ingat pernah ada kejadian serupa,” ujar Lemire. Ia juga menambahkan, “Saya rasa tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi, tapi saya menduga kita harus menemukan cara membangun sistem AI tanpa terlalu banyak memori, atau menemukan cara yang benar-benar cerdas untuk membuat memori lebih banyak dengan lebih cepat.”
Data pihak ketiga yang dikumpulkan dan dikelola oleh David Shim untuk Stanford DAM Project menunjukkan harga terbaru untuk memori DDR5 berada di kisaran $13,28 hingga $11,41 per GB. Terakhir kali harga RAM menyentuh level ini adalah pada tahun 2008, ketika harga DDR2 berada di kisaran $15 hingga $11,00 per GB. Jika memperhitungkan inflasi tahun 2024, harga DDR5 saat ini setara dengan $12,74 hingga $10,94 per GB, level yang terakhir kali dicapai pada tahun 2011 saat harga DDR3 berada di $11,85 per GB.

Kemajuan Teknologi yang Terhenti oleh Permintaan AI
Kemajuan teknologi, terutama dalam manufaktur dan miniaturisasi, telah membuat harga teknologi semakin murah seiring waktu. Hal ini berlaku sejak komputer digital serbaguna pertama diciptakan 80 tahun lalu. ENIAC menghabiskan dana $400.000 pada tahun 1946, yang jika dihitung dengan inflasi saat ini setara dengan sekitar $6.850.297,44. Namun, kekuatan komputasinya hanya setara dengan sekitar 5.000 penambahan per detik. Sebagai perbandingan, salah satu smartphone termurah saat ini, Moto G Play, dijual dengan harga $99,99 dan ditenagai prosesor Snapdragon 680 dengan performa AI 3,3 TOPS atau 3,3 triliun operasi per detik.
Kenaikan harga memori yang masif ini tidak disebabkan oleh kemunduran teknologi atau hambatan pasokan, melainkan karena permintaan HBM yang sangat besar akibat perlombaan AI. Elon Musk, dalam panggilan pendapatan SpaceX terakhir, menyatakan bahwa output memori meningkat sekitar 20% per tahun. “Sekarang, biasanya itu akan menjadi sangat cepat dan luar biasa untuk industri besar yang matang, tapi tanyakan pada diri sendiri, ‘Apakah permintaannya meningkat 20% per tahun?’ Tidak, permintaannya meningkat 200% per tahun, mungkin lebih tinggi,” kata Musk.

Para ahli dan pemimpin industri lainnya setuju dengan Musk. Ketua SK Group, perusahaan induk yang memiliki produsen chip memori SK hynix, mengatakan bahwa harga RAM berada pada level yang “tidak normal” dan industri harus mengambil langkah untuk meningkatkan pasokan dan menurunkan harga. Bahkan RAM yang menggunakan chip dari produsen China, CXMT, yang sering dipandang sebagai alternatif yang lebih murah, umumnya mengikuti harga modul yang menggunakan chip dari tiga produsen besar (Micron, Samsung, dan SK hynix).
Dampak Luas di Berbagai Sektor
Selain komputer, industri lain sudah mulai terkena dampak kelangkaan ini, termasuk kartu grafis, smartphone, konsol game, dan bahkan otomotif. Situasi ini disebut tidak berkelanjutan dan “sesuatu harus dikorbankan.” Hal yang menakutkan adalah tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi jika dan ketika saat itu tiba.

Krisis harga RAM ini merupakan konsekuensi langsung dari meningkatnya kebutuhan memori untuk sistem AI. Semakin banyak perusahaan teknologi yang berlomba mengembangkan model AI yang lebih canggih, semakin besar pula kebutuhan akan HBM yang berkapasitas tinggi dan berkecepatan cepat. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan antara pasokan yang tumbuh sekitar 20% per tahun dengan permintaan yang meningkat hingga 200% per tahun.
Bagi konsumen, kenaikan harga ini berarti biaya membangun atau meningkatkan komputer pribadi menjadi jauh lebih mahal. Harga modul memori DDR5 32GB saat ini berada di angka minimum $375, sebuah lonjakan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini diperkirakan akan terus berlanjut selama permintaan AI tetap tinggi dan industri belum menemukan cara untuk meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan.

Meskipun beberapa pihak berharap harga akan segera turun, para ahli mengingatkan bahwa krisis ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Dibutuhkan investasi besar-besaran dalam kapasitas produksi baru dan inovasi teknologi manufaktur untuk dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat. Sampai saat itu tiba, konsumen dan industri harus bersiap menghadapi harga RAM yang tetap tinggi.
Baca Juga:
Lemire menekankan bahwa situasi ini merupakan anomali historis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia tidak dapat mengingat adanya kejadian serupa di mana harga perangkat keras teknologi kembali ke level puluhan tahun sebelumnya dalam waktu sesingkat ini. Pernyataan ini menunjukkan betapa tidak biasanya krisis harga RAM yang sedang terjadi saat ini.
Perbandingan dengan ENIAC menunjukkan skala kemajuan teknologi yang telah dicapai. Komputer raksasa yang menghabiskan dana $400.000 pada tahun 1946 kini kalah jauh dengan smartphone murah yang dijual kurang dari $100. Namun, kemajuan ini kini terancam oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan memori yang dipicu oleh AI.
Industri memori global kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, permintaan dari sektor AI terus meningkat dengan pesat. Di sisi lain, kapasitas produksi tidak mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut. Ketua SK Group telah menyerukan langkah-langkah untuk meningkatkan pasokan dan menurunkan harga, namun solusi jangka pendek masih belum terlihat.
Krisis ini juga menunjukkan betapa rentannya rantai pasokan teknologi global terhadap perubahan permintaan yang drastis. Ketergantungan pada segelintir produsen besar seperti Micron, Samsung, dan SK hynix membuat pasar memori sangat sensitif terhadap perubahan kondisi. CXMT dari China, yang diharapkan menjadi alternatif, ternyata juga mengikuti tren harga yang sama.
Bagi para pengguna teknologi, situasi ini menjadi pengingat bahwa harga perangkat keras tidak selamanya turun. Faktor-faktor eksternal seperti perkembangan AI dapat mengubah lanskap pasar secara drastis dalam waktu singkat. Para pengguna mungkin perlu mempertimbangkan kembali rencana upgrade perangkat mereka mengingat harga yang sedang melonjak.
Krisis harga RAM saat ini merupakan fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah industri teknologi. Kombinasi antara permintaan AI yang melonjak, kapasitas produksi yang terbatas, dan ketergantungan pada segelintir produsen menciptakan kondisi yang tidak berkelanjutan. Hingga industri menemukan solusi, baik melalui peningkatan kapasitas produksi maupun inovasi teknologi baru, harga RAM diperkirakan akan tetap tinggi.
Perkembangan AI yang pesat memang membawa banyak manfaat, namun juga membawa konsekuensi yang tidak terduga seperti krisis harga memori ini. Konsumen dan industri harus beradaptasi dengan realitas baru di mana komponen komputer tidak lagi semurah sebelumnya. Sementara itu, para produsen memori dituntut untuk segera menemukan cara meningkatkan pasokan agar harga dapat kembali stabil.





Komentar
Belum ada komentar.