Telset.id ā Samsung diprediksi tidak akan menghadirkan fitur pengisian daya cepat pada Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2 yang akan diluncurkan tahun ini. Dokumen sertifikasi yang bocor justru mengonfirmasi bahwa kedua smartwatch anyar tersebut akan tetap menggunakan kecepatan pengisian yang sama seperti pendahulunya.
Berdasarkan laporan dari PhoneArena pada 5 Juni 2026, dokumen sertifikasi 3C yang bocor di China mengungkapkan bahwa Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2 masih akan mendukung pengisian daya 10W. Kecepatan ini identik dengan yang ditawarkan Samsung pada Galaxy Watch 8 dan Galaxy Watch Ultra tahun lalu.
Kebocoran ini memperkuat klaim sebelumnya bahwa Samsung tidak akan menghadirkan perubahan desain signifikan atau baterai berkapasitas lebih besar pada model baru. Bagi pengguna yang berharap ada peningkatan daya tahan baterai, kabar ini mungkin mengecewakan. Namun, Samsung tampaknya lebih fokus pada peningkatan perangkat lunak.
Samsung dijadwalkan mengumumkan perangkat wearable generasi terbaru ini pada acara Galaxy Unpacked yang diperkirakan berlangsung pada 22 Juli 2026. Setidaknya ada dua model yang akan diperkenalkan, yaitu Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2.
Hanya Dua Model yang Terkonfirmasi
Detail penting dari bocoran sertifikasi 3C adalah hanya ada dua entri dalam database tersebut. Kedua entri memiliki nomor model SM-L3550 dan SM-L7150, yang masing-masing mewakili Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2.
Yang menarik, tidak ada entri untuk Galaxy Watch 9 Classic. Padahal, sebelumnya beredar rumor bahwa model Classic akan bergabung dengan dua model lainnya dalam jajaran smartwatch Samsung tahun 2026. Perangkat tambahan ini sempat terdeteksi dalam kode pembaruan Wear OS terbaru.
Namun, meluncurkan Galaxy Watch 9 Classic akan mematahkan pola yang biasa dilakukan Samsung. Model Galaxy Watch Classic biasanya hadir setiap dua tahun sekali, dan Galaxy Watch 8 Classic sudah dirilis pada tahun 2025.
Baca Juga:
Fitur Baru yang Dijamin Hadir
Meskipun tidak ada perubahan pada sektor pengisian daya, Samsung telah mengumumkan bahwa mereka sedang menyiapkan peningkatan perangkat lunak besar yang akan debut pada smartwatch terbaru. Perusahaan memiliki sejumlah fitur baru untuk aplikasi Samsung Health, termasuk tata letak baru dan wawasan berbasis AI.
Fitur-fitur ini dipastikan akan hadir di semua model baru dan diyakini akan membuat pengalaman penggunaan semakin optimal. Jurnalis PhoneArena, Ilia Temelkov, menyebut dalam artikelnya bahwa fitur-fitur tersebut akan sangat cocok jika dihadirkan pada Galaxy Watch 9 Classic, mengingat model Classic dikenal dengan desainnya yang elegan dan nyaman.
Dalam review yang dilakukan sebelumnya, Galaxy Watch 8 Classic dipuji karena memberikan pengalaman One UI Watch yang mulus di atas platform Wear OS. Menambahkan fitur AI Samsung Health ke dalam formula tersebut tentu akan membuatnya semakin menarik, bahkan jika dibandingkan dengan kompetitor seperti Apple Watch Series 12.
Bagi pengguna yang penasaran dengan Fitur Terbaru dari Samsung, kabar ini setidaknya memberikan gambaran bahwa perusahaan fokus pada peningkatan perangkat lunak.
Efisiensi Lebih Penting dari Kecepatan
Menarik untuk dicermati bahwa bagi sebagian pengguna, kecepatan pengisian daya bukanlah faktor utama. Kebiasaan mengisi daya smartwatch saat mandi atau sebelum tidur sudah menjadi rutinitas yang membuat fitur pengisian cepat tidak terlalu krusial.
Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa fitur pengisian cepat tetap menjadi salah satu aspek yang dinantikan oleh banyak pengguna. Namun, Samsung tampaknya memilih untuk memprioritaskan aspek lain seperti efisiensi perangkat lunak dan fitur kesehatan berbasis AI.
Dengan tidak adanya perubahan pada sektor pengisian daya, Samsung sepertinya ingin menekankan bahwa efisiensi penggunaan lebih penting daripada kecepatan mengisi baterai. Strategi ini mungkin akan berhasil jika fitur AI Samsung Health yang baru benar-benar memberikan dampak signifikan pada pengalaman pengguna.
Perlu diingat bahwa Samsung juga tengah menghadapi tantangan di sektor lain, seperti yang dilaporkan dalam artikel tentang Krisis RAM dan Chipset. Fokus pada perangkat lunak mungkin menjadi langkah strategis di tengah keterbatasan pasokan komponen.
Bagi pengguna yang mencari smartwatch dengan fitur kesehatan canggih, Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2 tetap menjadi pilihan menarik. Meskipun tanpa pengisian cepat, peningkatan di sektor perangkat lunak bisa menjadi nilai jual utama.





Komentar
Belum ada komentar.