Exynos 2600 vs Snapdragon: Kembalinya Pertarungan Chipset di Galaxy S26

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Pertarungan antara Exynos dan Snapdragon di lini flagship Samsung kembali memanas. Setelah beberapa tahun didominasi oleh chipset Qualcomm, kabar terbaru mengindikasikan bahwa Samsung akan membawa kembali Exynos untuk Galaxy S26. Bocoran dari sumber terpercaya di X (sebelumnya Twitter) menyebutkan, “Exynos 2600 pasti kembali dan akan digunakan di S26.” Namun, apakah langkah ini akan sukses atau justru mengulang kegagalan masa lalu?

Exynos 2600: Comeback yang Penuh Tantangan

Menurut informasi yang beredar, Samsung sedang mempersiapkan Exynos 2600 dengan proses fabrikasi 2nm—sebuah lompatan teknologi yang diharapkan bisa menyaingi Snapdragon. Namun, ada kabar mengejutkan: volume produksi chip ini sangat terbatas, mirip dengan situasi Exynos 990 di era Galaxy S20. Jika benar, distribusi chipset untuk Galaxy S26 mungkin tidak merata di seluruh pasar.

Skema Distribusi: Snapdragon vs Exynos di Galaxy S26

Spekulasi terkuat saat ini adalah Samsung akan mengadopsi strategi hybrid seperti tahun 2024. Artinya, Galaxy S26 Ultra mungkin akan menggunakan Snapdragon secara global, sementara varian regular dan Plus akan memakai Exynos 2600 di sebagian besar negara—kecuali AS, Kanada, dan China yang tetap mengandalkan Qualcomm. Ini mirip dengan pola distribusi Galaxy S22, di mana Eropa menjadi pasar utama Exynos.

Mengapa Samsung Kembali ke Exynos?

Ada beberapa alasan mengapa Samsung mungkin ingin mengurangi ketergantungan pada Qualcomm:

  • Kontrol Teknologi: Dengan chipset in-house, Samsung bisa lebih leluasa mengoptimalkan hardware dan software.
  • Biaya Produksi: Memproduksi chipset sendiri bisa menekan biaya dibandingkan membeli dari pihak ketiga.
  • Persaingan Pasar: Apple dengan A-series dan Google dengan Tensor telah membuktikan bahwa chipset custom bisa menjadi nilai jual.

Kekhawatiran Pengguna: Akankah Exynos 2600 Lebih Baik?

Penggemar Samsung masih trauma dengan performa Exynos 990 yang kerap kalah dari Snapdragon 865. Jika Exynos 2600 ingin diterima pasar, Samsung harus memastikan tiga hal:

  1. Efisiensi daya yang lebih baik.
  2. Performa gaming dan multitasking yang kompetitif.
  3. Dukungan update jangka panjang.

Jika Samsung gagal, bukan tidak mungkin konsumen akan memilih Galaxy S25 berbasis Snapdragon sebagai alternatif yang lebih aman. Bagaimana pendapat Anda? Siap memberi kesempatan kedua pada Exynos, atau tetap setia pada Snapdragon?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TEKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI