šŸ“‘ Daftar Isi

Galaxy Watch Ultra (2026) dengan tiga varian konektivitas

Galaxy Watch Ultra 2026: Varian Tanpa LTE Bikin Harga Lebih Murah?

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung Galaxy Watch Ultra (2026) dikabarkan hadir dalam tiga varian: Bluetooth-only, 4G LTE, dan 5G
  • Varian tanpa LTE berpotensi menekan harga lebih rendah, namun tanpa fitur panggilan mandiri
  • Jadwal peluncuran diperkirakan pada 22 Juli 2026 bersamaan dengan Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8
  • Varian berbeda kemungkinan tidak akan tersedia di semua pasar secara bersamaan
  • Harga masih belum pasti karena potensi kenaikan harga komponen di industri wearable

Telset.id – Samsung dikabarkan akan merilis Galaxy Watch Ultra (2026) dalam tiga varian berbeda pada Juli mendatang, termasuk opsi tanpa konektivitas sellder yang berpotensi menekan harga lebih rendah. Langkah ini menjadi strategi Samsung untuk memperluas pasar jam tangan pintar tangguh mereka.

Kabar ini muncul dari laporan publikasi Belanda yang dinilai sangat terpercaya. Menurut sumber tersebut, Samsung tengah mengerjakan varian Galaxy Watch Ultra 2 yang hanya mengandalkan Bluetooth dan GPS, tanpa dukungan 4G LTE atau 5G. Jika benar, ini menjadi pertama kalinya lini Galaxy Watch Ultra hadir dalam versi non-sellder sejak generasi pertamanya dirilis pada 2024.

Sebagai perbandingan, Galaxy Watch Ultra generasi pertama hanya tersedia dalam varian dengan konektivitas 4G LTE. Keputusan Samsung untuk menghadirkan opsi tanpa sellder pada Galaxy Watch Ultra 2026 menunjukkan perubahan strategi yang signifikan, terutama dalam upaya menjangkau konsumen yang lebih luas.

Tiga Varian Galaxy Watch Ultra 2026

Berdasarkan laporan yang beredar, ketiga varian tersebut kemungkinan besar tidak akan dirilis secara bersamaan di semua pasar. Spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa Eropa akan mendapatkan varian Bluetooth-only dan 4G LTE, sementara Amerika Serikat berpotensi menerima model 5G dan mungkin juga versi non-sellder yang lebih terjangkau.

Keputusan untuk menghadirkan varian tanpa sellder ini tentu menarik. Di satu sisi, konsumen bisa mendapatkan jam tangan dengan konstruksi titanium yang tangguh dengan harga lebih murah. Di sisi lain, mereka harus rela kehilangan fitur panggilan mandiri tanpa ponsel yang selama ini menjadi salah satu keunggulan utama Galaxy Watch Ultra.

Namun, perlu dicatat bahwa meskipun ada varian yang lebih murah, belum ada kepastian mengenai banderol harganya. Kenaikan harga komponen di pasar smartphone dan tablet dikhawatirkan akan merambah ke industri wearable. Artinya, harga varian Bluetooth-only Galaxy Watch Ultra (2026) bisa saja setara dengan harga Galaxy Watch Ultra generasi pertama yang memiliki konektivitas sellder.

Jadwal Peluncuran dan Perbandingan Generasi

Galaxy Watch Ultra (2026) dijadwalkan meluncur pada 22 Juli 2026, bersamaan dengan lini terbaru Galaxy Z Fold 8, Z Fold 8 Ultra, dan Z Flip 8. Ini menjadi momen penting bagi Samsung untuk memperkenalkan inovasi terbaru mereka di segmen wearable dan foldable sekaligus.

Menariknya, Samsung sebelumnya sudah merilis Galaxy Watch Ultra (2025) yang secara diam-diam hadir dengan perubahan minimal. Model 2025 tersebut tampil identik dengan pendahulunya dari 2024, hanya membawa upgrade penyimpanan internal dari 32GB menjadi 64GB dan tersedia dalam warna Titanium Blue yang baru.

Dengan demikian, Galaxy Watch Ultra 2026 diperkirakan akan membawa perubahan yang lebih substansial dibandingkan pendahulunya. Meski demikian, hingga saat ini belum banyak bocoran yang beredar mengenai spesifikasi detail seperti dimensi, bobot, atau fitur-fitur baru lainnya.

Konsumen yang berminat pada jam tangan pintar tangguh ini juga perlu mempertimbangkan ekosistem Samsung. Sebagai informasi, Fitur Backup Samsung Gallery akan segera berakhir, dan pengguna perlu mencari solusi alternatif untuk menyimpan data mereka. Selain itu, Sinkronisasi OneDrive Samsung Gallery juga akan berakhir pada September 2026, yang perlu menjadi perhatian pengguna setia Samsung.

Implikasi bagi Konsumen

Kehadiran varian tanpa konektivitas sellder pada Galaxy Watch Ultra (2026) memberikan opsi lebih bagi konsumen. Mereka yang tidak terlalu membutuhkan fitur panggilan mandiri dan lebih mengutamakan daya tahan baterai serta harga terjangkau bisa memilih varian Bluetooth-only.

Sementara itu, pengguna yang menginginkan konektivitas penuh tetap bisa memilih varian 4G LTE atau 5G. Keputusan akhir tentu bergantung pada preferensi pribadi dan kebutuhan masing-masing pengguna.

Yang jelas, strategi Samsung ini menunjukkan bahwa mereka serius ingin menjadikan Galaxy Watch Ultra sebagai alternatif Apple Watch Ultra yang lebih ramah di kantong. Dengan tiga opsi konektivitas, Samsung berharap bisa menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

Namun, publik masih harus menunggu konfirmasi resmi dari Samsung mengenai harga dan ketersediaan masing-masing varian. Hingga saat ini, semua informasi masih bersifat rumor dan spekulasi, meskipun berasal dari sumber yang cukup terpercaya.

Inovasi lain dari Samsung juga patut dinantikan. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, AI Bahasa Isyarat Gesti Talk karya alumni Samsung SFT menjadi bukti komitmen Samsung dalam mengembangkan teknologi inklusif.

Dengan jadwal peluncuran yang semakin dekat, kita akan segera mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai Galaxy Watch Ultra (2026). Apakah Samsung benar-benar akan menghadirkan varian tanpa sellder dengan harga lebih murah, atau justru sebaliknya? Kita tunggu saja pengumuman resminya pada Juli 2026.

Komentar

Belum ada komentar.