Pameran teknologi tahunan Consumer Electronics Show (CES) 2026 kembali mengguncang dunia dengan deretan inovasi yang tidak hanya memukau, tetapi juga memancing rasa ingin tahu yang mendalam. Di tengah riuh rendah peluncuran televisi generasi terbaru dengan resolusi yang memanjakan mata dan laptop bertenaga super yang siap melibas segala tugas berat, terselip sebuah fenomena menarik yang sayang untuk dilewatkan. Di celah-celah pameran raksasa tersebut, muncul berbagai produk teknologi yang bisa dibilang “nyeleneh”, mulai dari barang baru yang sekadar lucu hingga konsep teknologi yang benar-benar menggelitik imajinasi.
Perangkat-perangkat unik ini mungkin tidak serta-merta mendefinisikan masa depan elektronik konsumen secara keseluruhan, namun kehadiran mereka memberikan warna tersendiri yang membuat gelaran tahun ini terasa jauh lebih berkesan. Inovasi sering kali bermula dari ide yang terdengar gila atau bahkan tidak masuk akal bagi sebagian orang. Namun, justru dari keberanian untuk tampil beda inilah, batas-batas kemungkinan teknologi terus didorong semakin jauh. Pernahkah Anda membayangkan sebuah permen yang bisa “bernyanyi” atau robot yang mengejar matahari layaknya bunga matahari hidup?
Jika Anda merasa jenuh dengan pembaruan smartphone atau PC yang itu-itu saja, maka deretan gadget unik ini akan menjadi penyegar yang menyenangkan. Dari sektor kecantikan hingga robotika rumah tangga yang ambisius, para produsen tampaknya berlomba-lomba untuk menyuntikkan elemen kreativitas tanpa batas ke dalam produk mereka. Untuk Anda yang selalu haus akan hal baru, berikut adalah ulasan mendalam mengenai produk-produk paling tidak biasa dan menonjol dari CES 2026 yang wajib Anda ketahui.
Sensasi Rasa dan Suara: Lollipop Star
Bayangkan sebuah skenario di mana Anda menggigit sepotong permen manis, dan tiba-tiba terdengar alunan musik yang jernih langsung di dalam kepala Anda. Terdengar seperti fiksi ilmiah? Inilah konsep nyata yang ditawarkan oleh Lollipop Star. Produk ini menerjemahkan frasa “merasakan musik” secara harfiah. Lollipop Star bukanlah sekadar permen biasa, melainkan sebuah terobosan yang menggabungkan camilan klasik dengan teknologi audio konduksi tulang (bone-conduction).
Cara kerjanya cukup sederhana namun brilian. Ketika Anda menggigit permen ini, perangkat akan menciptakan getaran-getaran kecil. Getaran tersebut kemudian merambat melalui rahang dan tengkorak Anda, langsung menuju telinga bagian dalam. Hasilnya adalah pengalaman mendengarkan musik yang sangat privat sambil Anda menikmati rasa manis dari permen tersebut. Tidak ada speaker eksternal, tidak ada earphone, hanya Anda, permen, dan musik di dalam kepala Anda.
Setiap Lollipop Star dikaitkan dengan lagu tertentu dari artis-artis ternama seperti Ice Spice, Akon, atau Armani White. Ini adalah perpaduan unik antara industri kembang gula dengan teknologi audio yang menyenangkan. Meskipun sebagian pihak mungkin melihat produk ini lebih sebagai sebuah aksi pemasaran atau stunt ketimbang gadget dengan nilai praktis jangka panjang, tidak dapat dipungkiri bahwa keunikan permen musikal ini menjadikannya salah satu keanehan yang paling banyak dibicarakan di lantai pameran CES. Ini adalah bukti bahwa Produk Terbaik di pameran teknologi tidak melulu soal spesifikasi tinggi, tapi juga soal pengalaman pengguna yang tak terlupakan.
Solar Mars Bot: Robot Penjelajah Pencari Matahari
Beralih dari dunia hiburan ke solusi energi terbarukan, Jackery memperkenalkan Solar Mars Bot yang tampil menonjol sebagai sentuhan futuristik pada teknologi pengisian daya tenaga surya. Masalah utama panel surya konvensional adalah sifatnya yang statis; mereka diam di satu tempat sementara posisi matahari terus berubah sepanjang hari. Jackery menjawab tantangan ini dengan pendekatan robotika yang cerdas.
Solar Mars Bot adalah robot otonom yang tidak hanya diam menunggu cahaya. Menggunakan navigasi kecerdasan buatan (AI) dan visi komputer canggih, robot ini memiliki kemampuan untuk melacak dan mengikuti pergerakan matahari. Ia dapat bergerak secara mandiri sepanjang hari untuk memastikan panel suryanya selalu berada pada posisi optimal demi memaksimalkan penangkapan energi. Ini adalah sebuah lompatan signifikan dibandingkan panel surya portabel biasa yang harus Anda geser secara manual setiap beberapa jam.
Baca Juga:
Dibekali dengan cadangan baterai onboard yang cukup besar dan berbagai port output, Solar Mars Bot pada dasarnya berfungsi sebagai stasiun pembangkit listrik tenaga surya berjalan. Perangkat ini mampu mengisi daya berbagai gadget Anda kapan pun sinar matahari berada pada titik terkuatnya. Baik saat Anda sedang berkemah di lokasi terpencil (off-grid) atau sekadar membutuhkan daya tambahan di sekitar rumah, Solar Mars Bot merepresentasikan pendekatan baru dalam penangkapan energi terbarukan. Ini adalah perkawinan sempurna antara robotika canggih dengan utilitas praktis yang sangat dibutuhkan di era modern.
Sweekar: Evolusi Hewan Peliharaan Digital
Bagi Anda yang tumbuh di era 1990-an, konsep hewan peliharaan virtual mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, Sweekar membawa nostalgia tersebut ke level yang benar-benar baru di dunia fisik. Mengambil inspirasi dari mainan klasik masa lalu, Sweekar hadir sebagai hewan peliharaan AI seukuran saku yang memiliki siklus hidup layaknya makhluk hidup sungguhan.
Perjalanan Sweekar dimulai dari bentuk seperti telur. Setelah beberapa hari, ia akan “menetas” dan secara fisik tumbuh melalui berbagai tahapan kehidupan. Mulai dari fase bayi, Sweekar akan tumbuh menjadi dewasa seiring dengan interaksi yang Anda berikan. Dipasangkan dengan aplikasi pendamping di smartphone, pengguna dapat berbicara, memberi makan, dan merawat Sweekar. Konsep ini mengingatkan kita pada bagaimana Revolusi Teknologi mainan terus berkembang menjadi lebih interaktif dan emosional.
Seiring berjalannya waktu, pemilik dapat membangun ikatan emosional dengan robot ini. Sweekar dirancang untuk belajar dan beradaptasi, memadukan robotika dengan pemodelan kepribadian yang kompleks. Hal ini membuatnya terasa lebih seperti teman yang menyenangkan daripada sekadar gadget statis yang dingin. Kehadiran Sweekar menunjukkan bahwa teknologi masa depan tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang persahabatan dan koneksi emosional antara manusia dan mesin.
iPolish: Revolusi Manikur Tanpa Limbah
Tidak semua keanehan di CES berbentuk robot atau perangkat audio. iPolish hadir untuk memamerkan jenis teknologi personal yang sama sekali berbeda, menyasar industri kecantikan dengan kuku digital yang dapat berubah warna. Inovasi ini bisa menjadi solusi bagi Anda yang gemar berganti gaya namun enggan membeli puluhan botol cat kuku yang berbeda.
Teknologi di balik iPolish melibatkan film elektroforesis (electrophoretic films) berukuran sangat kecil yang diaplikasikan pada kuku akrilik. Dengan bantuan perangkat aktivasi yang ringkas, pengguna dapat mengganti warna kuku mereka melalui ratusan pilihan warna hanya dari aplikasi smartphone. Ini berarti Anda tidak perlu lagi membeli warna yang berbeda-beda secara fisik, karena satu gadget ini dapat melakukan semuanya.
Ini adalah perpaduan yang menyenangkan antara dunia fashion dan teknologi. Meskipun tidak diragukan lagi bahwa ini adalah produk niche, iPolish mengilustrasikan bagaimana CES merangkul kreativitas di luar kategori TV dan PC yang tipikal. Inovasi semacam ini, yang mungkin juga memiliki Desain Unik dalam penerapannya, menunjukkan potensi pengurangan limbah kosmetik di masa depan, menjadikannya sebuah konsep yang stylish sekaligus ramah lingkungan.
LG CLOiD: Menyongsong Era Kepala Pelayan AI
LG bukanlah pemain baru dalam dunia inovasi dan robotika. Dengan diperkenalkannya LG CLOiD, raksasa teknologi ini membawa peralatan rumah tangga ke tingkat yang jauh lebih tinggi. Robot baru yang ambisius ini merupakan bagian integral dari visi “Zero Labor Home” atau rumah tanpa tenaga kerja manusia yang dicanangkan oleh LG. Tujuannya jelas: mengotomatisasi pekerjaan rumah tangga yang sering kali membosankan dan melelahkan.
LG CLOiD adalah robot rumah bertenaga AI yang bertujuan untuk mengoordinasikan peralatan yang terhubung dan menggunakan kecerdasan buatan untuk memutuskan tugas apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dalam demonstrasinya, LG CLOiD memamerkan kemampuan yang mengesankan, seperti mengambil barang dari lemari es, memasukkan makanan ke dalam oven, hingga melipat cucian. Semua ini dilakukan melalui kombinasi lengan yang dapat bergerak luwes (artikulasi), navigasi otonom, dan pemahaman AI generatif.
Menariknya, unit kepala dari robot ini juga berfungsi ganda sebagai hub rumah AI seluler (mobile AI home hub), yang mengintegrasikan interaksi suara dan kontrol peralatan elektronik lainnya. Meskipun teknologinya masih terasa sangat futuristik dan belum sepenuhnya siap untuk konsumen massal saat ini, CLOiD menunjuk ke arah masa depan di mana robot dapat secara bermakna membantu kehidupan sehari-hari. Di tengah peringatan tentang bagaimana Korporasi Teknologi memegang kendali besar, inovasi seperti ini menawarkan janji kemudahan hidup yang sulit ditolak. Masa depan ala film fiksi ilmiah tampaknya tidak terlalu jauh lagi.
Dari permen yang bisa bernyanyi hingga robot pelayan yang cerdas, CES 2026 membuktikan bahwa imajinasi manusia tidak memiliki batas. Produk-produk ini mungkin terlihat aneh hari ini, namun bisa jadi mereka adalah cikal bakal standar teknologi di masa depan.

