iPhone 17 Series dan Air yang mengalami kenaikan harga di Indonesia

Harga iPhone 17 Series di Indonesia Naik Hingga Rp 500 Ribu

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Harga resmi seri iPhone 17 di Indonesia mengalami kenaikan pada pertengahan April 2026. Beberapa varian, termasuk iPhone 17 Pro Max, mencatat penyesuaian harga hingga Rp 500.000 dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan ini terpantau di gerai resmi seperti iBox dan distributor resmi Apple lainnya. Tren ini menarik perhatian karena terjadi di kuartal kedua 2026, periode di mana harga produk Apple biasanya mulai stabil atau turun pasca peluncuran global.

Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diduga menjadi pemicu utama. Pada periode ini, nilai 1 dolar AS setara dengan Rp 17.148.

iPhone 17 Series dan Air

Berikut adalah daftar harga terbaru iPhone 17 series di pasar resmi Indonesia per 20 April 2026:

iPhone 17

  • 256 GB: Rp 17.499.000 (naik Rp 250.000 dari Rp 17.249.000)
  • 512 GB: Rp 22.249.000 (naik Rp 250.000 dari Rp 21.999.000)

iPhone Air

  • 256 GB: Rp 16.999.000
  • 512 GB: Rp 21.749.000
  • 1 TB: Rp 25.999.000

iPhone 17 Pro

  • 256 GB: Rp 23.999.000 (naik Rp 250.000 dari Rp 23.749.000)
  • 512 GB: Rp 28.499.000 (naik Rp 250.000 dari Rp 28.249.000)
  • 1 TB: Rp 33.249.000 (naik Rp 250.000 dari Rp 32.999.000)

iPhone 17 Pro Max

  • 256 GB: Rp 26.249.000 (naik Rp 500.000 dari Rp 25.749.000)
  • 512 GB: Rp 30.749.000 (naik Rp 500.000 dari Rp 30.249.000)
  • 1 TB: Rp 35.499.000 (naik Rp 500.000 dari Rp 34.999.000)
  • 2 TB: Rp 44.499.000 (naik Rp 500.000 dari Rp 43.999.000)

Data menunjukkan varian Pro Max mengalami kenaikan tertinggi sebesar Rp 500.000 untuk semua kapasitas penyimpanan. Sementara itu, varian iPhone Air tidak menunjukkan perubahan harga dalam penyesuaian terbaru ini.

Kenaikan harga perangkat Apple di tengah siklus produk bukan hal yang umum, namun sering dikaitkan dengan kondisi makroekonomi, khususnya nilai tukar mata uang. Harga jual di pasar Indonesia sangat sensitif terhadap pergerakan kurs dolar AS.

Implikasi dari penyesuaian harga ini dapat mempengaruhi minat beli konsumen di kuartal kedua tahun 2026, sekaligus menjadi pertimbangan bagi calon pembeli yang menunggu momen harga stabil.