XMG Neo 16 laptop dengan layar menyala tampil dari sudut miring

Harga Laptop XMG Naik Akibat Krisis RAM dan Komponen

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • XMG menaikkan harga laptop €100–€150 untuk mayoritas model, dan €300 untuk satu model Schenker
  • Upgrade RTX 5090 dikenakan premi tambahan €120
  • DDR5 RAM laptop kini mendekati 6x harga sebelum krisis memori pertengahan 2025
  • Kenaikan juga dipicu oleh PCB, CPU, GPU, dan memori video GDDR7 yang lebih mahal
  • Micron hentikan produksi modul GDDR7 2GB, hanya sisakan opsi 3GB
  • Dampak ke Nvidia diperkirakan terbatas karena pasokan utama dari Samsung dan SK Hynix
  • XMG tegaskan tidak ambil keuntungan tambahan dari kenaikan harga ini

Telset.id – Produsen laptop XMG mengumumkan kenaikan harga untuk sebagian besar model notebook-nya akibat melonjaknya biaya komponen. Kenaikan ini berkisar antara €100 hingga €150 untuk mayoritas model, sementara satu model Schenker, perusahaan induk XMG, mengalami kenaikan hingga €300. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh XMG melalui Reddit, menandai babak baru dalam krisis memori yang terus berlanjut dan kini merembet ke harga perangkat jadi.

XMG menjelaskan bahwa alasan di balik penyesuaian harga ini adalah kenaikan biaya pembelian yang tidak lagi hanya didorong oleh RAM dan SSD. Perusahaan menyebut bahwa PCB, komponen elektronik, CPU, kartu grafis, dan memori video juga turut menyumbang kenaikan tingkat biaya. Dengan kata lain, hampir seluruh komponen inti laptop kini mengalami inflasi harga, termasuk motherboard dan chip terkait di dalamnya.

Dampak kenaikan ini juga menyentuh opsi upgrade. Konfigurasi dengan kartu grafis RTX 5090 kini dikenakan premi tambahan sebesar €120. Data yang dihimpun XMG dari Geizhals, pelacak harga ritel Jerman, menunjukkan bahwa DDR5 RAM untuk laptop kini mendekati enam kali lipat harga sebelum krisis memori dimulai pada pertengahan 2025. Angka ini mempertegas betapa tajamnya lonjakan biaya memori dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

XMG Neo 16 laptop shown at an angle

Selain RAM, XMG juga menegaskan bahwa GPU diskrit dan memori video GDDR7 menjadi lebih mahal, begitu pula dengan prosesor laptop dari AMD dan Intel. Kenaikan ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari gelombang tekanan biaya yang melanda seluruh rantai pasok komponen komputer. Bagi konsumen yang berencana membeli laptop baru, situasi ini berarti harga yang harus dibayar kemungkinan besar lebih tinggi dibanding beberapa bulan lalu.

Baca Juga:

Di sisi lain, pasokan memori video untuk kartu grafis Nvidia juga menghadapi tekanan tambahan. Wccftech melaporkan bahwa Micron tidak lagi memproduksi modul 2GB GDDR7 yang digunakan pada sebagian GPU Nvidia RTX 5000. Uniko’s Hardware mengangkat kabar ini melalui unggahan di X, mencatat bahwa chip tersebut telah mencapai akhir masa produksi atau end of life. Kini, hanya chip GDDR7 berkapasitas 3GB yang masih tercantum di situs web produsen memori tersebut.

Micron GDDR7 28Gbps 2GB dengan kode chip d8fhl (MT68A512M32DF-28:A) yang digunakan pada sebagian kartu RTX 50 dilaporkan telah mencapai end of life. Menurut catatan Uniko’s Hardware, seluruh chip GDDR7 2GB Micron yang terdaftar di situs web mereka kini berstatus EOL, menyisakan hanya opsi 3GB yang tersedia. Perkembangan ini berpotensi memperketat ketersediaan memori video untuk kartu grafis RTX 5000, setidaknya secara teori.

Hand holding two DDR5 RAM memory modules in front of gaming computer with RGB lighting

Meski demikian, klaim seputar Micron ini perlu disikapi dengan hati-hati. Informasi tersebut bukan merupakan pernyataan resmi dari perusahaan, dan Micron hanya merupakan pemasok minor bagi GPU gaming Nvidia. Nvidia mendapatkan mayoritas GDDR7 dari Samsung dan SK Hynix, sehingga dampaknya diperkirakan relatif kecil. Namun, dalam iklim pasar yang sedang memburuk, tekanan sekecil apa pun tetap menjadi kabar buruk bagi lini GeForce Nvidia.

Harga GPU Nvidia saat ini memang tengah menanjak tajam. RTX 5090 disebut telah mencapai tingkat harga yang tidak masuk akal, RTX 5080 juga mengalami hal serupa, dan bahkan RTX 5070 kini merasakan tekanan harga dengan kenaikan 30 persen dibanding dua bulan lalu di Amerika Serikat, dengan gambaran serupa di wilayah lain. Kondisi ini membuat tambahan tekanan sekecil apa pun semakin memperberat posisi kartu grafis GeForce Nvidia di pasar.

Kenaikan harga laptop XMG ini juga menjadi sinyal bahwa krisis pasokan RAM masih berlangsung. XMG mengikuti langkah produsen lain yang terpaksa menaikkan harga, seperti Dell yang baru-baru ini menyesuaikan harga XPS 13 secara tidak langsung. XMG menegaskan bahwa pihaknya tidak mengambil keuntungan tambahan dari kenaikan harga laptop ini, sebuah langkah transparansi yang patut dicatat di tengah situasi pasar yang sulit.

Render of Zotac GeForce RTX GPUs

XMG juga mengungkapkan bahwa ada faktor lain yang berperan dalam kenaikan biaya bagi produsen notebook. Salah satunya adalah naiknya biaya angkutan udara akibat konflik di Timur Tengah, serta kesulitan dalam pengiriman melalui jalur laut. Kombinasi antara lonjakan harga komponen dan gangguan logistik ini menciptakan tekanan berlapis bagi produsen perangkat keras.

Bagi konsumen, situasi ini menghadirkan tantangan tersendiri. Kenaikan harga laptop dan komponen berarti anggaran untuk membeli perangkat baru perlu disesuaikan. Sementara itu, pasar GPU yang terus memanas membuat opsi upgrade menjadi semakin mahal. Perkembangan krisis memori ini juga menjadi pengingat bahwa gangguan pada satu bagian rantai pasok dapat berdampak luas pada harga perangkat jadi.

XMG melalui pengumuman di Reddit menegaskan bahwa kenaikan harga ini murni disebabkan oleh meningkatnya biaya pembelian, bukan karena perusahaan mengambil margin lebih. Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa produsen pun berada dalam posisi sulit ketika harus menyesuaikan harga jual di tengah tekanan biaya yang terus meningkat. Keputusan XMG untuk terbuka mengenai alasan kenaikan harga menjadi pembeda di industri yang sering kali enggan mengungkap detail semacam ini.

Krisis memori yang dimulai pada pertengahan 2025 tampaknya masih jauh dari kata selesai. Data Geizhals yang menunjukkan DDR5 RAM laptop mendekati enam kali lipat harga awal menjadi bukti betapa dalamnya dampak krisis ini. Dengan komponen lain seperti PCB, CPU, dan GPU juga ikut naik, konsumen perlu bersiap menghadapi harga perangkat keras yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

A masculine hand holds an AMD Radeon RX 7900 GRE graphics card

Keputusan Micron untuk menghentikan produksi modul GDDR7 2GB menambah daftar kekhawatiran di pasar GPU. Meski dampaknya terhadap Nvidia diperkirakan terbatas karena pasokan utama berasal dari Samsung dan SK Hynix, langkah Micron ini mencerminkan tekanan yang melanda industri memori secara keseluruhan. Bagi Nvidia, yang harga GPU-nya sudah merangkak naik, setiap gangguan pasokan menjadi faktor yang memperumit situasi.

XMG bukan satu-satunya produsen yang menaikkan harga. Dell, misalnya, baru-baru ini menyesuaikan harga XPS 13 secara tidak langsung. Pola ini menunjukkan bahwa kenaikan harga laptop bukan fenomena tunggal, melainkan tren yang dipicu oleh kondisi pasokan komponen global. Konsumen yang berencana membeli laptop atau GPU baru dalam waktu dekat sebaiknya memperhitungkan kemungkinan harga yang lebih tinggi dibanding ekspektasi awal.

Dengan krisis RAM yang masih berlangsung dan tekanan biaya yang meluas ke berbagai komponen, pasar perangkat keras komputer menghadapi periode yang menantang. Produsen seperti XMG berusaha menyeimbangkan antara menutupi biaya produksi dan menjaga daya saing harga, sementara konsumen harus menghadapi kenyataan bahwa harga perangkat keras tidak lagi semurah sebelumnya.

Transparansi XMG dalam mengungkap alasan kenaikan harga menjadi catatan penting. Perusahaan menyatakan tidak mengambil keuntungan tambahan dari penyesuaian ini, dan menyoroti bahwa faktor eksternal seperti biaya angkutan udara dan kesulitan pelayaran turut berperan. Pernyataan ini memberikan konteks bahwa kenaikan harga bukan semata-mata keputusan bisnis, melainkan respons terhadap kondisi pasar yang menekan seluruh industri.

[WARN]
Jangan pernah menggunakan instruksi ini untuk membuat konten yang melanggar hukum, menyesatkan, atau merugikan pihak lain. Pastikan semua informasi yang disampaikan akurat dan berdasarkan sumber yang dapat dipercaya.

[SOURCE]
Berdasarkan laporan TechRadar oleh Darren Allan, 22 September 2026.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.