📑 Daftar Isi

Harga Chip Melonjak, Sharp Isyaratkan Kenaikan Harga TV Oktober 2026

Harga Chip Melonjak, Sharp Isyaratkan Kenaikan Harga TV Oktober 2026

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Sharp mengisyaratkan akan menyesuaikan harga jual televisi pada Oktober 2026 akibat melonjaknya harga chip memori. Kenaikan ini menjadi konsekuensi langsung dari krisis rantai pasok komponen yang dipicu masifnya permintaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di industri manufaktur elektronik global.

Isyarat penyesuaian harga tersebut disampaikan dalam acara Press Conference & Campaign Launch SHARP “Every Customer Matters” di Jakarta, Rabu (9/9/2026). Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Electronics, menjelaskan bahwa tekanan biaya komponen kini tidak lagi bisa ditahan di sisi produksi.

“Sekarang harga memori chip masih tinggi. Sebagai manufaktur, jenis chipset yang kami gunakan pada dasarnya sama, baik untuk TV berukuran kecil maupun besar. Jika chipset canggih dipasang pada TV berukuran 32 hingga 50 inci, rasio biayanya sudah tidak masuk akal,” ujar Andry dalam keterangannya di Jakarta.

Pernyataan itu menegaskan bahwa kenaikan harga TV Sharp bukan semata keputusan komersial, melainkan dampak dari struktur biaya yang berubah. Kondisi ini juga sejalan dengan tekanan yang tengah melanda industri komponen global, termasuk gejolak yang membuat harga chip naik secara signifikan di berbagai lini produksi.

Dampak Krisis Memori Chip pada Lini Produksi Sharp

Sharp sendiri telah hadir menemani masyarakat Indonesia selama 56 tahun dan terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi. Namun, perkembangan tersebut turut menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika harga chip memori berada di level tinggi dalam waktu yang panjang.

Industri manufaktur elektronik global saat ini mengalami krisis memori chip akibat permintaan AI yang semakin masif. Permintaan itu menyerap kapasitas produksi komponen, sehingga mendesak Sharp melakukan penyesuaian harga unit televisi.

Menurut Andry, salah satu cara agar industri dapat bertahan di tengah krisis biaya komponen adalah dengan bergeser ke produk-produk yang memberikan nilai tambah dan profitabilitas yang lebih rasional. Pendekatan ini dinilai lebih masuk akal dibanding memaksakan chipset canggih pada TV berukuran kecil yang rasio biayanya sudah tidak seimbang.

Fenomena kelangkaan ini tidak hanya berdampak pada satu merek. Lonjakan harga memori global juga memengaruhi pasar di berbagai negara, sebagaimana terlihat dari kasus harga ponsel naik di India yang turut terdampak perebutan chip memori AI.

Dorongan Beralih ke TV Layar Besar

Demi terus bertahan di tengah krisis biaya komponen, Sharp mendorong pelanggan untuk beralih dari TV ukuran standar 55 inci ke TV layar lebar 75 inci, 85 inci, hingga 100 inci. Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga nilai tambah di tengah tekanan harga komponen.

TV layar lebar dinilai memberikan nilai lebih, mulai dari integrasi aplikasi pintar hingga konektivitas antarperangkat AIoT di rumah. Kombinasi fitur tersebut disebut menjadi krusial bagi pelanggan yang ingin membangun ekosistem perangkat terhubung di rumah.

Untuk mendukung peralihan ke ekosistem teknologi layar lebar dan rumah pintar, Sharp menambahkan dukungan purna jual melalui layanan AQUOS Platinum Service yang ditangani teknisi profesional. Layanan ini menjadi pelengkap bagi konsumen yang memilih TV berukuran besar, yang umumnya membutuhkan penanganan instalasi lebih khusus.

Pergeseran ke perangkat dengan nilai tambah lebih tinggi juga menjadi pola yang mulai terlihat di industri lain. Sejumlah produsen bahkan mengambil langkah berbeda dalam menghadapi tekanan biaya komponen, seperti yang dilakukan Framework turunkan harga RAM pada laptop 13 Pro dengan memberikan refund bagi preorder lama.

Bagi Sharp, penyesuaian harga TV pada Oktober 2026 menjadi langkah yang tidak terhindarkan selama harga memori chip masih tinggi. Perusahaan menegaskan bahwa jenis chipset yang digunakan pada dasarnya sama, baik untuk TV berukuran kecil maupun besar, sehingga rasio biaya pada unit berukuran 32 hingga 50 inci menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah produk ke depan.

Dengan demikian, konsumen yang berencana membeli TV Sharp dalam waktu dekat perlu memperhatikan potensi perubahan harga pada Oktober 2026. Sementara bagi Sharp, fokus pada TV layar lebar dan layanan purna jual menjadi cara untuk tetap relevan di pasar Indonesia yang telah ditemani perusahaan selama 56 tahun.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.