Telset.id â Google memasuki arena smart glasses AI pada musim gugur tahun ini untuk bersaing dengan Meta. Perusahaan tersebut bermitra dengan Samsung, Warby Parker, dan Gentle Monster untuk menghadirkan âIntelligent Eyewearâ yang didukung oleh Android XR.
Keputusan ini menjadi langkah besar setelah kegagalan Google Glass pada 2012. Juston Payne, yang memimpin tim manajemen produk untuk XR di Google, mengakui bahwa pelajaran dari masa lalu sangat berharga.
âMasalahnya adalah visinya bagus, tetapi kenyataannya teknologi belum cukup matang,â kata Payne. Ia menyebut tiga alasan kegagalan Google Glass yang ingin diperbaiki oleh Intelligent Eyewear: faktor bentuk yang aneh, kurangnya konten, dan belum adanya AI.

Fitur Unggulan Intelligent Eyewear
Untuk putaran pertama, Intelligent Eyewear hanya akan berupa audio saja. Kacamata dengan layar tunggal dan ganda akan hadir kemudian, meskipun Google akan memulai program trusted tester tahun ini.
Gemini menjadi fitur utama. Asisten pintar ini dapat mengambil konteks pribadi pengguna yang disebut personal intelligence. âKacamata ini dirancang untuk memberikan bantuan ambient sepanjang hari sambil menjaga Anda tetap terhubung dengan dunia digital dan dunia nyata,â jelas Payne.
Beberapa use case utama meliputi navigasi, penerjemahan, dan panduan memasak. Payne mencontohkan saat ia mengemudi, ia bisa bertanya tentang podcast lain yang mungkin direkomendasikan Gemini berdasarkan yang sedang didengarkan.
âHanya dengan memiliki antarmuka percakapan real-time sepanjang hari sangat berharga bagi banyak orang,â tambahnya.
Desain Menjadi Prioritas Utama
Google mengambil pendekatan sederhana: kacamata harus bagus terlebih dahulu. âKami memimpin dengan desain dan kemudian bertanya âapa yang bisa kami buat dalam batasan desain yang bagus?ââ kata Payne.
Desain awal dari Gentle Monster memiliki lensa oval yang chic, sementara desain Warby Parker sedikit lebih chunky dan retro. Keduanya memiliki kamera ganda, namun terlihat lebih diskret pada spesifikasi Gentle Monster.
Payne menegaskan bahwa Google tidak ingin mendorong batas dan mengambil risiko backlash seperti yang dialami Snap Specs. âKami benar-benar memimpin dengan desain,â tegasnya.

Privasi dan Keamanan
Google menyadari adanya masalah privasi yang mengintai. Payne menyatakan, âJika orang tidak merasa nyaman memakai kacamata ini, dan privasi adalah bagian dari ini, mereka tidak akan memakai kacamata. Sesederhana itu.â
Untuk mengatasi kekhawatiran, Google memastikan bahwa pengguna Intelligent Eyewear memberikan sinyal kepada orang di sekitar saat merekam. LED harus akurat, dan Google akan membagikan detail lebih lanjut tahun ini.
Google juga akan menggunakan kerangka izin Android untuk melindungi pengguna. âKami berinvestasi untuk memastikan bahwa perangkat keras itu sendiri dapat diandalkan. Jadi jika orang mencoba mengutak-atiknya, kami memiliki cara untuk mendeteksinya,â kata Payne.
Baca Juga:
Persaingan dengan Meta dan Apple
Meta telah menjual lebih dari 9 juta unit sejak 2023. Namun, Google percaya diri dapat membuat gebrakan. Payne mengakui bahwa âMeta melakukan pekerjaan yang hebatâ dengan kacamata yang âsangat bagus.â
Perbedaan utama adalah pendekatan Google yang menempatkan Gemini di garis depan. âKami banyak berpikir tentang momen sepanjang hari. Hal-hal inilah yang mendorong pendekatan kami terhadap platform,â jelas Payne.
Soal Apple, Payne menyadari bahwa perusahaan tersebut sedang mengerjakan Apple Glasses yang kemungkinan debut pada 2027. âApple memiliki rekam jejak yang sangat kuat,â katanya. âSaya yakin mereka akan memberikan persaingan yang sangat nyata bagi semua orang.â
Perbedaan mendasar adalah Google membangun platform multi-mitra, sementara Apple fokus pada produk. âGoogle adalah perusahaan kemitraan. Saat kami melihat ke belakang, saat kami paling berhasil adalah saat kami bermitra,â tambah Payne.

Kolaborasi dengan Xreal
Google juga bermitra dengan Xreal untuk kacamata spatial computing Xreal Aura. Kacamata ini menawarkan layar tembus pandang yang imersif dan bantuan AI dari Gemini.
Xreal Aura memiliki FOV Diagonal 70°, lebih kecil dibandingkan Galaxy XR. Namun, Payne berpendapat bahwa beberapa orang rela mengorbankan hal tersebut demi portabilitas.
âBeberapa orang akan berkata, âhei, saya tidak masalah mengorbankan sebagian dari itu.â Saya perlu mempertahankan nilai inti, tetapi saya OK mengorbankan sebagian agar bisa membawanya dengan lebih mudah,â jelasnya.
Masa Depan Smart Glasses
Payne menegaskan bahwa ponsel tidak akan tergantikan dalam waktu dekat. âPonsel akan tetap ada. Ponsel sangat kuat. Mereka memiliki antarmuka pengguna yang diadopsi dengan baik dan sangat kokoh.â
Manfaat sebenarnya dari smart glasses adalah mengurangi gangguan. âBerapa kali Anda membuka ponsel untuk membalas notifikasi hanya untuk menemukan diri Anda tenggelam dalam aplikasi lain?â tanya Payne.
âKacamata dapat masuk ke dalam pengalaman Anda sepanjang hari dengan menambahkan banyak nilai. Ini akan menggeser beberapa menit yang Anda habiskan di ponsel ke kacamata, yang memiliki manfaat karena Anda bisa tetap lebih hadir dengan apa yang Anda lakukan,â pungkasnya.





Komentar
Belum ada komentar.