Chip memori atau RAM yang menjadi komponen utama dalam perangkat elektronik modern, ilustrasi krisis harga memori

Harga Memori Melonjak 150% hingga Akhir 2027, Siapkan Budget Ekstra

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Harga memori diprediksi naik 150-205% secara kumulatif hingga akhir 2027 berdasarkan proyeksi Jefferies
  • Lonjakan bertahap: 40-50% di Q3 2026, 30-40% di Q4 2026, dan 40-45% year-on-year di 2027
  • Gartner memprediksi harga DRAM dan SSD naik 130% pada akhir 2026, mendorong harga PC naik 17% dan smartphone naik 13%
  • Segmen PC entry-level (di bawah $500) berpotensi hilang pada 2028 karena margin tipis
  • 50% kapasitas memori global sudah terikat kontrak jangka panjang dengan perusahaan besar, berpotensi naik ke 70%
  • Permintaan dari sektor AI dan komputasi awan menjadi pendorong utama kenaikan harga
  • Titik terang baru muncul pada 2028 dengan tambahan kapasitas produksi 15-20%

Telset.id – Jika Anda berharap krisis harga komponen memori segera mereda, bersiaplah menerima kabar buruk. Investasi bank Jefferies merilis proyeksi paling jelas sekaligus paling suram: harga memori diperkirakan akan melonjak hingga 150-205% secara kumulatif antara kuartal saat ini hingga akhir tahun 2027. Kenaikan ini dipastikan akan berdampak langsung pada harga smartphone, laptop, dan tablet di pasaran.

Proyeksi tersebut mengindikasikan bahwa harga memori akan melonjak 40-50% pada kuartal ketiga 2026 dibandingkan kuartal saat ini. Lonjakan belum berhenti di situ. Pada kuartal keempat 2026, harga diprediksi kembali naik 30-40%. Untuk keseluruhan tahun 2027, Jefferies memproyeksikan kenaikan tahun-ke-tahun sebesar 40-45%.

Artinya, konsumen yang berencana membeli perangkat baru dalam waktu dekat harus menyiapkan anggaran lebih besar. Satu-satunya titik terang datang pada tahun 2028, ketika kapasitas produksi baru diperkirakan bertambah 15-20%. Namun, permintaan untuk kecerdasan buatan (AI) dan komputasi juga terus tumbuh secara bersamaan, sehingga pasokan baru mungkin tidak mencukupi.

Penelitian terpisah dari firma riset Gartner memperkuat kekhawatiran ini. Gartner sebelumnya memprediksi bahwa gabungan harga DRAM dan SSD bisa melonjak 130% pada akhir 2026. Kenaikan ini diproyeksikan mendorong harga rata-rata PC naik 17% dan harga smartphone naik 13% dibandingkan level tahun 2025.

Untuk memberikan gambaran lebih konkret, kenaikan 13% pada ponsel seharga $1.000 berarti konsumen harus membayar tambahan $130. Lebih mengkhawatirkan lagi, Gartner memperingatkan bahwa segmen PC entry-level, yaitu perangkat dengan harga di bawah $500, bisa efektif menghilang pada tahun 2028. Pasalnya, produsen mungkin tidak mampu menutup biaya komponen, apalagi mendapatkan margin yang sehat.

Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa 50% dari total kapasitas memori global sudah terikat dalam kontrak jangka panjang dengan perusahaan teknologi besar. Angka ini berpotensi meningkat hingga 70%, yang berarti semakin sedikit pasokan yang tersedia untuk perangkat konsumen.

Ilustrasi laptop dan perangkat elektronik yang akan terkena dampak kenaikan harga memori

Lonjakan harga ini sebagian besar didorong oleh permintaan masif dari sektor AI dan komputasi awan. Perusahaan-perusahaan besar seperti penyedia layanan cloud dan pengembang model AI membutuhkan kapasitas memori dalam jumlah besar untuk menjalankan pelatihan dan inferensi model. Hal ini menciptakan persaingan ketat dengan pasar perangkat konsumen.

Di tengah situasi ini, inovasi arsitektur memori menjadi krusial. Beberapa perusahaan seperti Qualcomm telah mengembangkan arsitektur AI yang mampu menghancurkan hambatan memori atau memory wall. Sementara itu, pendekatan In-Memory Computing juga digadang-gadang sebagai terobosan untuk mempercepat komputasi AI sekaligus mengurangi ketergantungan pada kapasitas memori yang besar.

Dampak dari krisis ini tidak hanya dirasakan oleh konsumen akhir. Produsen perangkat juga menghadapi tekanan margin yang semakin tipis. Mereka harus memutuskan apakah akan menaikkan harga jual produk, mengurangi spesifikasi, atau mencari alternatif komponen yang lebih murah. Keputusan ini pada akhirnya akan mempengaruhi pilihan yang tersedia bagi konsumen.

Bagi konsumen yang tidak bisa menunda pembelian, langkah paling bijak adalah segera melakukan pembelian sebelum harga semakin melambung. Sementara itu, bagi yang masih bisa menunggu, tahun 2028 mungkin menawarkan sedikit kelegaan ketika kapasitas produksi baru mulai beroperasi. Namun, perlu diingat bahwa permintaan dari sektor AI dan komputasi diperkirakan akan terus tumbuh, sehingga tekanan pada pasokan mungkin tidak akan hilang sepenuhnya.

Proyeksi dari Jefferies dan Gartner ini memberikan gambaran yang jelas: industri komponen memori sedang mengalami masa transisi yang penuh tantangan. Dominasi kontrak jangka panjang dengan perusahaan teknologi besar dan permintaan AI yang melonjak telah mengubah lanskap pasar secara fundamental. Konsumen harus siap menghadapi kenyataan bahwa perangkat elektronik di masa depan akan semakin mahal.

Inovasi di bidang komputasi memori, seperti yang dikembangkan oleh Qualcomm, menawarkan harapan jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek hingga menengah, konsumen dan industri harus beradaptasi dengan realitas harga baru yang lebih tinggi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.